Possesive Man

Possesive Man
Part 98


__ADS_3

"Wih semangat banget Lo kayak nya bos," ucap salah satu anggota geng Fedrick yang melihat binar kebahagiaan di wajah Fedrick yang biasanya suram dan masam. Fedrick bahan bersiul-siul sendiri.


Pria itu kini tengah berada di markas mereka. Markas itu sebenarnya adalah sebuah rumah yang cukup besar dan banyak kamar di sana. Itu adalah milik nya sendiri.


Fedrick membeli nya dari hasil tabungan nya dan meminta bantuan pada Athan untuk menambahi biaya membeli rumah itu yang didekor menjadi markas the boys.


Markas itu telah menjadi rumah kedua untuk nya dan bahkan untuk anak-anak geng lain nya.


Baju-baju mereka juga begitu banyak dalam markas ini karena terkadang sering kali untuk menginap di sana.


"Hem, suasana hati gue lagi bagus sekarang, pesan gofood gih gue yang bayar," ucap Fedrick yang membuat mereka yang ada disana bersorak ria.


Siapa yang akan melewatkan kesempatan itu. Marcel lah yang paling semangat. Pria itu langsung tertawa bahagia karena dia tak perlu mengeluarkan uang nya hari ini.


"Pake hape Lo bos," ucap Marcel yang langsung diberikan oleh Fedrick.


"Nih," Fedrick melemparkan handphone milik nya yang dengan sigap langsung ditangkap oleh Marcel.


Marcel yang terlebih dahulu melihat dan memesan menu nya. Jika hal yang begini, Marcel tidak mau kalah dan dia yang selalu menjadi yang pertama.


"Mau apa gays, " ucap Marcel.


Marcel memberi kan ponsel nya pada yang lain agar mereka memesan sendiri menu apa yang mereka inginkan.


Fedrick mengeryit kan Kening nya melihat Steven yang tengah menutup wajah nya dengan kedua tangan nya di kursi sofa yang agak jauh dari anak-anak lain nya.


"Kenapa tuh bocah?" tanya Fedrick.


"Biasa, masalah cewe," sahut Daffa.


Fedrick mengangguk kecil, semua sudah tau bagaimana Steven yang begitu bucin lada pasangan nya. Meski pria itu tak pernah membawa dan mengenal kan kekasih nya tapi karena Steven begitu sering menceritakan kekasih nya maka dari itu mereka semua tau.


"Keenan? dia tidak ada?"


"Udah pulang bos, kangen emak nya, " kekeh mereka.

__ADS_1


Fedrick akhirnya menghampiri Keenan yang masih di posisi nya terbaring di kursi seraya memejamkan mata nya.


"Woy," Fedrick melemparkan bantal kecil yang tepat mengenai ke arah Steven.


Steven menurunkan tangan nya dari wajah nya untuk melihat siapa yang berani menganggu nya.


"Oh elo bang, gue kira siapa," ucap Steven kembali memejam kan mata nya.


"Kenapa sih, Lo ada masalah,"


"Hem," jawab Steven.


Fedrick berdecak malas. "Bangun Lo, mending temenin gue main catur dari pada nge galau," ucap Fedrick.


"Malas, ajak yang lain," tolak Steven. Dia sedang tidak ingin melakukan apa-apa saat ini.


Ikut gue," ucap Fedrick dan Steven mengangguk mengerti jika Fedrick ingin berbicsra serius tanpa ada yang mendengar nya selain mereka saja.


Fedrick membawa pria itu ke ruangan yang hanya bisa dimasuki oleh nya. Anak-anak geng nya yang tidak pernah dibawa nya kesana tidak tahu jika ada ruangan itu.


"Kenapa lagi sama cewe Lo, mending putusin aja, Lo udah bulol,"


Steven memandang tajam pada Fedrick yang melihat nya dengan santai.


"Sembarangan, gua gak mau," ucap Steven tidak terima.


"Gue gak mau wakil ketua the boys jadi lemah hanya gara-gara masalah cewe kaya begini," ucap Fedrick yang kini berbicara dengan serius. Wajah pria itu kembali datar.


Fedrick tidak masalah jika anggota nya memiliki pacar, hanya saja pria tou tidak suka jika mereka membawa maslah hati di markas.


Jujur saja Fedrick sudah jengah melihat Setven yah sering kali uring-uringan dengan masalah gadis nya.


Pernah perfoma Steven menurun san begitu emosi an jika sedang ada malah dengan cewe nya.


Kentara sekali jika kekasih gadis itu adalah kelemahan dari wakil ketua the boys itu.

__ADS_1


"Gue gak lemah," tekan Steven.


"So what, kelemahan Lo adalah pacar lo. Gue cuma takut jika musuh kita tau gak itu Steven. Kau tau banyak yang tidak menyukai kita apalagi geng sebelah yang selalu mencari masalah. Lu gak khawatir jika ada terjadi apa-apa sama cewe Lo."


"Kalo sampai musuh tau kelemahan Lo, cewe Lo bisa aja jadi korban nya. Lo harus mikir itu, gak seharusnya lu kasih tau itu di geng kita, tak ada yang bisa dipercaya sepenuhnya Steven. Untung saja kau tak membawa gadis mu kemari jadi tak ada yang mengenalinya," jelas Fedrick panjang lebar.


Dia sudah cukup belajar di perusahaan nya, seperti Daddy nya yang begitu mempercayai seseorang di kantornya dan malah orang dalam itu yang malah menusuk nya dari belakang.


Steven terdiam, Fedrick benar. Orang terdekat bisa jadi orang yang akan membahayakan kita.


"Gue ngerti Lo sayang sama cewe Lo, but disini lo harus bisa kontrol itu, jangan begitu kentara atau mereka akan mencari cewe lu,"


"Gue merasa ada yang berkhianat Disni stev, lu tau kan kegiatan kita selalu diketahui musuh akhir- akhir ini,"


Steven mengangguk, Mereka memang kerap kali di jumpai oleh musuh dan diajak untuk bertengkar. Bahkan beberapa anak geng yang lain diikuti dan dikeroyok.


"Lo tau kan maksud gue apa?" tanya Fedrick.


"Jadi di geng kita maksud Abang ada yang mata-mata gitu, tapi anggota disini udah pada lama semua bang,"ucap Steven.


"Tak ada yang tak mungkin Steven, gue sedang mengawasi beberapa orang. Berhati-hati lah jika ada hal yang penting, gue takut ada apa-apa," ucap Fedrick.


"Abang Bener, itu adalah salah satu alasan gue nutupin ini dari Aya, tali sekarang dia udah tau dan kerap kali dia ngotot pengen ikut sama gue bang," adu Steven.


"Lo gak boleh bawa dia kesini, itu terlalu beresiko. Cukup dengan dia tau aja dan jangan sampai lu kenalin dunia ini lada dia," peringat Fedrick.


"Iya bang, thanks udah ngingetin gue," ucap Steven.


"Sudah seharusnya gue lakuin," ucap Fedrick.


"Gue mau Lo dan Mark bantu gue buat awasin yang lain nya. Gue meragu kan beberapa anak-anak tapi gue gak bisa asal nuduh gitu aja karena ada juga yangs setia. so gue mau liat siapa aja yang setia dan yang mana yang pemberontak disini," ucap Fedrick.


Fedrick mulai membicarakan semua rencana nya pada Steven.


Steven dengan seksama mendengar kan apa yang dikatakan oleh pria itu. Semoga saja semua nya berjalan dengan lancar dan tak ada lagi masalah lai nya.

__ADS_1


__ADS_2