Possesive Man

Possesive Man
Part 88


__ADS_3

"Yaudah kalo begitu aku pulang dulu ya Tan," ucap Sania yang melihat Daniel kini sudah siap dengan sweater nya dan menuju ke arah mereka sekarang.


"Ma, aku anterin Sania bentar ya," ucap Daniel pamit pada wanita yang sudah melahirkan kan nya itu.


"Hati-hati pokoknya, mama udha bilang pada bodyguard kamu untuk mengawal kalian dari belakang,"


Diana masih agak trauma, sebenarnya jika bisa, dia tak ingin membiarkan Daniel membawa mobil sendirian lagi, pasal nya mereka juga kan memiliki Supir pribadi di rumah.


Diana masih mengingat jelas bagaimana pihak rumah sakit yang menelpon nya dan mengatakan jika Diana kecelakaan mobil saat itu.


Membuat Diana shock berat saat mengetahui putra nya satu-satunya mengalami kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawa nya.


Bersyukur nya Diana masih diberikan kesempatan untuk bersama dengan Daniel.


Daniel bisa pulih kembali dan melakukan aktivitas yang seperti biasa nya pria itu lakukan.


"Pokok nya harus hati-hati ya, jangan ngebut ngebut bawa nya, mama gak mau dengar lagi berita buruk tentang mobil okey," ucap Diana yang membuat Daniel mengangguk mengerti dan memeluk tubuh nya mama nya tersebut.


Pria itu mengelus bahu Diana dengan lembut untuk mengurangi kegundahan hati dari Diana.


Dia tau perasaan dari wanita itu sekarang, pasti merasa khawatir dengan keadaan nya.


Daniel merasa bersyukur karena memiliki Diana yang selalu perduli pada nya dan mengerti akan dirinya. Hanya Diana yang bisa mengerti akan hal tentang nya.


Sania memandang haru interaksi antara ibu dan anak itu. Hati nya menjadi menghangat. Dia menjadi merindukan Intan sekarang dan ingin memeluk putri nya yang merupakan penyemangat nya dengan erat.


"Yaudah sana, nanti Sania nya jadi kelamaan pulang nya," ucap Diana yang melepaskan pelukan nya.


Sania lantas mendekati Sania dan ikut menyalim wanita itu.


"Kabrin kalo udah nyampe ya," pinta Diana.


Karena sebuah kabar itu sangat lah penting .


"Pasti tan," ucap Sania yang kini mengekori Daniel yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam mobil.


"Dah, kapan-kapan main lagi kesini ya, jangan bosan - bosan," ucap Diana seraya melambaikan tangan nya yang dibalas oleh Sania.

__ADS_1


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya perlahan meninggalkan pekarangan rumah milik Daniel dengan diikuti oleh dua mobil bodyguard yang mengawasinya dari belakang.


Seperti nya Diana memang makan sangat khwatir dengan keadaan nya sampai menyuruh dua orang untuk mengawal nya.


"Bener kamu gapapa kan, kalo enggak suruh tukar aja nyetir nya sama bodyguard kamu yang di belakang," ucap Sania yang juga merasa sedikit khwatir.


"Aku benar-benar tidak apa-apa Sania, kamu tidak perlu panik, aku akan mengantar mu Sampai ke rumah mu dengan selamat," ucap Daniel menenangkan dan memberikan kepercayaan pada wanita itu.


"Maaf, u hanya khawatir saja," balas Sania yang membuat senyum Daniel merekah karena merasa senang dikhawatirkan oleh Sania.


Itu artinya wanita itu peduli terhadap nya.


"Alamat nya yang ini ya," ucap Sania memberikan ponsel nya pada Daniel yang sedang menampilkan google map menuju ke rumah nya,"


"Apa intan sudah ada di rumah?" tanya Daniel yang juga merindukan anak ceria itu.


Daniel juga menyukai Intan karena sedikit mirip dengan wajah Sania serta tingkah nya yang selalu lucu dan aktif.


"Sudah, aku sudah menghubungi nya lewat chat tadi," jelas Sania.


Dia juga ingin dekat dengan putri Sania, jika dia bisa dekat dengan Intan itu akan memudahkan langkah nya untuk mendapatkan Sania karena sudah mendapatkan restu sepenuh nya.


Meski bingung apa tujuan Daniel menanyakan tentang apa makanan yang disukai Putri nya tetap mengatakan apa yang telah di tanyakan oleh pria itu.


"Intan mah apa saja dia suka, dia itu suka makan apalagi mengemil dan juga suka makanan manis," jelas Sania yang membuat Daniel mengangguk-anggukan kepala nya seraya mendengar kan penjelasan Sania dan merekam semua makanan itu dalam kepala nya.


Di pertengahan jalan Daniel tidak mengikuti maps membuat Sania membulatkan mata nya karena dia pikir jika Daniel tidak memperhatikan Google maps nya.


"Eh, kita sudha salah jalur Daniel, kita harus pulang balik lagi," ucap Sania.


"Aku ingin membeli brownies sebentar," ucap Daniel memberhentikan mobil nya di depan toko brownies langganan nya.


Daniel sudah sangat sering kesana dan rasa nya juga tak perlu di ragu kan lagi karena pasti akan membaut ketagihan dan pas di lidah apalagi yang pencinta manis.


"Kamu tunggu aja di mobil, biar aku yang masuk ke dalam," ungkap Daniel segera turun dari mobil tanpa mendengar kan protesan dari Sania.


Sania yang ingin ikut turun akhirnya membuka pintu mobil namun tidak bisa dibuka karena Daniel mengunci nya dari luar.

__ADS_1


Sania mengembuskan nafas nya pasrah sekarang, terserah pria itu saja lah.


Tak beberapa lama menunggu akhirnya pria itu akhirnya datang juga dengan membawa pesanan yang di bawa.


Daniel terkekeh geli melihat raut wajah Sania yang terlihat kesal dan Daniel tau apa alasan nya. Pasti karena dia sudah meninggalkan wanita itu dalam mobil sendirian.


"Maaf, aku hanya tidak ingin kau lelah," ucap Daniel.


"Lelah bagaimana, tempat nya dekat ko," ucap Sania.


Dan lagi pria itu malah menghawatirkan Sania bukan nya menghawatirkan diri nya sendiri. Sania menjadi tidak habis pikir.


"Aku membeli nya untuk Intan, semoga saja dia suka ya," ucap Daniel seraya menatap brownies coklat dan stroberi yang sudah di belikan nya.


"Jadi kamu membelikan nya untuk Intan, kamu seharusnya tidak perlu repot-repot begitu," ucap Sania


"Tidak apa-apa, masa aku datang hanya Dengan tangan kosong saja," ucap Daniel.


"Baiklah, terimakasih ya Daniel, maaf membuat mu selalu repot," ucap Sania.


"Sama - sama dan lagi aku sama sekali tidak direpotkan dengan hal ini," balas Daniel.


Karena Memang dia melakukan ini dengan sangat senang hati tak ada paksaan sama sekali.


"Oh iya, kamu masih bikin kue kan?" tanya Daniel.


Dia ingin memesan kue buatan wanita itu lagi. Karena Daniel sudah lama tidak memakan nya lagi dan Daniel teramat rindu dengan kue buatan Sania yang selalu candu dan pas di lidah nya.


"Masih, aku masih tetap melanjutkan nya," ucap Sania.


"Kalo begitu aku pesan seperti yang biasanya ya, tak perlu terburu-buru, karena aku akan menunggu," ucap Daniel.


Mata Sania berbinar karena pesanan Daniel selalu banyak djs merupakan pelanggan setia.


"Tentu saja, aku akan segera membuat kan nya dan langsung mengantar nya," seru Sania yang kini bersemangat


TBC

__ADS_1


__ADS_2