
Mata lentik yang sidus tertutup selama 24 jam itu akhirnya kini terbuka juga.
Mata nya memutar dan mengerjap saat dinding dan atap putih lah yang dia lihat.
Begitu berbeda dengan tempat terakhir kali dia berada.
Ayyara melepas tabung oksigen di mulut nya.
"Siapa yang membawaku ke ruang sakit?" gumam nya dengan pelan.
Ayyara mencoba bangun secara perlahan dan duduk lalu menyadarkan punggung nya pada dasbor ranjang rumah sakit.
Berkali-kali dia mengembuskan nafas nya karena masih sedikit sesak di dada nya.
Melirik ke arah jam di dinding yang menunjukkan pukul 5 pagi.
"Syukurlah aku lepas dari orang-orang itu," gumam Ayyara kembali meskipun sekarang banyak pertanyaan dalam kepala nya.
Ayyara kembali memejamkan mata nya saat pusing di kepala nya datang apalagi karena terlalu banyak memikirkan hal yang sudah terjadi.
Alhasil Ayyara kembali memutus kan untuk kembali tidur.
__ADS_1
***
"Bagaimana dengan Bi Ina, mas. Aya dan Bi Ina kan beda rumah sakit," ucap Juli.
"Jangan pikir kan hal itu, aku yang akan mengurus nya. Karena itu aku akan mengantar mu terlebih dahulu ke rumah sakit tempat putri kita dan aku akan ke RS BI Ina dirawat mengurus semua biaya administrasi nya juga," ucap Arsen.
Tentu saja dia harus kesana karena Bi Ina adalah pekerja nya.
Dan dia harus menanyakan apa yang sebenernya terjadi dan mengapa Bi Ina bisa ada di kamar Ayyara saat itu.
"Baiklah," ucap Juli setuju.
Sesampainya di rumah sakit, Juli langsung saja memasuki kamar putri nya.
"Aya, Kamu udah sadar sayang," Juli amat senang bahkan langsung memeluk dan menciumi wajah putri nya itu.
"Mommy i'm okey," balas Ayyara tersenyum tipis.
"Kamu tau tidak mommy sangat khwatir Aya, mom tak akan sanggup membayangkan jika terjadi sesuatu padamu," ucap Juli.
"Thanks mom," ucap Ayyara. Akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini. Doanya dikabulkan dan sekarang mommy nya bersama dengan dirinya disini. Dia pikir jika orang tua nya tidak akan peduli pada nya dan akan lebih mementingkan pekerjaan mereka namun ternyata dia salah.
__ADS_1
"Daddy? apa Daddy tidak kesini mom?" tanya Ayyara.
"Nanti Daddy akan menyusul kemari sayang, Daddy sedang mengurus administrasi Bibi Ina," jelas Juli yang berhasil membuat Ayyara terkejut.
"Kenapa sama Bi Ina mom,"
"Bi Ina ditemukan di kamar mandi kamu, mom berpikir jika dia terjatuh," ucap Juli.
"Astaga, sekarang keadaan Bi Ina gimana mom?" tanya Ayyara.
Bagiamana pun juga Bi Ina lah yang selalu menemani dan mengurus nya di rumah Kala orang tuanya sibuk bekerja.
"Tenang saja, luka bi Ina tidak terlalu parah dan Daddy kamu bilang, hanya luka di dahi nya saja,"
"Syukurlah jika begitu," ucap Ayyara.
"So, bukan nya kamu saat itu ada di rumah karena tidak enak badan? bagiamana bisa mereka menculik mu?" tanya Juli.
Jika saja Ayyara diculik saat di rumah, Juli harus mengatakan pada Arsen untuk meningkatkan keamanan rumah Mereka.
"Aku mau pergi ke supermarket saat itu mom, eh tiba-tiba ada yang cegat habis itu aku gak ingat apapun lagi dan saat aku bangun, aku sudah berakhir di tempat itu," jelas Ayyara.
__ADS_1
TBC