
"Udah kalian diam aja, pesan untuk kalian juga. Tak ada gunanya kalian menegur Steven. Dia tak akan mendengar kan nya. Hanya satu orang yang bisa,"
"His Girlfriend right?" tanya Johnny yang baru bergabung dengan mereka.
"Aku sangat penasaran dengan kekasih Steven, aku belum pernah melihat rupanya bagaimana," lanjut Johhny. Pasal nya Steven tak pernah memperkenalkan kekasih nya dan membawanya saat sedang nongkrong. Pria itu hanya selalu mengatakan jika sudah memiliki pacar.
"Yap, cuma kekasih nya yang bisa, dan lagian Steven mana mau bawa pacar nya ke tongkrongan" ucap Keenan.
"Tapi Ayyara kan." perkataan Daffa langsung dipotong oleh Keenan.
"Gue udah kasih tau sama Ayyara," ucap Keenan menunjuk kan ponsel nya.
Pria itu mengirim gambar yang dia ambil tadi.
"Bakalan terjadi perang dunia kalo gitu mah," ucap Johhny pada Keenan.
"Iya bang, terus gimana?gimana perasaan Ayyara pas liat itu nanti bang, apalagi kalo dia kesini dan liat secara langsung." ucap Marcel. Dia tak bisa membayangkan raut wajah Ayyara yang biasanya selalu ceria akan bagaimana nantinya.
"Biarin aja, siapa suruh dia main dibelakang Ayyara, kita juga tak bisa menyembunyikan ini, semuanya juga pasti akan kebongkar nantinya," ucap Keenan.
Sedangkan diseberang sana Steven sama sekali sudah tak mendengar lagi apa yang mereka bicara kan, pria itu sudah sibuk dengan dunianya sendiri.
Bahkan kini pria itu membelai wajah dari wanita tersebut dan tersenyum lembut pada wanita itu
"Aya, kamu cantik banget sayang,kok kamu bisa ada disini heum? bukannya kamu tadi dirumah hm?" ucap Steven. Di mata pria itu seperti sedang melihat sang kekasih berada tepat di depan mata nya.
"Aku bukan Ayyara babe, i'm Alexa," ucap Alexa sembari mengelus rahang Steven yang mulus dan tak ada bulu karena Ayyara baru mencukur nya.
"Mabok dia," ucap Marcel menunjuk Steven yang sudah teler dan mengingau nama Ayyara.
"Ini nih yang gue bingung, dia masih nyebut -nyebut nama Ayyara, berarti dia masih sayang dong. Tapi kok malah biarin wanita lain buat goda sih. Gak ngerti deh gua Ama ni anak," kesal Marcel.
"Udah biarin aja, entar lagi pawang nya Dateng pasti langsung ciut yakin gua," ucap Keenan yang kini menuangkan Vodka pada gelasnya.
"Cheers,' ucap nya.
Lalu mereka mengangkat gelas nya dan sibuk untuk menikmati malam mereka hari ini.
__ADS_1
***
"Bi, temanin Aya makan ya, mama sama papa kayaknya bakalan pulang lama lagi deh," ucap Ayyara dengan wajah lesu.
Dia sudah sangat jarang makan bersama dengan kedua orang tuanya. Ayyara merindukan saat-saat mereka masih bisa berkumpul bersama - sama.
Tapi sekarang keduanya disibukkan dengan pekerjaan yang begitu menumpuk. Ayyara tak pernah protes pada mereka karena Ayyara tau jika mereka bekerja juga untuk dia dan masa depan nya kelak.
Bi Rana mengangguk dan mengambil kursi disebalah Ayyara. Bi Rana sudah tak terlalu sungkan lagi karena itu bukanlah kali pertama nya Ayyara meminta dirinya untuk makan bersama di meja yang sama pula.
"Bibi jadi pulang kampung?" tanya Ayyara sambil mengunyah makanan yang dibuat oleh BI Rana. Dia selalu menyukai masakan wanita paruh baya tersebut.
"Iya non, Minggu depan bibi harus sudah pulang. Udah kangen sama anak-anak bibi soalnya," ucap Bi Rana sambil tersenyum dan tak sabar untuk segera pulang ke rumah nya.
Ayyara tersenyum mendengar nya, walaupun sedang bekerja wanita itu tatap memikirkan untuk menemui anak-anak nya. Bolehkan Ayyara merasa iri.
"Yaudah nanti Ayyara anter Sampai bandara ya," tawar Ayyara.
"Eh gak usah non, saya naik kereta aja," ucap Bi Rana. Tiket pesawat sekarang cukup mahal, dia berpikir lebih baik untuk menabung nya.
"Tapi non.."
"Udah deh bi, pokoknya bibi gak usah nolak ya, tapi bibi inget bust pulang ya hehehe nanti aku pasti kangen masakan bibi," ucap Ayyara.
"Pasti non," ucap Bi Rana.
Ayyara akhirnya menyelesaikan makan malamnya. "Bi! aku keatas dulu ya," ucap Ayyara.
"Iya non," balas Bi Rana yang masih belum selesai dengan acara makan nya.
Ayyara pun langsung menuju ke meja belajar nya untuk mengerjakan tugas sekolah nya.
Ayyara terlebih dahulu mengambil ponselnya untuk melihat apakah ada pesan dari Steven.
Ternyata pria itu tak mengirimkan pesan apa pun pada nya. Tidak seperti biasanya.
Ayyara malah mendapat kan chat dari Keenan.
__ADS_1
"Keenan chat aku? apa dia mau nanya soa Intan ya. Wahh Intan akhirnya bakalan sold out juga," seru nya.
Ayyara lantas segera membuka pesan dari Keenan dan mendownload foto yang dikirimkan oleh pria itu.
Ayyara terdiam dan tergugu saat melihat gambar yang dikirim kan lelah Keenan. Dia tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
"Ini pasti bohongan kan? mereka pasti mau ngeprank aku," ucap Ayyara yang masih berusaha untuk berpikir positif.
Namun pose dalam foto tersebut tak bisa dipungkiri berhasil membuat hati Ayara memanas.
Terlihat wanita yang cukup seksi kini berada dipangkuan sang kekasih.
"Ini beneran Steven," lirih Ayyara yang tak terasa air mata jatuh dari pelupuk matanya.
"Gak bisa dibiarin, aku harus pastiin itu beneran dia atau bukan!" Ayyara menghapus air mata nya dengan kasar.
Ayyara tanpa mandi dan membersihkan dirinya langsung mengambil tas selempang miliknya dari lemari .
Ayyara terburu-buru turun kebawah dan sambil memanggul nama supirnya.
"Iya non," ucap supirnya yang baru datang dengan napas yang terengah-engah karena mendengar suara Ayyara yang terlihat panik saat memanggil nya.
"Ada apa non," tanya Bi Rana yang khawatir melihat wajah Ayyara yang memerah dan jejak air mata di pipi majikan nya tersebut.
"Aku mau keluar bentar bi," ucap Ayyara pada Bi Rana.
"Sama siapa non? Den Steven tau kan non mau kemana?" tanya Bi Rana . Karena dia harus memberi laporan pada orang tua gadis itu dan juga pada Steven tentunya.
"Aku mau ketemu sama Steven bi," ucap Ayyara tanpa memperpanjang pembicaraan segera meninggalkan Bi Rana dan masuk kedalam mobil yang disusul oleh supir nya.
"Apa non Ayyara kangen banget ya sama den Steven sampai nangis gitu," tebak Bi Rana.
"Non, Non Ayyara gapapa kan?" tanya supir nya pada Ayyara. Dia cukup khawatir dengan kondisi Ayyara yang selalu melihat ponselnya dengan raut wajah marah dan sedih disaat yang bersamaan.
Ayyara tak menjawab, gadis itu kini meremas ponsel nya yang masih menampilkan wajah sang kekasih dengan wanita lain.
TBC
__ADS_1