Possesive Man

Possesive Man
part 23


__ADS_3

"Makasih yah udah temenin om beli kado nya," ucap Daniel sambil tersenyum.


"Iya om, " sahut Intan singkat.


"Yaudah ok anter kalian pulang sekarang," ucap Daniel.


"Tidak usah, mereka sama saya," ucap Mark.


"Tidak bisa, mereka datang bersama say dan mereka harus pulang bersama saya juga," jawab Daniel dengan sengit.


"Kami bareng bang Mark aja om," ucap Intan yang sedari tadi diam.


Daniel menoleh ke arah Sania meminta pendapat wanita itu.


"Saya ngikut intan saja, lagipula gak enak ngerepotin," ucap Sania tersenyum.


Mark tersenyum miring saat melihat Daniel yang sedikit kesal namun memaksakan senyuman nya pada Sania.


"1 sama," ucap Mark pada Daniel lalu segera mengajak kedua wanita yang disayanginya untuk pulang.


"Mom kenal dia udah lama ya," ucap Mark sembari menyetir.


"Lumayan, dia pelanggan setia mom dia sering beli kue sama mommy," jawab Sania.


"Tapi kan Daddy udah larang mommy jualan sendiri,"


"Iya itu kan dulu, mommy sempat janji sama Daniel kalo Intan bantuin beliin kado buat keponakan nya."


"Kalo kata Jessie itu mah modus mommy," sahut Intan.


Mark tertawa mendengar nya. "Pinter sekali adik abang ini,"


"Mom, sekedar info Daddy sudah tau tentang kepergian kalian bersama Daniel, Daniel itu," ucap Mark.


Sania menegang dan Mark melihat nya dari kaca.


"Daddy marah gak ya," ucap Intan sedangkan Mark mengedikkan bahunya.


Dia sudah tau jika menyangkut apapun milik Daddy nya maka Fathan tak membiarkan nya.


***


setelah Mark pulang dari rumah mereka, Sania kepikiran dengan apa yang dikatakan oleh anak itu.


"Mampus kau Sania," gumamnya.

__ADS_1


Padahal Fathan selalu memeringati dirinya untuk tak berdekatan dengan pria lain, terakhir kali Fathan melihat nya bersama Daniel, Fathan memukul Daniel hingga babak belur dan marah padanya.


"Dahlah pasrah aja," ucap Sania merebahkan dirinya.


Dia menunggu pesan dari Fathan seperti biasanya. Namun tak kunjung ada padahal satu malam tak pernah terlewatkan untuk menghubungi dirinya.


Hingga ponselnya berdering dan Sania antusias Namum senyuman nya harus luntur karena bukan Fathan yang menelepon.


"Untuk apa Ibu Daniel menelpon ku,"


Sania sebenarnya enggan untuk mengangkat nya, apalagi mengingat pertemuan terakhir mereka yang membiarkan hubungan nya dengan Daniel, dia tak mau dijodoh-jodohkan.


Sania membiarkan ponselnya berdering sampai panggilan nya berakhir dia tak mengangkat nya. Namun beberapa kali ibunda Daniel tak menyerah dan alhasil dirinya mengangkat nya.


"Nak Sania," ucap Diana sang ibunda Daniel dengan nada yang panik.


"Ada apa Bu, kenapa? tanya Sania yang ikutan panik karena mendengar deru nafas dan juga tangisan dari wanita paruh baya itu.


"Daniel kecelakaan Sania hiks bisakah kamu kesini, tadi dia sempat Sadar dan hanya menyebut namamu," ucap Diana dengan nada yang sarat akan permohonan.


"Astaga, aku akan kesana secepatnya Bu tolong kirimkan alamat rumah sakit segera," balas Sania dan mematikan sambungan panggilan nya.


Dirinya bergegas kekamar intan.


"Intan," panggil Sania .


"Mommy harus kerumah sakit sayang,mommy akan minta Mark jemput kamu, kamu nginep bareng Abang kamu dulu ya,"


"Siapa yang sakit mom,mommy sakit kah, mommy sakit apa?" tanya Intan beruntun Bahkan kini intan meninggalkan tugas Yang sedang dia kerjakan.


"Mom tak apa, om Daniel kecelakaan sayang jadi mommy harus kesana,"


"Kenapa harus mom dan kenapa harus malem kan bisa jenguk besok lagian kan ada keluarganya," sahut Intan.


"Udah kamu jangan banyak ngomong lagi sayang beresin baju kamu sama buku kamu sekarang," pinta Sania.


Intan mengangguk pasrah dan Sania menghubungi Mark agar segera datang.


"Kamu jangan nakal yang disana, jangan terlalu merepotkan mereka ya sayang," ucap Sania mengusap kepala putrinya.


Kini mereka berdua sudah berada di depan rumah untuk menunggu Mark. Sania tak mungkin langsung meninggalkan Intan sendirian sebelum Mark datang.


Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Mark datang juga.


"Mom mau Mark anter?" tanya Mark. sebenernya dia tidak suka dengan kepergian Sania untuk menjenguk Daniel. Tapi dia juga tak berhak melarang wanita itu untuk sekarang karena. Sania belum resmi menjadi Mommy nya .

__ADS_1


"Boleh Mark, maaf mommy ngerepotin kamu," ucap Sania.


***


"Apa yang dia pikirkan," ucap Fathan dengan nada yang jengkel.


"Tidak bisa dibiarkan," geram Fathan.


Dirinya kembali dirundung rasa amarah saat mendapat kan info dari Mark jika wanita nya sekarang tengah pergi menemui orang lain.


Farhan mendecih memikirkan nya, Sania menghawatirkan pria itu sampai malam-malam wanita itu rela segera kesana. Tak cukupkah Sania membuat nya terbakar rasa cemburu.


Belum lagi dia masih memikirkan Sania yang pergi ke mall dengan Daniel dan sekarang.


"Seperti nya pelajaran yang kuberikan pada Daniel belum cukup ya, untung saja anak buahku Diana melakukan pekerjaannya dengan benar," ucap Fatah. penuh seringai.


Fathan lah yang merencanakan kecelakaan pada Daniel, akibat cemburu buta dan karena pria itu masih bermain mendekati wanita nya.


Tanpa perasaan dan tanpa perlu pikiran panjang, Fathan memberikan perintah pada anak buahnya untuk membuat Daniel celaka dan dia berhasil.


Tapi mendengar Sania kesana membuat Fathan yang tadinya senang sekarang menjadi masam.


Dia kembali merogoh ponselnya menghubungi Carlos.


"Tak ada orang dirumah itu, bakar sekarang juga," Desis nya dengan nada yang berbahaya."


"Tali tuan,"


"Jangan membantahku Carloz, kau tak berhak. Lakukan perintah ku sekarang juga, ah tentunya keluarkan dahulu barang yang berharga dari sana serta barang keperluan mereka juga," perintah Fathan dengan tegas tak mau dibantah.


"Maaf aku harus melakukan ini, aku tak bisa bersabar terlalu lama."


"Ivana," teriak Fathan.


Ivana yang ruang kerjanya memang berada diluar dekat ruangan Fathan segera datang saat bos nya memanggil nya.


"Iya tuan,"


"Siapkan penerbangan ku sekarang, dan kau urus semua pekerjaan yang belum selesai aku akan meminta Devin membantumu,' ucap Fathan.


Ivana mengangguk dia segera melihat tiket yang masih tersedia.


"Penerbangan untuk besok ada yang pukul 4 pagi tuan," ucap Ivana.


"Pesankan, segera bereskan barang-barang ku juga," perintah Fathan sambil keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2