Possesive Man

Possesive Man
Part 97


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu, banyak hal yang sudah terjadi. Semuanya dilewati dengan baik dan Fathan masih bertahan Sampai sekarang.


Akhirnya Fathan bisa juga menhela nafas lega, beban di pundak nya akhirnya terangkat. Pria itu sudah menyelesaikan semua masalah nya di kantor. Butuh waktu lama memang namun urung saja masih bisa diselamatkan. Entah bagaimana kacau nya dia jika perusahaan yang dia bangun dengan kerja keras nya bangkrut begitu saja.


Dan sekarang Semuanya sudah stabil begitu pun dengan keuangan kantor nya. Orang yang sudah menggelapkan dana perusahaan nya juga sudah ditangani dan dipenjara. Dan ternyata memang benar, orang dalam. Salah satu direksi di kantor nya lah yang melakukan hal itu.


Bersyukur nya dia memiliki empat anak yang sudah membantu semau pekerjaan nya. Keempat nya tidak membiarkan nya sendirian. Sungguh tak dapat Fathan pungkiri dia begitu bangga memiliki mereka.


Fathan ingin menjadi versi tebaik untuk keempat putranya, sebisa mungkin dia akan mendukung dan memperhatikan semua putranya itu.


Entah kemana dia selama ini yang acuh tak acuh pada mereka. Fathan berpikir jika putra nya membenci nya rupanya tidak sama sekali.


Fathan memang mengajak merkea untuk berbicara dan meluruskan semuanya. Dan Fathan begitu senang saat Fedrick dan diri nya juga sudah berbaikan kembali.


Ada hal yang lebih penting lagi. Fedrick membebaskan nya untuk menikah. Sungguh di luar dugaan sekali bukan.


"Daddy tidak menjemput mereka?" tanya Fedrick.


Pria itu sedang berada berdua saja dengan Fathan di ruang keluarga.


Saudara nya yang lain sedang keluar entah kemana dan Fedrick tidak terlalu peduli.


"Secepatnya," ucap Fathan meminum alkohol yang sedang di tangan nya.


Fedrick lantas menuangkan alkohol kembali ke gelas Fathan saat milik Daddy nya itu sudah habis.


"Thanks," ucap Fathan sambil mengajak Fedrick untuk cheers.


Fathan memang tidak melarang mereka untuk meminum alkohol asl tidak terlalu banyak saja. Lagipula mereka sudah 18 taun ke atas jadi terserah mereka saja


Kecuali Mark, Fathan belum mengijinkan nya karena pria itu belum lulus SMA walaupun sebentar lagi pria itu akan hengkang dari sana karena akan segera ujian kelulusan.


Athan juga tidak meminum nya karena dia adalah dokter dan sering kali pria itu menasehati dan memarahinya tapi Fathan tidak menghiraukan nya karena dia sudah tak bisa lepas dari minuman beralkohol itu.


Dan apabila terjadi sesuatu karena kebanyakan meminum minuman itu, disaat itu lah Athan berguna, jadi tak ada yang perlu di takut kan nya.


"Apa alasan mu akhirnya menyetujui Daddy menikah, Daddy ingat kau begitu membenci Sania dan juga Intan," ucap Fathan.


Tak jarang Farhan menangkap bagaimana cara Fedrick menatap Sania dan juga Intan serta perkataan kasar lainnya yang di ungkapkan oleh Fedrick yang menorehkan luka di hati kedua wanita yang di cintai nya.

__ADS_1


Fedrick berdehem sebentar.


"Aku menyetujui nya bukan berarti aku suka dengan mereka hanya saja jika kebahagiaan Daddy ada pada mereka ya udah. "


"Aku tidak mau egois dengan menghalangi yang aku suka, karena aku pernah merasakan hal itu bagaimana Daddy membantah keras dengan aku yang ikut geng motor yang aku sangat sukai, rasanya sungguh tidak enak. Aku baru menyadari nya, maaf dad," ucap Fedrick dengan panjang lebar.


Fathan speechless. Karena bisa dibilang itu adalah kalimat terpanjang yang pernah Fedrick katakan kepada nya.


Benar juga kata pria itu, sangat tidak menyenangkan jika apa yang begitu kita sukai dilarang oleh orang lain apalagi jika dengan orang terdekat kita.


"Maaf Daddy hanya tidak ingin kau dan Mark terjerumus karena geng motor itu," ungkap Fathan dengan jujur.


Karena begitu banyak sekarang yang hanya membuat keributan dan resah warga.


"Aku tidak akan melewati batas dad, aku juga akan mengawasi Mark," ucap Fedrick.


"So, apa kau benar-benar serius Jiak Daddy bersama dengan Sania. Daddy tak ingin mendengar kata kata sampah mu lagi pada Mereka. Daddy tidak akan segan untuk memberi mu pelajaran untuk itu,"


Fedrick mendengus, tetap saja posisi mereka lebih tinggi daripada dirinya.


"Heum, aku tak akan melakukan nya lagi," ujar Fedrick.


Bukan salah mereka karena Daddy nya lah yang menginginkan dan menahan mereka.


Fedrick akan melupakan dendam nya karena tak akan ada gunanya dan malah membuat semua nya akan menjadi runyam.


Biarkan saja apa yang akan dilakukan Fathan. Dia lebih senang jika keluarga nya baik'- baik saja.


"Boleh kah aku memanggilnya mom juga?" tanya Fedrick.


Dia juga ingin sekali, dia iri dengan saudara nya yang dapat memiliki sosok ibu, Fedrick juga mau merasakan nya.


Fathan terkejut mendengar permintaan Fedrick.


"Kau bilang apa tadi?" tanya Farhan seakan tidak percaya.


"Tidak jadi , lupakan saja," ucap Fedrick.


Dia Sudah susah-susah mengumpulkan keberanian nya mengatakan hal itu serta membuang gengsi nya juga jauh tapi Fathan malah mengulang nya lagi.

__ADS_1


Fedrick malu mengatakan nya untuk yang kedua kali apalagi melihat tatapan pria itu yang sekarang malah terlihat seperti menggoda dan menjahili nya.


Fedrick mendelik kesal. "Sudah lah, aku mau keluar dulu bertemu dengan teman-teman ku," ucap Fedrick.


Fathan menggelengkan kepala nya melihat telinga Fedrick yang memerah. Seperti nya ptia itu memang malu


"Nanti Daddy bakal jemput, langsung panggil saja dengan sebutan mommy,"ucap Fedrick mengedipkan sebelah mata nya.


"Cih, nanti-nanti, dari beberapa bulan lalu Daddy selalu mengatakan hal itu tapi lihatlah. sampai sekarang Daddy tak menjemput mereka," dengus Fedrick.


Dia sudah muak mendengar Fathan yang selalu mengatakan akan menjemput Sania dan juga Indah tapi tak pernah dilakukan.


"Sebentar lagi," ucap Fathan tersenyum miring.


"Hem,"


"Ah Mark dan Intan akan lulus bersamaan right, so mereka akan dad sekolah kan dimana?" tanya Fedrick.


"Sama dengan mu, agar kau bisa mengawasi mereka berdua," ucap Fatah yang diangguki oleh Fedrick .


"Sudah bagaimana dengan kuliah mu itu,"


"Sejauh ini masih lancar, Daddy tak perlu mengkhawatirkan kan ku, aku ini pintar," ucap Fredrik mengangkat dagunya.


"Cih sombong sekali," ucap Fathan.


Fedrick mengedikkan bahu nya dan mengambil kunci motor yang berada di meja.


"Aku pergi," pamit Fedrick.


Pria itu memutar-mutar kunci nya seraya bersenandung kecil.


Sudah lama dia tak merasa kan kegembiraan yang seperti ini


"Hati-hati," teriak Fathan yang diancungi jempol oleh Fedrick.


Fathan tersenyum melihat nya, dia berharap semua nya akan selalu seperti ini.


Keluarga nya yang kembali menjadi hangat dan akan menjadi lengkap sebentar lagi.

__ADS_1


"Aku senang sekali," ucap Fathan yang kini memejamkan mata nya.


__ADS_2