Possesive Man

Possesive Man
part 123


__ADS_3

Joice Roxelana, seorang model yang cukup terkenal bahkan dia dijadikan Brand Ambassador Balenciaga dan juga Luis Vuitton.


Gadis itu biasanya dipanggil dengan nama Joy oleh teman-temannya dan juga orang tuanya.


Joice tinggal sendiri di apartemen yang cukup luas untuk dirinya seorang. Orang tuanya tinggal di Kanada untuk mengurus perusahaan mereka disana.


Joice pernah disuruh untuk melanjutkan perusahaan tersebut tapi karena Joice menyukai modelling dia mengurungkan niatnya dan beruntung sekali dirinya tidak dipaksa oleh orang tuanya.


Akhir-akhir ini Joice merasa tidak tenang karena merasa dirinya sedang diawasi. Entahlah Joice bahkan mendapatkan bunga Peony beserta surat dan juga beberapa hadiah serta coklat di depan apartemennya.


Joice menganggap itu dari fansnya, tapi beberapa kali kirimannya sama dan tak Lupa dengan setangkai bunga Peony dengan warna berbeda setiap paginya.


Lagipula tempat tinggalnya adalah privasi, bagaimana bisa fansnya tau jika dia tinggal disana. Hal itu membuat Joice tidak nyaman dan berencana pindah.


Joice tidak membeli rumah untuk di tinggali karena rasanya Sangat sepi jika dia hanya tinggal sendiri nanti dirumah itu walaupun di apartemen pun sama saja, juga suasananya j pasti berbeda akan berbeda.


Joice dibantu oleh asistennya membereskan barang-barangnya. Dia sudah tekad untuk pindah dari sana. Joice tidak ingin diganggu dia juga butuh waktu sendiri dan privasinya.


"Annyeong," teriak Miranda dari luar. Miranda adalah sahabat Joice dia bekerja sebagai host.


"Oh sudah datang, tolong bantu aku," ucap Joice yang sedang merapikan barang-barang-nya.


"Tentu, aku ingin makan makanan Korea setelah ini," balas Miranda sambil menaik turunkan alisnya.


"Yaya, aku yang traktir," ucap Joice mengerti.


"Ah apa kau yakin dia tidak akan mengganggumu setelah ini, kurasa tidak akan semudah itu Joice," jelas Miranda.


"Kenapa kamu bisa berbicara begitu," bingung Joice.


Miranda berdecak. " Tentu saja, bahkan dia tau kau tinggal disini pasti dia memiliki koneksi dan sepertinya dia juga orang berpengaruh,"


"Jangan menakutiku,"


"Aku tidak menakutimu Joy, oh ayolah kau tinggal saja dirumahku lagipula disana akan aman nantinya, aku akan meminta ayah untuk menambah keamanan," ajak Miranda.


Joice menggigit bibirnya kecil, benar juga apa yang dikatakan oleh Miranda. Lagipula dia juga tidak akan merasa kesepian nantinya.


"Baiklah," ucap Joice bersemangat yang diikuti oleh Miranda sambil berlari memeluk Joice.


"Astaga, Miranda jangan terlalu erat akau tak bisa bernapas," pekik Joice.


"Miranda hanya menyengir tidak jelas dan melepaskan pelukannya.


"Maaf Joy, aku terlalu bersemangat. Eum sebaiknya kita makan aku sudah lapar soal barang-barangmu biar orang ayahku yang membereskannya."


Joice mengangguk dia juga sudah merasa cukup lelah.

__ADS_1


Tanpa mereka berdua sadari, Saat mereka keluar untuk makan dibalik pohon yang ada didepan rumah Joice, seseorang sedang memperhatikan ke arah mereka, ah tidak lebih tepatnya ke arah Joice.


"Aku sudah tidak sabar honey, aku sangattt tidak sabar, kau hanya untukku seorang," desisnya sambil menyeringai.


Pria itu memetik satu persatu kelopak bunga Peony pink sampai habis dan membuang tangkainya.


"You are mine,"


***


"Astaga ini sangat enak," gumam Miranda.


"Kau benar,aku sangat menyukainya,"


Saat mereka sedang berdua sedang asik makam beberapa wanita datang menghampiri mereka.


"Oh maaf apa kau adalah Joice Roxelana," ucap salah satu gadis disana dan Joice mengangguk sambil tersenyum.


"Astaga aku tidak percaya ini," pekik gadis yang lainnya.


"Maaf , apa kami bisa berfoto sebentar saja," capnya takut-takut atau mungkin malu.


"Tentu," ucap Joice berdiri dan meminta Miranda untuk memoto mereka.


"Terimakasih banyak, ucap mereka yang diangguki oleh Joice.


"Ah Joice sangat cantik,"


"Aku akan menunjukkan ini nanti pada teman-teman ku mereka pasti akan iri ,"


Joice menggeleng-gelengkan kepalanya melihat para gadis tersebut.


"Wow, mereka cukup baik," ucap Miranda.


"Tentu saja mereka kan fansku," balas Joice


"Ya terkadang ada yang benar-benar terobsesi . Kau tau ada seorang aktris China diculik fansnya sendiri . sangat mengerikan bukan," ucap Miranda .


"Kapan, kenapa aku tidak tau soal itu. Jangan berbohong dan membual Miranda,"


"Astaga kau tak percaya padaku, itu 2 tahun yang lalu bahkan tak ada kabar Sampai sekarang dan kasusnya malah ditutup,"


"Benarkah, aku tidak tau ada hal semacam itu," Joice jadi sedikit takut.


"Tentu saja ada yang terobsesi, apalagi jika artis itu cantik. Sangat banyak Joy kau kemana saja," Miranda kembali melanjutkan makannya.


Joice terdiam, dia jadi memikirkan hal itu bagaimana jika ada yang terobsesi padanya lalu menculiknya juga.

__ADS_1


Joice menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak boleh berpikiran seperti itu.


"Ada apa," ucap Miranda mengernyit bingung.


"Aku jadi takut, Bagiamana ah tidak aku tidak mau, " Joice memelankan suaranya.


Miranda berdiri dari kursinya dan duduk di kursi sebelah Joice.


"Tenanglah, aku ada bersamamu hanya saja jika kau mau keluar jangan coba-coba pergi sendiri kau sering kali begitu," Miranda merenggut kesal.


"Aku hanya ingin menghirup udara luar, jadwal ku cukup padat dan jarang liburan ya aku membutuhkan refreshing," Joice mencari alasan.


"Apapun itu, dunia luar berbahaya Joy apalagi untuk model terkenal sepertimu. Kau memang memiliki banyak fans tapi kau juga memiliki banyak hatters dan pasti banyak ingin menjatuhkan dirimu," jelas Miranda.


"Aku bisa menjaga diriku Miranda, aku sudah dewasa tak perlu memperingatiku aku sudah tau," balas Joice.


"CK anak ini, dasar keras kepala, ya baiklah terserah mu saja tapi awas saja jika mencari ku nanti," ucap Miranda merajuk.


"Aku hanya bercanda, tidak usah memasang wajah seperti itu kau seperti kain yang tidak digosok saja. Sangat kusut," Joice tertawa pelan.


"Apa katamu, hey aku ini cantik kau tidak,"


"Tentu saja kau cantik jika tampan itu tidak mungkin ,"


"Tapi tetap aku yang lebih cantik darimu," lanjut Joice sambil mengibaskan rambutnya yang membuat Miranda kesal.


"Kenapa aku bisa berteman dengannya," gumam Miranda.


"Sudahlah, ayo cepat makan aku ingin tidur huftt hari ini sangat melelahkan," Joice menghembuskan napasnya kasar.


"Heum, aku juga rindu ranjang empuku, memang benar kamar adalah tempat ternyaman . Aku akan langsung rebahan dan bermimpi indah setelah ini," Miranda mengusap perutnya yang kekenyangan.


"Kau yang bayar ya," Miranda mengedipkan sebelah matanya.


"Heum," Joice segera pergi ke Aksir untuk membayar namun dia mengernyit bingung saat mendengar ucapan kasir tersebut.


"Tidak usah nona, ini sudah dibayar,"


"Siapa yang membayarnya, Miranda kemari sebentar," Panggil Joice.


Miranda menaikkan alisnya pertanda sedang bertanya ada apa.


"Apa kau sudah membayarnya lalu untuk apa memintaku mentraktir mu tadi," dengus Joice.


"Apa maksudmu, aku tidak membayar apapun, lagipula kan kau yang berjanji tadi ingin mentraktirku."


"Lalu siapa yang membayarnya," gumam Joice.

__ADS_1


Joice akhirnya bertanya pada kasir namun tidak menjawab pertanyaan dan hanya memberikan senyuman.


Tbc


__ADS_2