Possesive Man

Possesive Man
Part 129


__ADS_3

"Dari mana saja kamu, baru pulang sekarang!" ucap Athan dengan nada yang datar pada Mark yang baru saja menginjak kan kaki nya di rumah.


Mark juga masih memakai seragam sekolah nya, itulah yang membuat Athan menatap adik nya itu dengan tatapan mengintimidasi.


Pria itu bahkan tidak mengatakan apapun pada orang rumah jika dia akan pulang setelat itu.


"Maaf bang tadi habis keluar, aku bareng bang Fedrick ko tadi," jujur Mark.


"Benarkah? lalu dimana dia sekarang?" tanya Athan yang tak melihat batang hidung salah satu adik nya itu.


"Masih di belakang, entar lagi juga nyampe," ucap Mark.


"Terus kenapa gak bilang kalo gak pulang ke rumah dulu hah!"


"Udah kok bang," ucap Mark.


"Udah apa nya, orang gak ada," balas Athan hang tidak menahu sama sekali.


"Aku udah nitip bilang sama Intan tadi pas pulang sekolah, memang Intan belum bilang sama Abang ya,"


Seingat Mark dia sudah mengatakan nya.


Athan menggeleng," Mungkin dia lupa,"


"Terus Intan sekarang dimana?" tanya Mark sambil melempar tas sekolah nya dengan asal.


Athan memandang tajam ke arah Mark. "Ambil, jangan sembarang meletakkan barang." tegas nya yang dibalas cengiran oleh Mark lantas mengambil tas nya kembali.


"Intan sudah ada di kamar nya, jangan menganggu nya, dia mungkin sudah tidur," ucap Athan yang diangguki oleh Mark.


Tapi Mark tetap lah Mark, pria itu ingin melihat Intan sebelum dia ke kamar nya.


Lagipula itu sudah menjadi rutinitas biasa nya.


Mark mengetuk pintu kamar milik Intan. Dia tidak mungkin langsung menyelinap masuk begitu saja.


Bagiamana jika adik nya sedang berganti baju atau hal yang lain nya.

__ADS_1


Mark tidak mendapat jawaban dan Mark tidak menyerah dan terus mengetuk pintu milik Intan.


"Dek, kamu di dalam kan?" teriak Mark cukup keras.


"shh bang Mark," rintih Intan sembari memanggil pria itu.


Mark langsung panik saat mendengar Intan yang seperti sedang menahan sakit.


Tanpa pikir panjang lagi Mark langsung saja masuk dengan membuka pintu kamar Intan dengan tergesa-gesa.


Matanya kian membola saat melihat keadaan Intan yang sama sekali tidak baik-baik saja.


Gadis itu tengah meringkuk kesakitan sambil memegang perut nya dengan kedua tangan nya.


"Astaga dek, kamu kenapa?" tanya pria itu langsung berlari menghampiri Intan.


"Hah darah!!!"panik Make menujuk kasur Intan.


"Bang Athan, bangg tolongin bang," teriak Mark dengan menggelegar.


"Intan kamu kenapa dek," tanya pria itu menjadi khawatir melihat wajah Intan yang juga memucat.


"Kenapa Mark?" tanya Athan lebih dulu.


"Itu bang, Intan berdarah," tunjuk Mark pada kasur Intan.


Intan mengangkat wajah nya sambil menahan malu, terlihat dari wajah pucat nya yang dihiasi rona merah di pipi nya.


Oh ayolah, dia perempuan yang sedang dalam masa period nya dan ketiga orang itu adalah laki-laki dan sedang memperhatikan nya.


"Kalian berdua keluar," titah Athan dengan nada yang tegas.


"Apaan sih bang, itu Intan lagi kesakitan," ucap Vandra tidak terima dan ingin mendekati adik nya tersebut.


"Kubilang keluar, aku yang akan mengurus nya, kau lupa aku siapa? aku bisa menanganinya." ucap Athan dengan nada yang tak bisa di bantah.


"Intan hanya sedang datang bulan," ucap Athan.

__ADS_1


"Udah bang, bang Athan yang lebih tau. Kita tunggu diluar Ya bang, kalo udah bilangin," ujar Mark seraya mengajak Vandra keluar dari kamar Intan dengan langkah yang berat.


Sebelum keluar Mark menyempatkan untuk mengusap pelipis Intan yang terlihat berkeringat.


"Sakit banget ya, tahan ya, ada bang Athan kok. Nanti kalo udah sembuh Abang beliin apa yang intan mau deh," ucap Mark.


"Yang bener yah bang, janji," Intan menyodorkan jari kelingking nya.


"Iya, janji sayang," ucap Mark.


"Em bang boleh minta tolong," ucap Intan.


"Kenapa baby?" tanya Athan.


"Tolong beliin anu, itu em punya Intan habis," cicit Intan yang untung nya dimengerti oleh Athan.


"Mark beliin pembalut gih," suruh Athan.


"What, pembalut. Really. Ih Mark malu bang, " ucap Mark. Pertama kali dalam hidup nya disuruh untuk membeli benda itu.


Jika teman-teman nya tau pasti dia akan diejek habis - habisan.


"Kamu tega liat adek kamu begitu!"


Mark melirik ke arah Intan, dia tentu saja tidak tega. "Iya deh," pasrah Mark.


Saat Mark sudah pergi, Athan membantu adik nya untuk berdiri.


"Kamu bersihin diri kamu dulu bentar ya, bisa kan dek,"


"Masih bisa bang," ucap Intan dengan nada yang lemah menuju ke kamar mandi.


Sedangkan Athan langsung saja mengganti seprei milik Intan dengan yang baru.


Pria itu lalu keluar hendak mengambil kompres di bawah


"Udah selesai bang," ucap Vandra yang ternyata masih menunggu di luar.

__ADS_1


"Belom, mau ngambil kompres sama obat dulu," ucap Athan.


TBC


__ADS_2