
"Morning everyone,"
"Morning bang," balas Intan saat Mark kini mengambil bagian di kursi meja makan.
Hanya Intan yang masih disana, menunggu para Abang nya yang lain ikut bergabung untuk sarapan pagi.
"Gimana dek, masih sakit gak perut nya?" tanya Mark.
"Sedikit bang, udah gak kayak semalam," ucap Intan yang diangguki oleh Mark.
"Baguslah kalo begitu," ucap Mark.
Mark menaikkan alis nya saat Intan terlihat lesu dan badmood sekarang.
"Kenapa dek?" tanya Mark.
"Em, itu bang, kemarin aku nelpon mom tapi gak diangkat, Daddy juga sama. Masa setelah ke Paris gak pernah nelpon sih," Intan mencebikkan bibir nya.
Mark mengerti sekarang. "Ya, kan beda waktu dek, bukan berarti mereka gak mau Hem," ucap Mark.
"Ya sih, tapi luangin sedikit aja gitu. Gapapa deh Intan yang begadang oas malam biar bisa nelpon," ucap Intan.
"Eih, no. Kamu kan besoknya kudu sekolah, lagian Daddy bilang mereka bakal balik kok dek pas kita mau ujian, sabar ya," ucap Mark mengelus rambut gadis itu.
"Iya deh," ucap Intan dengan pasrah.
__ADS_1
Tak lama kemudian Athan dan Vandra datang bersamaan dan mengambil tempat duduk masing-masing
"Fedrick mana?" tanya Vandra.
"Masih tidur tadi gue liat bang, mungkin kelas nya siang, yaudah kita duluan aja, biasanya juga gitu," sahut Mark.
"Eh btw, kenapa tuh bahagia banget mukanya?" tanya Mark kembali saat melihat Vandra yang cukup bersemangat pagi ini.
"Yoi, gimana gak seneng orang gue mau ketemu bidadari entar," ucap Vandra sedikit melirik ke arah Athan.
"Apa?" tanya Athan yang menyadari Vandra yang sedang melirik nya.
"Enggak," ucap Vandra.
"Siapa bang? apa punya pacar yah, kok Intan gak tau. Abang bawa kesini lah, " ucap Intan yang diangguki oleh Mark.
"Udah kok, di udah pernah kesini dan kalian kenal orang nya," jelas Vandra sambil sedikit meminum air karena seret.
"Emang iya, perasaan gak ada deh," sahut Intan yang tak tahu menahu.
"Sophie dek, "
"Hah ka Sophie yang dokter sama bang Athan kah?" tanya Intan.
"Loh, bukannya dia cewe nya bang Athan?" tanya Mark mengernyit kan Kening nya.
__ADS_1
"Abang duluan," ucap Athan bangkit dari duduk nya dan langsung pergi untuk bekerja.
Dia bahkan tidak sempat menghabiskan makanan nya dan hanya memakan beberapa suap saja.
"Kenapa tuh sama Abang?" tanya Intan sedangkan Vandra mengedikkan bahu nya.
"Bang Lo gak niat mau nikumg saudara Lo sendiri kan, wah parah si Lo," ucap Mark menatap tak percaya.
"Ya kalo Bang Athan gak mau, ya buat gue lah. Masa cewe sepinter dan secakep itu gue sia-sia in. Selagi ada kesempatan ya gas aja bro," ucap Vandra.
"Jadinya Ka Sophie sama siapa? sama bang Vandra apa sama bang Athan?" tanya Intan.
"Intan mau nya gimana. Sama Abang aja kan, cocok dong Abang sama ka Sophie. Abang kan gak kalah ganteng," ucap Vandra dengan pede nya.
"Dih," ucap Mark.
"Em, tapi kan yang kenal ka Sophie duluan bang Athan," ucap Intan
"Yah, soal kenal duluan mah dek gak usah dipermasalahkan. Ini bukan tentang hal itu tapi tentang hati," ucap Vandra.
"Sok keren banget Lo," ketus Mark.
"Napa dah ni anak sesnsian Mulu heran, kayak cewek pms aja. intan yang pms Lo yang marah-marah," ucap Vandra.
"Terserah gue lah," balas Mark yang tak ingin kalah.
__ADS_1
Sedangkan Intan sekarang fokus dengan makanan di depan nya. Tak ingin ikutan dengan perdebatan keduanya.
TBC