
"Dia sudah pergi bang, Abang kelamaan," ucap Vandra yang melihat Athan sudah segar selepas mandi.
Athan menaikkan alisnya dan duduk di sebelah pria itu.
"Aku sama sekali tidak menanyakan nya," ucap Athan seakan tidak perduli.
"Sungguh! tadi dia di jemput oleh lelaki loh. Sophie hebat juga ya, dia banyak yang ngejar, ya wajar sih soal nya kan dia cantik," ucap Vandra.
"Pria? pria siapa?" tanya Athan.
"Cie kepo, tanyakan saja sendiri," ucap Vandra lalu berlalu dari sana.
"Hey, aku belum selesai berbicara dengan mu, ck," Athan berdecak kesal.
Vandra terkikik geli, dia yakin jika Athan ingin tahu sekali.
"****, aku harus mengecek cctv, entah mengapa aku melakukan ini," runtuk nya pada diri nya sendiri.
Padahal dia tak seharusnya memperdulikan masalah seperti itu. Terserah Sophie saja ingin pergi bersama dengan pria lain bukan.
Athan pada akhirnya sampai di ruangan cctv dan memeriksa pintu rumah depan mereka.
Athan semakin menggeram kesal saat tau hasil nya. Athan menyesal karena terlalu kepo dan malah dengan cepat untuk memeriksa.
__ADS_1
Seharusnya dia tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Vandra.
Nyatanya Sophie sama sekali tidak pulang dengan pria lain. Gadis itu luka v sendiri dengan grab.
"Vandra sialan," desis nya dengan kesal.
Athan langsung keluar dari ruang cctv dan menghampiri kamar milik Vandra.
Athan menggedor pintu Vandra dengan begitu brutal seakan ingin mengajak untuk tawuran.
"Siapa? jangan gedor-gedor, berisik!" ucap Vandra dari dalam sana.
Namun Athan sama sekali tidak menghentikan kegiatan nya itu dan malah kian menjadi.
Hingga pintu nya terbuka dan menampilkan wajah Vandra yang kesal dengan hanya memakai baju mandi nya. Seperti nya pria itu baru saja selesai mandi.
Athan tidak menjawabnya pria itu lamah langsung menjitak kepala Vandra dengan keras sampai bisa membuat Vandra meringis karena merasa sakit.
"Aduh, apa yang kau lakukan bang, sakit tau. Apa salahku?" ucap Vandra tidak terima.
"Itu untuk mu yang telah membohongi ku," ucap Athan dengan sinis dan langsung saja meninggal kan pria itu.
Vandra tercengang, entah apa maksud dari pria itu.
__ADS_1
"Ck dasar tidak jelas," kesal Vandra sambil mengusap kepala nya yang sakit.
Dia berharap kepala nya tidak benjol nanti.
Disisi lain, Intan tengah menguling-gulingkan badan nya di atas kasur karena merasa sakit di perut nya.
"Shhh, perut Intan sakit banget," rintih nya hampir menangis.
Intan mendekat tamu bulanan nya dan di hari pertama dia selalu merasakan sakit.
Intan tadi sempat tiduran dan baru menyadari jika dirinya sedang datang bulan saat nyeri di perut nya dan juga ternyata dirinya tembus dan mengenai seprei.
Dan mommy nya tidak ada disini, biasanya Sania selalu mengompres perut nya.
"Akhh mommy, perut Intan sakit huhu," Intan jadi ingin menelpon Sania sekarang.
Tapi dia tidak ingin mengganggu waktu antara Sania dan juga Fathan nanti nya.
"aaa otokkee," ringis Intan menenggelamkan wajahnya di bantal.
"Intan gak kuat, sakit banget," lemas nya.
Intan akhirnya beranjak untuk ke kamar mandi untuk memakai pembalut.
__ADS_1
Sekali lagi Intan rasanya ingin kembali menangis saat persediaan nya sudah habis. Intan malas sekali rasanya harus keluar rumah saat ini.
TBC