Possesive Man

Possesive Man
Part 80


__ADS_3

Steven tahu apa yang dia lakukan dan dia sangat sadar dengan perlakuan nya pada Ayyara yang selalu dia jaga dengan baik.


Pria itu tidak main-main pada perkatan nya untuk membuat Ayara menjadi milik nya bahkan dengan cara kotor sekali pun.


Dia gila, dia juga berpikir demikian tapi dia tidak bisa jika tidak dengan Ayyara.


Ayyara sudah menjadi tempat terakhir hati nya berlabuh.


Steven sudah berbicara kembali dengan Arga namun pria itu tetap ngotot tidak membiarkan Ayyara bersama dengan nya dan bahkan kemarin Arga malah mengusir nya.


Steven ingin lihat apa yang bisa dilakukan oleh Arga jika tau Ayyara sedang bersama nya sekarang. Dia bisa saja langsung menjadi kan Ayyara sebagai milik nya seutuh nya sekarang.


Steven ingin Arga berpikir lebih, jika dia tidak bercanda sama sekali.


"Steven, aku..." Ayyara mengeringkan ucapan nya ketika tangan Steven kini mulai bergerilya di tubuh nya.


"Steven what the hell? apa yang terjadi dengan mu," teriak Ayyara menjauh dengan sekuat tenaga dari Steven.


Ayyara menggeleng kan Kepala nya tidak percaya. Ini sama sekali tidak benar, dia tak boleh membiarkan Steven melakukan hal yang lain kepada nya.


"How? bukankah itu luar biasa. Apa kamu mau yang lebih," ucap Steven tersenyum miring.


"You are crazy!!" Ayyara memukul lengan Steven dengan kuat.


"Yes i am, " Steven mencondongkan tubuh nya ke hadapan Ayyara kemudian berbisik Iirih. " I like your voice, so sexy sayang," ucap Steven.


"Apa kau mabuk?" tanya Ayyara.


Steven tertawa mendengar nya. "Aku sama sekali tidak mabuk sayang, maaf heum aku hanya khilaf," ucap Steven dengan enteng nya. Pria itu kembali ke posisi semula.


Ayyara benar-benar takut sekarang.


"Stev," ucap Ayyara dengan takut - takut.


"Ststst, maaf sayang, jangan melihat ku dengan tatapan seperti itu. Aku tidak akan macam - macam dan melakukan hal yang lebih, aku masih bisa mengontrol diri ku," ucap Steven seraya tersenyum menenangkan.


"Jangan lakukan itu lagi, kau membuatku ku sangat takut," cicit Ayyara memainkan jari nya.

__ADS_1


"Heum, jika kamu tidak berniat pergi dariku aku tidak akan melakukan nya, tapi jika kamu pergi dari sisi ku aku akan melakukan cara kotor untuk menahan mu Aya," ucap Steven dengan nada yang dar dan wajah yang serius. Tak ada candaan dalam wajah pria itu.


Ayyara terkejut mendengar nya. Apa ini sikap lain dari Steven yang dia sembunyikan selama ini. Bagiamana ini, apa keputusan Ayyara untuk tetap bersama pria itu akan baik-baik saja atau tidak.


"Yang kulakukan tadi hanya awal saja , lagi pula kedepan nya hanya aku orang satu-satunya yang bisa melakukan hal itu padamu," ucap Steven tersenyum miring.


Ayyara tersenyum getir, dia merasa seperti sedang dilecehkan.


Tapi apa daya, dia masih mencintai pria itu. Dia hanya perlu bersama dengan pria itu Saja. Ayyara yakin Steven tak akan benar-benar melakukan hal yang macam-macam pada nya.


"Hujan," seru Steven melihat jalanan yang kini mulai basah serta mobil nya juga.


Ayyara menjadi teringat akan tujuan mereka, Steven sudah berjanji akan mengajak nya ke rumah pohon.


"Steven? are you remember?"


"Hah, ingat apa sayang," ucap Steven mengeryit kan kening nya.


"Rumah pohon nya!!" sentak Ayyara dengan perasan yang kesal, gara-gara kelakuan pria itu tadi mereka jadi tidak bisa berangkat ke rumah pohon.


Steven terdiam sebentar hingga pria itu teringat akan Janji nya dengan Ayyara.


"Yes! bagus kah jika kau ingat, kita harus segera pergi ke sana." ucap Ayyara dengan bersemangat.


"Tidak usah sekarang tidak apa-apa kan, lain kali bagaimana. Sudah hujan sayang," ucap Steven memberi kan pengertian pada sang kekasih.


Ayyara menggembung kan pipi nya dengan cemberut padahal dia sudah begitu antusias.


"Kamu sih tadi aneh-aneh, seharus nya tadi kita itu udah sampe sana," balas Ayyara dengan nada yang kecewa.


Steven tidak tega melihat wajah kekecewaan dari wajah Ayyara apalagi tujuan awal nya kesana adalah agar lebih leluasa untuk mengobrol berdua dan menjelaskan semua tenang diri nya lada Ayyara tanpa ada lagi yang akan ditutupi nya.


"Baiklah kita akan tetap kesana. Tutup jendela nya dan jangan mengeluarkan kepala mu lagi lain kali," tegas Steven tidak mau di bantah.


"Oke," seru Ayyara.


Ayyara tak sabar ingin segera ke tempat tujuan nya, gadis itu sudah membayangkan bagaimana menyenangkan nya bermain di atas rumah pohon nanti. Senyum Ayyara semakin mengembang lebar ketika mobil milik Steven hampir mencapai tempat tujuan nya.

__ADS_1


"Disini tidak hujan, seperti nya Tuhan merestui kita untuk kemari," ucap Steven mengacak pelan rambut Ayyara.


Steven melepaskan sabuk pengaman Ayyara. Setelah melepaskan sabuk pengaman, pria itu turun dari dalam mobil nya dan membuka pintu di bagian penumpang milik gadis nya.


"Terimakasih," ucap Ayyara dengan tulus.


Steven tersenyum tipis kemudian menggenggam tangan Ayyara dan membawa gadis itu masuk ke dalam rumah pohon.


"Kau naiklah terlebih dahulu sayang, aku akan menjaga dari bawah sini," ucap Steven membantu gadis nya menaiki tangga ke rumah pohon.


setelah Ayyara sudah berhasil naik ke atas, Steven akhirnya menyusul hingga ke duanya sudah berada di dalam.


Ayyara melihat pemandangan dari atas rumah pohon, begitu indah.


Ayyara tersenyum lebar melihat berbagai macam Furniture yang ada di sana, sesekali Ayara juga menyentuh barang-barang yang sudah pernah dia lihat sebelumnya.


Di tengah keasikan nya, Ayyara di kejutkan dengan sebuah tangan yang melingkar pas di pinggang nya.


Ayyara terdiam menikmati pelukan hangat dari Steven. Tak bohong dia merasa sangat nyaman alhasil Ayyara membiarkan Steven merengkuh tubuh nya.


"Di bawah tadi ada ayunan, kau mau bermain itu nanti hm," ucap Steven.


"Tentu saja, aku tidak akan melewatkan yang satu itu," ucap Ayyara.


"So, sekarang aku mau ngomong serius sama kamu," ucap Steven. Dia akan memberi tahu segala nya sekarang.


Ayyara hendak berbalik namun Steven tak membiarkan nya. Dia lebih suka dengan posisi yang seperti ini.


"Jangan berbalik, biarkan seperti ini sayang," Steven meletakkan dagunya di bahu milik Ayyara.


"Kata Jesi kamu ke sekolah apa itu benar?"


"Ehem," angguk Steven.


"Lalu kenapa tidak mencari ku," tanya Ayayra.


"Sudah, tapi kau sudah pulang. Aku bahkan mendatangi rumah mu tapi ternyata Daddy Arga malah ada dirumah dan mengusir ku begitu saja," jelas Steven.

__ADS_1


Ayyara mengangguk mengerti, dia merasa lega ternyata Steven masih mencari dirinya.


TBC


__ADS_2