Possesive Man

Possesive Man
Part 141


__ADS_3

"Akhirnya Aya sadar juga," ucap Intan yang membuat Ayyara tersenyum.


"Terimakasih sudah datang," ucap nya pada kedua sahabat nya itu.


Wajah Ayyara kembali menjadi lesu membuat Intan mengernyit bingung.


"Kenapa Aya, apa ada yang sakit?" tanya nya.


"Tidak ada, hanya saja aku merasa seperti ada yang kurang. Steven...gak Dateng yah?" tanya nya sendu.


Dia berpikir jika Steven masih tidak mau bertemu dengan nya karena sudah putus.


"Kemarin Steven Dateng kok, ya kan Jes,"


"Iya, dia yang bawa kamu kesini, dia sampe nangis gila. Baru pertama kali nya aku liat Steven seperti itu," ucap Jesi .


"Sungguh? sebenernya saat itu aku melihat nya saat di ruangan tersebut," jelas Ayyara, hanya saja dia takut jika itu hanya halusinasi karena terlalu merindukan kehadiran Steven di sisinya.


"Memang, dia yang bawa kamu dari tempat itu," ucap Jesi yang membuat Ayyara menatap Jesi dengan tertarik.


"Em apa dia terlihat khwatir padaku?" tanya Ayyara dengan tersenyum lebar.


Keduanya mengangguk kan kepala nya membuat Ayyara tidak bisa menahan kesenangan dalam diri nya.

__ADS_1


"Sudah kuduga, jika dia masih mencintai ku," seru nya dengan senang'.


"Huh! tapi sekarang kenapa malah dia tidak datang?" tanya Ayyara mengerucut kan bibir nya.


"Kamu melupakan Daddy mu," balas Intan.


Ayyara menepuk kepala nya, "Ah iya benar juga, Daddy pasti tidak memperbolehkan ya," ucap Ayyara.


Jesi dan Intan akhirnya menceritakan semua kejadian kemarin membuat Ayyara sedikit bersyukur karena telah diculik.


Dia merasa senang karena Steven tidak benar-benar meninggal kan nya dan masih mau melindungi nya.


"Aya, em Intan pamit duluan gapapa kan, soalnya Intan sama bang Mark ada kelas dari bang Athan dan bang Fedrick setelah ini," ucap Intan.


"Santai aja Tan, gapapa kok. Aku udah senang kalian kemari."


"Kalo gitu aku juga ikut pulang deh kalo gitu, besok pulang sekolah kita kesini lagi," sahut Jesi yang ingin pamit juga.


"Jangan kemari lagi, kerumah aja. Aku akan mengatakan pada Daddy agar aku pulang dari sini sekarang," ucap Ayyara.


Jujur saja dia tidak suka bau obat-obatan di rumah sakit ini. Ayyara tidak terlalu suka jika harus berlama-lama.


Lebih baik dia beristirahat di rumah saja.

__ADS_1


"Emang sudah boleh, bukan nya kamu disuruh nginep di sini beberapa hari,' ujar Jesi.


"Enggak, aku mau pulang aja. Aku gak betah disini, membosankan," adu Ayyara.


"Iya juga sih, kabarin aja kalo jadi nya entar pulang ya," ucap Jesi pada akhir nya.


Jika dia jadi Ayyara, dia pasti juga akan meminta untuk pulang karena dia juga tidak terlalu suka dengan yang namanya rumah sakit.


"Tante sama om belum dateng tapi, nanti Aya sendiri dong," ucap Intan yang baru diingat oleh Jesi.


Kedua orang tua Ayyara memang sedang pergi ke rumah sakit tempat Bi Ina. Juli ingin melihat keadaan Bi Ina.


"Em gimana kalo ajak Steven kesini, mumpung om gak Ada. Intan kasian liat Steven kemarin yang mohon buat liat Aya tapi gak dibolehkan oleh om Arsen sama sekali," ide Ayara.


"Tapi kalo ketauan bisa brabe Ntan," lanjut Jesi.


"No, Ide Intan bagus, lagian mom and dad baru pergi tadi jadi masih sempat kok, tolong hubungi Steven untuk kesini please," ucap Ayyara dengan mata yang berbinar.


Jenis tak bisa mengelak, jika sudah seperti ini apa yang boleh dia buat.


"Yaudah, bentar doang yeh,"


TBC

__ADS_1


__ADS_2