Possesive Man

Possesive Man
Part 94


__ADS_3

Ayyara menuruni tangga dari kamar nya menuju ruang keluarga. Ayyara bisa melihat di sana sudah berada Arga dan Juli yang pasti nya sedang menunggu nya.


Kedua orang tua nya memanggil nya untuk membahas sesuatu yang penting. Ayyara tentu saja bertanya-tanya apa yang akan dikatakan oleh kedua nya.


Entah mengapa Arga dan Juli menjadi lebih sering di rumah. Sejujur nya Ayyara merasa begitu amat senang, namun dia hanya heran saja.


Namun Ayyara tidak memperdulikan hal itu yang penting diri nya sekarang dapat menghabiskan waktu bersama orang tua nya setelah sekian lama.


"Sini sayang," ucap Juli menepuk kursi yang berada di samping nya.


Sedangkan Arga tidak mengatakan apa-apa. Pria itu terlihat serius dengan wajah tanpa ekspresi nya.


"Kamu pasti Heran kenapa kita manggil kamu kayak gini. Right?" tanya Juli.


"Iya," angguk Ayyara karena memang ini sangat jarang sekali.


"Daddy akan yang akan jelasin," ucap Juli pada Arga dan mengangguk kan kepala nya.


"Begini, kamu sudah kelas dua belas dan beberapa bulan lagi kamu bakal ujian," ucap Arga.


"Tujuan Daddy manggil kamu adalah, Daddy pengen kamu ngambil kuliah nya di luar negeri, Daddy mau kamu sekolah di Australia dan untuk jurusan itu terserah kamu, Daddy bebasin," ucap Arga.


"Dad? Emang kenapa kalo aku kuliah di Indonesia aja. Teman-teman aku disini semua dad," ucap Ayyara.


Cukup kaget saat tau tujuan Arga yang ingin mengirim nya ke luar negeri.


"No, Daddy pengen kamu kuliah di sana. Daddy tidak menerima penolakan dari kamu Aya. Inti nya kamu kuliah di Australia titik." tekan Arga lalu meninggalkan ruangan keluarga tersebut tanpa mengindahkan Ayyara yang hendak mengajukan protes.


Juli mendekati Ayyara dan mengelus punggung putri nya itu dengan begitu lembut. Tau jika Ayyara sebenarnya tidak memiliki niat untuk kuliah jauh di luar sana.


"Kamu tau kan kalo orang tua itu gak mungkin ngejerumusin anak nya. Mommy dan Daddy sudah berpikir panjang tentang ini sayang. Daddy menginginkan yang paling terbaik bua Aya," jelas wanita paruh baya itu.


"Aku tau mom, tapi Aya pengen kuliah nya disini aja mom, Aya mau disini. Aya gak mau jauh dari mom dan Daddy serta teman-teman nya Aya. Aya juga gak mau jauh dari Steven." cicit Ayyara di akhir kalimat nya.


"Mom tolong bujuk Daddy please," ucap Ayyara dengan tatapan memelas.


"No, untuk saat ini mommy gak bisa bantu kamu sayang, Daddy yang membuat keputusan dan rencana ini. Kau tau kan gimana susah nya buat bujuk Daddy kalo dia udah mutusin sesuatu," ucap Juli.

__ADS_1


"Tapi mom...,"


"Udah, kamu masih punya beberapa bulan lagi bareng teman-teman kamu. Tapi untuk Steven kamu jangan terlalu sering ketemu nanti ketauan sama daddy. Mommy tau kok kamu masih ketemu sama dia," ucap Juli yang menyewa seseorang untuk mengawasi putri nya dari jauh.


"Mommy tau dari mana?" tanya Ayyara dengan yang takut-takut.


"Gapapa, mommy gak marah kok, tapi jangan sampai Daddy tau heum."


"Tapi kenapa mommy tidak marah padahal bisa saja mommy laporin ke Daddy," ucap Ayyara yang bingung.


"Mommy kan juga pernah muda sayang, jadi mommy tau rasanya jika jauh dari orang yang kita sayang. Mommy tau jika Steven masih bisa berubah kembali tapi Daddy tidak akan bisa percaya semudah itu lagi pada Steven. Jadi berhati-hati lah," ucap Juli mengelus puncak kepala Ayyara.


Ayyara terharu mendengar nya. Walau pun mereka jarang bertemu tapi Juli benar-benar selalu mensupport dirinya.


"Aaaa, mommy yang terbaik. Makasih mommy," ucap Ayyara memeluk tubuh Juli dan pelukan nya dibalas oleh wanita paruh baya itu.


"Jadi aku beneran harus ke Australia ya," ucap Ayyara dengan lesu.


"Kan buat sekolah, nanti kalo udah selesai kamu bisa balik lagi sayang," ucap Juli.


Arga tidak benar-benar meninggalkan anak dan istri nya itu.


Pria itu tengah bersandar pada dinding untuk melihat interaksi antara anak dan ibu tersebut.


Arga tersenyum melihat keduanya yang tengah berpelukan hangat. Rasanya kebahagiaan nya tak bisa digambarkan saat melihat orang yang begitu ia cintai tersebut.


Jujur saja Arga sebenernya tidak tega, apalagi harus melepaskan putri satu-satunya untuk menempuh pendidikan dengan jarak yang begitu jauh dengan nya.


Hanya saja, Arga ingin putri nya mendapatkan pendidikan yang bagus dan sekolah di kampus yang bagus dan terfavorit juga.


Dia ingin Putri nya itu semakin berkembang. Toh hanya Ayyara lah anak nya. Jadi uang nya di habiskan untuk Ayyara tentu saja.


Alasan lain nya adalah karena perkataan Steven yang begitu serius.


Arga tidak tau seberapa nekat Steven itu.


Dia tak mau masa depan Putri nya dihancurkan oleh Steven yang egois memiliki putri nya.

__ADS_1


Dia ingin menjauhkan Steven dengan Ayyara. Itu adalah alasan lain mengapa Arga menguliahkan Ayyara di Australia.


Arga kemudian menghampiri kedua wanita yang menjadi alasan nya untuk hidup.


"Seru sekali pelukan nya, Daddy gak diajak, parah banget," ucap Arga mencairkan suasana.


Juli tersenyum menyambut suami nya itu. Juli merentang kan sebelah tangan nya.


Arga yang mengerti langsung ikut bergabung dengan kedua nya.


"Ayyara marah ya sama Daddy, " ucap Arga yang tak mendengar suara Ayyara berbicara.


"Gak dad, Ayyara yakin Daddy menyiapkan yang terbaik untuk Ayyara meskipun Aya pengen nya sekolah disini."


"Maafin Daddy. But Daddy tetap tks bisa ngubah keputusan Daddy yang itu," Ucap Arga dengan nada yang tegas.


"Aku mengerti," pasrah Ayyara.


"Good girl, udah gih tidur sana. Besok sekolah kan," Arga melepaskan pelukan mereka yang seperti Teletubbies.


"Iya, good night mom, dad," ucap Ayyara mengecup pipi orang tuanya satu persatu.


"Good night," balas Juli dan Arga dengan bersamaan.


"Aku harap ini adalah keputusan yang tepat," ucap Arga yang memandang kepergian Ayyara.


"Aku juga berharap begitu, tapi itu bagus kok sayang, jadi dia bisa dapat pengalaman baru dan teman orang luar juga nanti disana," balas Juli. Tak ada ruginya untuk Ayara malah Ayyara akan semakin lebih berkembang ke depan nya.


Juli berharap agar Ayyara bisa beradaptasi dengan mudah nanti nya disana.


"Heum, Steven tidak boleh tau jika Ayyara akan sekolah di Australia. Katakan pada Ayyara untuk tidak memberitahu pada Steven," ucap Arga yang sudah memiliki niat yang bulat untuk memisahkan Steven dan Ayyara.


"Seperti nya Ayyara tidak akan memberi tahu nya, aku yakin dia masih ragu," ucap Juli yang diangguki oleh Arga.


"Baguslah jika begitu," ucap Arga.


TBC

__ADS_1


__ADS_2