Possesive Man

Possesive Man
part 22


__ADS_3

"Wah, pantesan aja Daddy langsung nyuruh gue kesini, ternyata mereka seperti keluarga Cemara," gumam Mark saat melihat Intan Dan mommy nya kini tengah dengan seroang pria paruh baya yang tak dikenal oleh Mark sama sekali.


Mark segera bergegas kemarin setelah Daddy nya mengirimkan alamat nya, entah dari mana Daddy nya mendapatkan itu.


"Dasar pria tua posesif," kata Mark saat sudah tau maksud Daddy nya.


"Pasti sekarang Daddy sedang mencak-mencak ingin pulang," kekeh Mark sembari menghampiri Intan dan Sania yang masih berdiri di tempat permainan capit boneka.


"Wah, om hebat banget udah dapat banyak boneka, keren banget om, intan sering nyoba bareng teman teman Intan om tapi gak pernah dapet kesal deh," ucap Intan yang didengar oleh Mark .


"AIK banget smale gak nagajak-ngajak Abang kesini," sahut Mark.


"Astaga Mark, kamu bikin mommy kaget aja, kok kamu bisa disini,"


"Iya bang, Intan juga kaget tau, tiba-tiba aja bang Mark nongol," balas Intan.


"Heheh, tadinya mau keliling mall aja sekalian cuci mata eh liat kian disini," ucap Mark berbohong.


"Oh gitu, liat deh bang om Daniel jadi banget main mesin capitnya," seru Intan antusias sambil menunjukkan boneka yang didapatkan oleh Daniel.


"Gitu doang, gampang , abang juga bisa," ucap Mark.


"Kalo gitu ayo bang intan mau liat, Bang Mark lebih jago dari om Daniel atau enggak,"


Mark menatap Daniel dengan senyum sinis. gantengan juga Daddy, enak aja dia mau cari perhatian adek gue sama mommy." batin Mark.


"Ini sayang koinnya," ucap Sania dan dengan senang hati Mark mengambil nya.


Mark tertawa kecil dalam hati melihat kebingungan Daniel, apalagi dirinya yang memanggil Sania dengan sebutan mommy.


"Aku hanya tau jika anakmu perempuan," bisik Daniel yang hanya dibalas senyuman oleh Sania.


"Dek, kamu mau yang mana?" tanya Mark.


"Em intan mau yang warna biru itu, boneka kelicinya Intan belum ada bang,"


"Oke,"


Percobaan pertama Mark gagal.


"Hem itu cuma latihan kok," ucapnya lalu memasukkan koin lagi.


Tali lagi dan lagi Mark gagal, dia memang tak pernah melakukan ini sebelumnya dan dia mengira jika ini adalah permainan yang mudah. Jika begini dia akan malu terhadap Daniel, mana dia sudah menyombongkan dirinya.


"Sekali lagi," ucap Mark memfokuskan dirinya.

__ADS_1


"Arghh kok sudaha banget sih," geram Mark yang sudah tersulut emosi. Dia sudah cukup sabar dan kini kesabaran nya sudah habis.


"Gapapa Mark, cuma permainan kok lagian Intan udah ada banyak tuh," ucap Sania menenangkan. Sedari tadi mereka hanya memperhatikan Mark bermain.


"Iya bang bener kata mom, emang rada susah Intan juga kesal Kalo main ini,"


"Gak bisa, koinnya,' pinta Mark.


Dia harus mengalahkan mesin itu, dan mendapatkan boneka yang dipinta oleh Intan.


"Koinnya tinggal satu Sayang," ucap Sania memberikan koin terakhir nya.


Mark menarik nafasnya dalam dan memusatkan pandangan pada boneka yang ditujukan oleh Intan tadi.


"Lu bisa Mark, ayo dong,"


"Argghh ****," Mark kesal dan menendang mesin nya.


"Eh Mark jangan gitu," ucap Sania.


"Gak bisa mom, Mark harus coba lagi sampai bisa pokoknya," sahut Mark keras kepala.


"Hehe bang Intan udah laper,sin kali aja ya kita makan dulu," ucap intan, jika dibiarkan bisa-bisa nanti mereka sampai malam disini.


Sania terkekeh dan menggeleng kan kepalanya melihat itu," Udah-udah, kita makan dulu oke,"


"Huft iya mom," pasrah Mark.


"Apa lit-liat," ucap Mark yang lihat tatapan Daniel yang mengejek nya.


"Dasar tidak sopan," ucap Daniel.


***


"Mukanya kok masih murung aja sih, gak usah dipikirin sayang,itu cuma permainan, ucap Sania.


"Mark masih kesel mom, dan sekarang tambah kesal karena dia ada disini. Kenapa dia harus ikut sih,"


"Kenapa? Meraka saja tidak keberatan,. jika kamu tak suka kamu bisa pergi, " ucap Daniel.


"Enak aja Lo, beraninya Lo ngusir gue, gak tau lu Daddy gue siapa,"


"Siapa? saya tidak takut, bawa Daddy mu kemari dan mengadulah padanya,"


"Mark," peringat Sania menggeleng kan kepalanya.

__ADS_1


Sania mengusap punggung Mark memenangkan. "Jangan berantem, tuh kita diliat orang, kamu juga gak boleh ngomong gitu sama yang lebih tua, gak sopan," ucap Sania dengan lembut.


"Huft oke," ucap Mark, dia tak bisa menolak permintaan dari mommy nya itu.


Mark kembali menoleh pada Intan yang kini tengah menusuk-nusuk tangan nya dengan jari mungil gadis itu.


"Apa dek,"


"Ikut Intan bentar yuk," ajak Intan langsung menggandeng Mark .


"Eh mau kemana, Makanan nya bentar lagi Dateng,"


"Sebentar aja mom urusan anak muda," balas Intan.


"Kenapa sih dek," ucap Mark saat Intan membawanya keluar dari tempat makan Mereka.


"Bang Mark kesal yah, Abang gak suka sama om Daniel?" tanya Intan serius.


Mark menaikkan alisnya, dia tak menyangka intan akan bertanya seperti itu. Apa Intan tak suka akan sikap nya tadi lada pria itu, Mark tak mau Intan Marah pada nya apalagi ini hanya karena menyangkut Daniel.


"Iya," jujur Mark.


Intan bersorak dan mengajak Mark untuk melakukan tos.


"Hah kenapa sih dek, kamu kerasukan apa sih tiba-tiba heboh gini, tapi biasanya juga heboh sih,"


"Hehe intan juga gak suka sebenernya tau sama om Daniel, nah kita satu tim bang,"


sahut Intan.


"Wah benarkah, baguslah kalo begitu," senang Mark.


"Aku gak suka om itu dekat dekat sama mommy, tadi aja selalu ngegoda mommy intan dijadiin nyamuk. Intan gak mau kalo om Daniel sama mommy Karena intan maunya sama Daddy Fathan," jelas intan.


"Terus siapa tadi yang seenang karena dapet boneka dari dia,"sindir Mark.


"Hehe ya anda intan nolak sih bang, kan intan suka boneka," ucap Intan menemapilkan deretan giginya menyengir.


"Hei dasar, adik siapa sih ini gemasin banget," ucap Mark mencubit hidung Intan.


"Aduh sakit Abang, udah ih kita ninggalin mom sama om Daniel cuma berduaan tau, nanti dia ngegoda mommy lagi,"


"Iya bener,yok gak bisa dibiarin itu dek," balas Mark.


TBC

__ADS_1


__ADS_2