
"You are a *****," desis Bela seraya melangkah maju kembali.
Plak
Satu tamparan berhasil dia layang kan di pipi milik Intan yang putih mulus.
Pipi iNtan kini memerah karena tamparan tersebut.
Perih mendera disekitar pipinya. Beka benar benar tidak memberi toleran hingga menampar nya dengan sangat keras.
Intan tersenyum sinis. Itu adalah pertama kali dalam seumur hidup nya diperlukan dengan seperti itu.
Mommy nya bahkan tak pernah memukul nya sekalipun.
Dan lihatlah sekarang, orang asing berani melakukan hal itu padanya.
"Beraninya! mommy ku saja tak pernah melakukan itu pada ku! desis Intan yang marah.
Dia muak dengan orang yang bertingkah sok hebat dan berkuasa. Dia tak suka dengan sikap yang seperti itu.
Plak
__ADS_1
Plak
Plak
Plak
Intan dengan telak menampar wanita itu tanpa kata. Intan tidak main-main dalam melakukan nya juga.
"Intan! pekik Nada dan Lena yang hendak maju.
Intan yang tak mau kalah kini menarik rambut panjang milik Lena, sedangkan tangan yang satunya dia gunakan untuk mendorong Nada hingga terjatuh.
"Ahk lepas sialan," ucap Lena yang langsung dituruti oleh Intan. Namun Intan tak membuat hal itu menjadi mudah. Dia menendang gadis itu hingga terhantuk dengan kursi yang berada dalam gudang.
Intan kini waspada, Intan yang sudah dikuasai oleh amarah kini menjadi tidak terkendali dan menyerang ketiganya dengan kasar.
***
Fathan tak tidur, ia masih sibuk berkutat di ruangannya bersama dengan temannya Alaric. Dia sengaja menemui pria itu karena temannya merupakan semasa SMA nya itu adalah ahli IT.
Jam sudah hampir siang sekarang, dan laki-laki itu belum beristirahat sama sekali. Padahal Sania sudah mengingatkan nya namun Fathan tak melakukan nya karena masalah nya bahkan belum selesai dan membuat Fathan tak bisa tidur dengan tenang.
__ADS_1
Bagaimana tidak, jika sampai dia bangkrut. Mau bagaimana kehidupan anak-anak nya dan juga Intan dan Sania.
Padahal dia sudah ingin merencanakan pernikahan secepatnya, namun karena masalah dalam perusahaan nya membuat Fathan mengurungkan niatnya dan memundurkan Pernikahan nya dengan Sania.
"Kok bisa sih data perusahaan Lo dibobol?" heran Alaric sambil mengetik di laptopnya.
Fathan tak menjawab, pris itu tengah sibuk mengurut pelipis nya. Jika dirinya tau penyebab nya pasti Masalah nya sudah beres sekarang.
"Data penting yang Lo pegang? bagiamana? " tanya Alaric lagi.
"Hmm," gumam Fathan sebagai jawaban. Dia sedang tidak mood untuk berbicara karena terlalu lelah.
Alaric tak protes meski terkadang Fathan mengabaikan nya. Dia memaklumi keadaan temannya tersebut.
"Berarti ini ada campur tangan dari orang dalam Fathan, makanya dia tidak bisa bobol data yang paling penting karena Lo yang megang," ungkap Alaric lada Fathan yang terlihat tertekan dan banyak pikiran.
"Berapa kerugian Lo?" tanya Alaric.
"Hampir 25 miliar," jawab Fathan dengan helaan nafas yang panjang.
"Crazy, itu bisa gaji karyawan Lo berapa kali?" Alaric ternganga mendengar jumlah nominal kerugian Fathan.
__ADS_1
"Karen itu gue lagi ngirim orang buat datangin masing-masing perusahaan yang kerja sama sama gue. Semoga saja mereka bisa mengerti." ucap Fathan yang terdengar pasrah.
"Selagi yang mo ajak kerja sama bukan orang yang licik dan picik, pasti mereka bakalan ngerti."