
"Mom kita mau kemana sih, padahal tadi Intan rencananya mau rebahan cantik.
"Rebahan Mulu kamu, bentar doang kok sayang, teman mommy minta tolong buat beli kado buat keponakan nya,"
"Lah, terus fungsi Intan untuk ikut apa mom?" tanya Intan. Dia merasa tak memiliki kepentingan untuk bertemu dengan teman mommy nya itu.
"Nah Karena itu, mom sempat janjiin kemarin, kebetulan keponakan teman mommy cewe, jadi siapatau kamu bisa bantu cari kado yang disukai cewe- cewe gitu," ucap Sania menjelaskan.
"Ouhh, okedeh habis dari sana nanti pokok nya intan mau tidur," ucap Intan.
Sania terkekeh mendengar nya. "Tentu saja, tapi jangan sampai kamu tak bisa tidur nanti malam,"
"Gak kok mom, intan kan suka tidur,"
"Udah kaya mau jadi Putri tidur aja," sahut Intan.
"Yuk, " ajak Sania. Mereka menggunakan kendaraan umum pasal nya mereka tak memiliki kendaraan pribadi.
Terkadang mereka juga naik kereta, karena Intan juga menyukai nya dan Sania kerap kali mengajak Intan yang tak pernah ditolak oleh Intan.
***
Di sisi lain Fathan sedang melakukan rapat, ralat itu sudah berlangsung lama dan cukup membuatnya dirinya pusing dan kesal disaat yang bersamaan.
Akhir dari rapat tak menghasilkan apapun dan mengharuskan mereka melakukan nya Kembali esok hari.
Fathan mengumpat dalam hati, harusnya dia bisa mempercepat kepulangan nya ke Indonesia. Dia tak betah berlama-lama di negeri orang karena penyemangat nya tak ada di sana.
Kini dirinya sedang berada di ruangan nya setelah pekerjaan yang melelahkan.
Hingga dia mendapatkan gangguan dari sekertaris nya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Fathan saat Ivana masuk kedalam ruangannya setelah wanita itu mengetok pintu.
"Maaf tuan, saya hanya menyampaikan laporan dari Carlos mengenai nyonya sania, Ponsel anda tak bisa dihubungi jadi Carlos menyampaikan nya pada saya.
Ivana lantas langsung menyerahkan tablet nya kepada Fathan.
Fathan mengeraskan rahangnya saat melihat apa yang dikirimkan oleh Carlos, orang yang dia suruh untuk mengawasi wanita yang dicintai nya itu.
"Kau bisa pergi," suruh Fathan pada Ivana dan Ivana langsung bergegas dan segera keluar.
Dia tak mau terkena amarah bosnya itu karena dia sudah terlebih dulu melihat apa yang dikirimkan oleh Carlos.
Sekedar info, Fathan sudah mengumumkan pada semua karyawan di kantornya jika dia sudah memiliki kekasih, Fathan bahkan menunjukkan foto nya dan terang-terangan memasang foto wajah wanita nya di ruangannya dengan ukuran yang besar.
Ivana sudah mengetahui hubungan dari bosnya itu, terkadang Ivana juga disuruh untuk mengawasinya.
Fathan membuka ponselnya, dia memang sempat mematikan nya. Dan benar saja banyak panggilan tak terjawab dari Carlos dan beberapa pesan yang sama yang telah di kirimkan kepada Ivana.
"****, aku benar-benar ingin pulang sekarang memberikan nya pelajaran, seperti nya yang kemarin masih kurang ya," desis Fathan sambil memandang tajam ke arah ponselnya.
gerak Fathan setelah melihat foto Daniel dan Intan dan Sania sedang bersama dan lebih menyebalkan lagi keduanya terlihat bahagia.
Fathan bahkan melihat foto saat Sania tertawa puas, Fathan baru pertama kali melihat nya dan Fathan marah karena pria lain yang berhasil menimbulkan tawa itu.
Princess nya yang juga tersenyum dengan memegang banyak boneka. Terlihat sekali jika mereka sangat bersenang-senang dan melupakan dirinya.
"argghh."
Bugh
sangking kesal nya Fathan dirinya sampai memukul meja dihadapannya.
__ADS_1
Fathan menelpon Mark dan untung aja Segera diangkat oleh anak itu , jika tidak maka Mark akan menjadi sasaran empuk kemarahan Fathan nantinya.
"What's wrong dad? Daddy baik'- baik saja? tumben sekali menelpon," sahut Mark dari seberang.
"Apa yang kau lakukan sekarang hah!"
"Eh aku tak melakukan apa-apa dad," ucap Mark sedikit panik dan Fathan menyadari nya.
"Mengapa kau gugup? apa yang kau lakukan Mark?"
"Asih kepo, Daddy mau apa sih emang," ucap Mark.
Fathan tersadar tujuan nya menelpon Mark adalah untuk meminta putranya itu menjemput kedua wanita yang dicintainya.
"Jemput mommy mu dan Intan di mall, mereka ada disana, pastikan kau tak membuat mereka terluka," peringat Fathan segera mematikan sambungan nya.
"Lah ngapain jemput, Mereka kan lagi senang-senang, Daddy terlalu berlebihan, posesif amat,"
Fedrick menaikkan alisnya mendengar gerutuan dari Mark.
"Ada Apa?" tanya nya.
"Dad menelpon untuk menyuruh ku menjemput mom dan Intan, untuk saja aku tak ketahuan hampir saja," ucap Mark bernafas lega. Karena Diirinya sekarang sedang berad di markas milik Fedrick.
"Ck merepotkan," ucap Fedrick.
"Tidak Mark gak ngerasa kerepotan, Mark pergi dulu bang," Pamit Mark pada Fedrick dan yang lainnya.
"Lah cepet amat Mark, balapan nya kan entar lagi mulai? gak jadi ikutan?" tanya yang lainnya.
"Lain Kali aja bang," ucap nya.
__ADS_1
Fedrick menghela nafas berat, untung saja Mark adalah adiknya jika tidak pasti dipastikan Mark tak bisa pergi pasalnya Fedrick telah mendaftar kan nama adiknya itu.
"Aku yang yang akan menggantikan nya balapan," seru Fedrick.