Possesive Man

Possesive Man
Part 107


__ADS_3

Di kediaman Fathan saat ini begitu banyak orang.


Rumah yang biasanya tidak akan menerima kedatangan orang ataupun tamu kini menjadi begitu ramai sekali.


Kebahagian pemilik rumah lah yang menjadikan orang-orang berdatangan ke rumah itu.


Langit hair ini begitu cerah, meskipun begitu cuaca tidak panas. Angin hampir berhembus pelan menerbangkan kain-kain yang dikhususkan untuk para tamu .


Fathan yang sudah siap dengan jas yang senada dengan wanita nya.


Sania yang selalu menjadi pujaan nya yang telah memilih nya, maka tak ada alasan bagi Fathan untuk menolak apa yang telah di pilih kan untuk nya.


"Apa Daddy merasa bahagia?" tanya Athan.


"Kau bercanda? Tak bisakah kau melihat nya? Bahkan sedari tadi Daddy tak melunturkan senyuman nya. Aku saja lelah melihat nya. Daddy terlihat ngeri jika tersenyum begitu," balas Mark yang melihat tampilan Fathan yang menawan hari ini.


Hanya saja Karena tak terbiasa melihat Fathan tersenyum membuat Mark menjadi merasa aneh.


Athan mengangguk, dalam hati dia mengucapkan syukur atas kebahagiaan Daddy nya yang sudah datang.


Pria itu memang terlihat begitu bahagia dan dirinya pun begitu.


Athan berharap dengan pernikahan Fathan dan Sania ini membawa kebahagiaan untuk mereka juga.


Mereka akan memulai semuanya dari awal kembali.


Smeua kehidupan mereka akan dimulai bersama dengan keluarga baru yang juga mereka inginkan.


"Yaampun Daddy senang sekali, huft tapi Daddy gugup," ucap Fathan sedikit melonggarkan dadi yang terasa mencekik leher nya.


Pria itu kini mondar-mandir dan berherak gelisah. Fedrick tersenyum miring melihat nya. Kapan lagi dia bisa melihat wajah pria itu yang khwatir dan ketakutan seperti itu.


Pria itu dari tadi berdiri di hadapan kaca untuk membenarkan penampilan nya yang padahal sudah jelas-jelas rapi


"Sudahlah dad, acaranya akan dimulai. Wajar jika Daddy gugup," ucap Vandra yang kini Merapikan dasi Fathan kembali.


"Hooh dad, Daddy kan cuma tinggal bilang yes i do aja," ucap Mark yang menyempatkan dirinya bermain game


"Just calm down dad," ucap Athan.


"Thanks boy, mari turun ke bawah," ucap Fathan.


Fathan beberapa kali menghela nafas nya dengan gusar. Sungguh dia benar-benar gugup.

__ADS_1


Tidak seperti pernikahan nya yang pertama yang begitu flat dan juga biasa saja. Fathan bahkan dulu tak merasakan apapun begitu berbeda dengan hari ini.


Fathan Sekarang tengah membayangkan bagaimana cantik nya wanita yang akan menjadi pendamping hidup nya nanti. Membayangkan gadis itu digandeng di altar dan dibawakan padanya.


Fathan sungguh tidak sabar seksi namun dai juga gugup


Dia tau jika ini terlalu cepat, hanya saja Fathan tak ingin Sania didekati oleh pria lain terlebih lagi Daniel.


Pernikahan ini begitu mendadak dia lakukan. Tak ada yang tahu sebelum nya jika dia akan melangsungkan pernikahan termasuk para putra nya.


Setelah semua persiapan dan undangan tersebar dan kelangsungan acara sudah selesai barulah dia mengatakan hal itu pada anaknya dan juga Sania.


Fathan hanya butuh satu Minggu untuk ini. Dia mengerahkan semua anak buah nya dan meminta bantuan dari para rekan rekan nya.


Dia masih ingat bagaimana lucu nya wajah tercengang dan tak kepercayaan di wajah Sania saat dia menceritakan semua rencana nya.


***


"Wow, Tante cantik banget," heboh Ayyara dan Jesi yang melihat tampilan Sania dengan gaun putih yang begitu pas melekat di tubuh nya.


"Benarkah?" tanya Sania.


"Iya Mom, mommy cantik banget kaya ibu peri," sahut Intan yang begitu terpana


"Jangan menangis sayang, nanti make up nya luntur lagi," ucap Sania.


Wanita paruh baya itu lalu menghampiri Intan dsn memeluk Putri nya itu dengan begitu erat.


"Aku senang, aku senang sekali mommy. Intan bahkan tidak bisa untuk mendeskripsikan kebahagiaan Intan Sekarang bagaimana,' ucap Intan mengusap pelan air yang berada di sudut mata nya.


"Mommy juga senang jika kamu senang. Ini kan hari bahagia jadi gak ada tangisan hari ini oke," ucap Sania yang diangguki oleh Intan.


"Sini Ntan, aku rapiin make up kamu," ucap Ayyara lalu menyuruh Intan duduk di meja rias.


Baju ketiga sahabat itu sama, berwarna baby blue pilihan Intan.


Sania tersenyum melihat nya. Dia juga tidak menyangka akan menikah dengan secepat ini bersama Fathan.


Dia berpikir jika pria itu hanya bermain-main saja saat akan segera menikahi nya.


Sania dibuat terkejut saat ris itu mengajak nya untuk fitting baju dan saat Selesai fitting baju rumah nya sudah di dekor dan ternyata undangan juga sudah disebarkan oleh Fathan.


Benar-benar begitu gila, Sania sampai dibuat speechless dengan kenekatan dari Fathan.

__ADS_1


"Apa Tante gugup?" tanya Jesi terkekeh geli.


Sania menyengir menatap Jesii dari pantulan kaca. Sania merasa menjadi ratu hari ini. Gaun putih yang menjuntai ke bawah dan mahkota kecil yang berada di kepala nya.


"Tante dah Dig dug," ucap Sania sambil memegang dadanya.


***


Sania menebar senyuman nya pada tamu yang sudah hadir. senyum khas nya tak pernah dia luntur kan saat akan berjalan menghampiri Fathan yang sudah berdiri di depan sana.


Dia digandeng oleh wali yang akan menghantarkan nya pada Fathan.


Semakin dekat dia bisa melihat Fathan yang berdiri dengan gagahnya. Maa Fathan terlihat menatap pada nya.


"Wow, bang mommy cantik banget," ucap Mark yang terpesona.


"Kau benar," ucap Vandra yang tak bisa mengalihkan pandangan nya dari Sania


"Hahah ngakak banget, muka Daddy sampai cengo kayak gitu," Mark tak dapat menahan tawa nya Samapi dia kelepasan.


Fedrick menginjak kaki Mark sampai Mark mengaduh kesakitan.


"Maaf," ucap Athan pada tamu yang menoleh lalu setelah nya menatap tajam ke arah Mark yang kini kicep dan tak berani bersuara lagi


Kembali lagi kepada Sania dan juga Fathan yang kini sduah berdiri bersisihan.


"Dearly beloved, we are gathered here today to join this man and woman in matrimony," ucap pendeta lalu menatap ke arah Fathan.


"Fathan Ardiansyah, do you take this woman to be your wife, to life together in maritmony, to love her, to honor her, to comfort her, and to keep you hwr sicknees and it health, forsaking all others, for as long as you both shall live?"


"Yes, I do," ucap Fathan dengan tegas dan tanpa ragu.


"Sania, do you take this woman to be your wife, to life together in maritmony, to love her, to honor her, to comfort her, and to keep you hwr sicknees and it health, forsaking all others, for as long as you both shall live?"


"Yes, i do," ucap Sania dengan senyuman di bibir nya.


Setelah itu keduanya bertukar cincin.


"You may kiss the bride," ucap pendeta membuat sorakan tamu terdengar.


Yang paling heboh adalah teman teman Fedrick. Pria itu memang membawa semua anak geng motor nya ke acara pernikahan Daddy nya itu.


Perlahan Fathan mendekat kan bibir nya dan mencium lembut bibir milik Sania.

__ADS_1


TBC


__ADS_2