Possesive Man

Possesive Man
Part 37


__ADS_3

"Huft, akhirnya," lega Intan setelah selesai dari kamar mandi.


Intan segera merapikan pakaiannya untuk segera masuk ke kelas karena kelas sebentar lagi akan dimulai.


Namun saat hendak akan beranjak.


"Hey," panggil seorang gadis dengan 2 orang teman nya pada Intan.


"Iya kenapa?" tanya Intan.


Salah satu gadis diantara mereka yang tepat berada ditengah memandang sinis ke arah Intan. Melihat Intan dari bawah sampai ke atas.


Intan mengernyit heran, apa ada yang salah dengan nya.


Lagipula dia sama sekali tak mengenal dan memiliki urusan dengan beberapa gadis didepannya.


Tak menghiraukan, Intan akhirnya melewati ketiganya namun tangannya ditahan oleh salah satu dari ketiga gadis itu.


"Heh! mau kemana Lo?"


"Guys, pegangin," perintah salah satu dari mereka yang sepertinya ketua dari kedua orang itu.


"Apa-apaan sih, lepasin Intan," berontak Intan saat kedua tangannya dipegang oleh kedua gadis lainnya.


"Lu diem, berisik!" Ucap Bela dengan mencengkram kedua pipi Intan.


"Intan gak ada urusan sama kalian!"


"Gue tuh benci sama Lo Intan, tau gak! Lo itu sok polos buat gue muak, dan gue gak suka mo dekat-dekat sama Mark. Mark itu punya gue," ucap Bela yang kini sudah menarik rambut milik Intan.


Intan meringis karena jambakan gadis itu begitu kuat, belum lagi kedua tangannya yang masih setia dipegang, membuat ruang geraknya terbatas dan Intan tak bisa melakukan apa-apa.


"Ini peringatan buat Lo, kalo sampe lo kasih tau sama Mark atau yang lain. Temen mu Jesi sama Aya bakalan kita celakain juga. Ngerti!" tegas nya lalu melepaskan Intan.


"Habis istirahat, temuin gue di gudang sekolah, Lo gak dateng terima akibat nya," desis nya lalu mengajak kedua antek-anteknya meninggalkan Intan.


"Dasar gila, aduh kepala Intan sakit," keluh Intan mengusap kepalanya.


Intan menghela nafas panjang lalu kembali merapikan rambutnya.


"Aku kasih tau apa enggak ya, tapi kalo anceman mereka tadi bener. Aya sama Jesi gimana," gumam intan seraya memperhatikan dirinya lewat kaca.


Intan tidak mengerti kenapa merkea bisa melakukan hal itu padanya. jika memang menyukai Mark kan bisa dibicarakan dengan baik.


Hanya karena dirinya dekat dengan Mark, mereka bisa berbuat kasar seperti itu. Intan jadi tidak ingin jika Mark bersama dengan perempuan seperti itu. Intan tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

__ADS_1


Selepas membersihkan dan merapikan dirinya, Intan segera memasuki kelas dan terlihat wajah Jesi dan Ayyara yang cemas.


"Kamu kok lama banget sih Ntan, kamu ajak air nya ngomong dulu apa gimana dah," ucap Jesi.


"Heheh enggak ko," balas Intan. Intan juga mengucap Syukur karena Mark sedang ada latihan basket untuk pertandingan jadi dia tak perlu diwawancarai oleh Abang nya juga.


Ayyara memicingkan matanya merasa tidak ada yang beres. Namun dia mencoba menanggapi Intan dengan berdehem.


***


"Sayang," ucap Steven ceria dan langsung menghampiri Ayyara kekursi gadis itu.


"Yuk kekantin," ajak nya.


"Em kalian duluan aja ya, Intan mau ke perpus bentar," ucap Intan.


"Entar aja Ntan habis makan, si Mark pasti entar lagi bakal selesai latihan, pasti langsung kesini tuh anak," ucap Steven yang diangguki oleh Ayyara.


"Intan mau nya sekarang, nanti Intan nyusul kok, kalian duluan aja," ucap Intan lalu pergi agar tak ditahan-tahan lagi .


"Yaudah deh kalo gitu, yuk yang," ucap Steven yang kini sudah merangkul Ayyara.


"Jadi nyamuk Mulu," keluh Jesi yang melihat Steven dan Ayyara.


"Sayang ayo," ucap Steven lagi pada Ayyara yang hanya diam saja.


Jesi mengedikkan bahunya dan ikut mengikuti Jesi.


***


"Bang!"


"Apaan?" tanya Keenan yang sudah bersiap akan pergi namun ditahan oleh Atlas.


"Gw mau ngomong penting Ama lu," ucap Atlas serius.


Keenan langsung mengangguk, pasal nya jika Atlas sudah serius pasti ada hal penting yang ingin disampaikan olehnya.


"Em, Abang tetap mau lanjutin perjodohan Abang sama Jesi atau nggak?" tanya Atlas.


Keenan memutar bola matanya malas, dia malas sekali jika harus membahas masalah perjodohan seperti ini. Topik yang selalu ingin dia hindari.


"Ck, Lo kan udah tau semuanya, kalo cuma bahas ini aja mending gue pergi sekarang, telat! gue pikir apaan ternyata gak penting," kesal Keenan.


"Bentar dulu bang, ini penting karena gue sama suka smaa Jesi," ucap Atlas dengan lantang.

__ADS_1


Hal itu mampu membuat Karena mengeringkan langkah nya yang akan pergi. Dia tercengang.


"Hah! gimana?" tanya nya dengan wajah cengo.


" I like her," ucap Atlas menegaskan kembali.


Keenan menutup mulutnya speechless. Sungguh hal yang tidak terduga jika Atlas bisa mengatakan hal itu padanya.


Yang dia lihat selama ini Atlas dan Jesiie tak pernah akur jika sudah bertemu. Keduanya akan meributkan hal-hal kecil.


"Wait, wah gila. Eh sini lu duduk sini," ucap Keenan menyuruh Atlas untuk duduk.


Keenan sebenarnya juga merasa senang, itu artinya dia bisa bebas dari perjodohan itu.


"Sejak kapan? and why you like her. Setiap ketemu aja ribut Mulu," heran Keenan.


"Kenapa bang Keenan suka sama Intan?'


"Lah bocah, mana nanya balik?"


"Ya jawab aja bang," sahut Atlas.


"Entahlah, datang aja gitu perasaan nya. Pas dia senang gue ikutan seneng. Senyumnya ah pokoknya semuanya dari dia gua suka," ucap Keenan tersenyum memikirkan Intan.


"Same," balas Atlas.


"Dih, ikut-ikutan aja lo,"


"Jadi, kan Abang gak suka smaa Jesi. So gue mau Abang putusin pertunangan Abang sama Jesi," pinta Atlas.


"Lo pikir gue gak mau, dari dulu gue juga pengen gitu Tlas. Tapi gak segampang itu," ucap Keenan.


"Apanya yang gampang, tinggal bilang aja sama mom anda dad dan keluarga Jesi buat putusin. Gue liat dari dulu Abang gak pernah lakuin itu."


Keenan memang selalu mengatakan padanya jika dia tak suka akan perjodohan yang ditujukan padanya dengan Jesi.


Tapi saat pertunangan, Keenan tidak ada usaha untuk menolak atau membatalkan nya. Hingga sekarang status sang Abang sekarang adalah tunangan dari Jesi."


"Besause it's just business,"


Keenan menatap kea rah Atlas."Lu ngerti skrnagg kan? Kalo gue tiba-tiba mutusin yang ada bakal berdampak sama perusahaan dad,"


"Kedua perusahaan sudah terikat karena pertunangan ini dan itu ada surat perjanjian nya Atlas, gua gak bisa sembarangan. Dulu juga kalo gak dipaksa Sam Daddy sih gua gak mau."


Atlas menghela nafas, Keenan benar. Keenan tidak bisa membatalkan secara sepihak karena akan membuat perusahaan keluarga nya rugi jika perjodohan itu berlangsung karena bisnis.

__ADS_1


TBC


__ADS_2