
"Awssh," ringis Steven yang baru saja bangun dari tidur nya.
Pria itu memegang bagian wajahnya yang terasa sangat sakit dan perih.
Steven juga menyentuh sudut bibir nya yang terluka. Dia heran mengapa bangun-bangun dari tidur, wajah nya sudah menjadi babak belur seperti ini.
Seingat nya dia tidak ada adu jotos dengan siapapun semalam. Dia hanya mengingat terakhir kali dia minum dan mabuk saja.
Pria itu melirik ke arah jam di nakas dan ternyata sudah jam 11 pagi. Entah berapa lama dia tertidur.
Steven tersadar jika dia sedang tidak berada dirumahnya. Dia merasa asing dengan kamar yang sedang dia tempati sekarang.
"Ini gue dimana," ucap nya pelan sambil memijit kening nya yang masih terasa pusing.
"Buset, bau banget sih gue," ucap nya saat menghirup bau bajunya.
Aroma alkohol masih jelas dan dapat dia hirup .
Steven duduk sebentar seraya mengumpulkan nyawa nya terlebih dahulu. Lalu setelahnya pria itu membuka pintu secara perlahan.
Melihat interior rumah, sekarang Steven tahu dimana dia berada.
Steven membulat kan matanya, jika dia berada dirumah sang kekasih sekarang, berarti gadis itu tau jika dia mabuk-mabukan. Steven penasaran siapa yang membawa dia kerumah Ayyara.
"Sudah bangun, enak sekali tidur nya ya,"
Mendengar suara yang berasal dari belakang tubuh nya, Steven refleks membalikkan badan nya melihat seseorang yang baru saya menyapa nya.
Ternyata itu adalah Arga, tumben sekali pria itu ada di rumah. pikir Steven.
"Dad," ucap Steven dengan nada yang pelan.
"Kau masih berani memanggil mu seperti itu!" desis Arga dengan wajah yang tidak bersahabat nya.
Steven meneguk ludah nya kasar, seperti nya pria itu sedang marah pada nya.
"Apa kau tahu kesalahan mu Steven?" tanya Arga dengan pandangan yang sinis.
__ADS_1
Steven refleks menggeleng kan kepalanya. Dia tak tahu apa yang membuat pria itu marah pada nya. Dia baru bertemu pria itu siang ini dan sebelum nya mereka baik-baik saja dan tak ada masalah apapun sebelum nya.
"Cih, kau pura-pura lupa atau memang kau pura-pura bodoh," sentak Arga.
"Daddy kenapa? what's wrong. Tell me," ucap Steven yang semakin penasaran.
"****, aku ingin sekali memukul mu sekarang."
Bug
Arga benar-benar melakukan nya karena sangking kesal nya dengan Steven. Serangan Arga yang tanpa aba-aba tersebut membuat Steven hampir saja terjengkang.
"Dad! Daddy punya masalah apa sih sama Steven," kesal Steven menyentuh wajahnya yang sudah memiliki luka yang baru.
Luka nya yang belum mengering kini menjadi bertambah.
"Kau bertanya hah? tanyakan pada dirimu. Saya kecewa padamu Steven. Kau tau bukan, saya memberikan kepercayaan dengan penuh untuk kamu menjaga Ayyara, putri saya," tekan Arga.
"Tapi kamu malah membuat putri kesayangan saya sedih dan menangisi pria tolol seperti mu. Berani-beraninya kau mempermainkan anak saya,"
"Kau bersama wanita kemarin bukan? dan kau ke Club malam," desis Arga.
Steven terkejut, bagaimana bisa Arga mengetahui hal itu.
"Kau pasti terkejut ya, kau ternyata seperti itu Steven, saya tak percaya. Aya teks mempermasalahkan kau memiliki geng motor atau mabuk dengan teman mu asal tidak dengan berlebihan. Tapi tidak dengan mempermainkan wanita," jelas Arga panjang lebar.
Arga sempat tidak percaya jika Steven ternyata adalah wakil ketua geng motor, perokok serta mabuk-mabukkan dengan teman-teman nya.
Image Steven begitu baik di depan nya. Pria itu tak pernah menunjukkan sisi buruk nya lada Arga membuat Arga langsung memercayainya karena menganggap Steven adalah pria yang baik.
Saat Pak Ahmad memberikan nya laporan jika Ayyara ada di club', Arga juga tak percaya sampai pada akhirnya dia melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Arga bahkan meminta cctv di ruang yang ditempati oleh Steven dan geng nya di club'. Dia melihat semua nya, Dimana Steven bersama dengan wanita penghibur di club' dan bagaimana Putri nya yang menahan sakit saat melihat kedekatan Steven dengan wanita itu.
Arga melihat semua nya.
"Sekarang, saya tegaskan pada kamu. Ini yang terakhir kalinya kamu menginjakkan kakimu dirumah saya!! pertunangan yang mau rencana kan dengan putri saya akan saya batalkan dan kau tak memiliki hubungan apapun lagi dengan Ayyara," tekan Arga dengan nada yang serius.
__ADS_1
Sudah cukup, dia tak mau lagi mempercayai Steven. Ternyata dia salah menilai.
"Gak bisa gitu dong dad, Steven gak setuju," bantah Steven yang tentu nya tidak terima.
Apalagi dia sudah mempersiapkan semua kebutuhan untuk pertunangan nya dengan Ayyara yang seharusnya 1 bulan lagi sesuai yang sudah dia janjikan pada Ayyara.
"Tentu saja bisa Steven, kau tak punya hak karena saya masih Daddy Ayyara dan posisi mu hanya sebagai pacar tidak lebih," ucap Arga seraya tersenyum miring.
"Aku tetap gak mau, Ayyara harus tetap jadi milik aku Dad, Daddy adalah orang yang paling tau aku bagiamana bukan. Sekarang semua sifat dan kelakuan sudah Daddy tau. Satu lagi jangan sampai Daddy ketinggalan. Steven bahkan bisa melakukan hal yang paling buruk sekali pun untuk membuat Ayara menjadi milik Steven."
"Steven juga bisa beri Daddy cucu terlebih dulu misalnya," lanjut Steven dengan enteng.
Mendengar hal itu membuat Arga merasa geram dan melayangkan Bogeman tetap di wajah Steven kembali.
"Kau pria bajingan, saya tak akan membiarkan kan mu menghancurkan anak saya Steven. Jangan coba-coba!" desis Arga meremas kerah baju Steven dengan kuat.
"Daddy juga jangan menghalangi jalanku, Daddy tau betapa aku mencintai Ayyara. Aku tak akan melakukan hal buruk jika Daddy tidak mencegah hubungan ku dengan Ayyara," balas Steven seraya mengusap sudut bibir nya yang terluka.
"Aku tak akan memberikan putriku pada pria bajingan seperti mu," ucap Arga yang tetap dengan keputusan nya.
Melihat Steven yang ternyata memiliki pikiran kotor serta keras kepala, membuat Arga berpikir dua kali untuk tetap memberi dukungan untuk hubungan Ayyara dengan Steven.
"Leonnn," teriak Arga yang menggema.
"Iya tuan," ucap anak buah nya yang bernama Leon beserta beberapa anak buah lain nya yang berada di belakang Leon.
"Kau! seret pria itu dari rumah ku sekarang juga! dan jangan pernah biarkan dia memasuki rumah ini lagi," perintah Arga lalu meninggalkan mereka.
Meski Leon bertanya-tanya dalam hati,mengapa seorang Steven yang sangat dipercaya oleh tuan nya bisa diusir seperti ini, Leon tetap menuruti perintah dari Arga meski sedikit enggan dengan Steven yang begitu baik pada nya dan bodyguard lain nya dirumah ini.
"Mari tuan," ucap Leon dengan sopan.
"****," umpat Steven namun tetap menuruti. Percuma dia melawan karena dia kalah jumlah. Daripada dia diseret lebih baik di keluar sendiri.
Steven tentu saja tak akan nyerah begitu saja, pria itu akan datang kembali meski sekarang restu Arga sudah tak ada digenggaman nya lagi.
TBC
__ADS_1