
"Bagi rokok dong," ucap Steven pada ketua The boys yang juga tengah merokok tersebut.
Fedrick memberikan Rokok dan korek nya tanpa pikir panjang.
"Nih," ucap nya.
"Thanks bro," ucap Steven mengisap rokok nya sambil bermain ponsel.
Baru saja dia hendak menscrool isi ponselnya, pesan dari nomor tak dikenal datang menganggu nya.
"****, what the hell!!" murka Steven langsung berdiri hampir membanting ponsel nya karena isi pesan tersebut
"Ada apa dengan mu?"
Wajah Steven langsung mengeras, terlihat dari urat-urat leher nya serta kepalan tangan nya.
Pria itu terlihat marah dan emosi.
"Pria bajingan itu sudah mulai bertindak. Sudah kukatakan padamu untuk segera mengeluarkan nya saja dari the boys dan memberi nya pelajaran. Lihatlah sekarang apa yang dia lakukan!" sentak Steven melemparkan ponsel nya pada Fedrick.
Untung saja Fedrick bisa menangkap nya jika tidak bisa saja handphone milik Steven jatuh dan pecah.
__ADS_1
Fedrick melirik ke arah Steven yang masih dalam keadaan yang sama.
"Gue harus kesana sekarang!" ucap Steven mengambil jaket nya.
Fedrick berdiri dan menahan Steven. "Lo gila, Lo jangan gegabah. Lo harus ada rencana yang matang jangan langsung buru-buru."
"Terus Lo mau gue gimana hah! gue diam aja gitu! iya? cewe gue disekap disana Drick, Ayyara gak ada urusan nya sama semua ini sialan," ucap Steven dengan nada yang menggebu- gebu.
"Gue tau Stev, tapi disana mereka banyak dan Lo mau pergi sendiri. Yang ada Lo cari mati disana," ucap Fedrick.
"Kalo Lo gak mau bantuin gue yaudah Drick gak usah ngebacot," ucap Steven.
"Ketua macam apa gue kalo gue ngebiarin Anggota gue dalam masalah, kita kumpulin anak-anak dulu," ucap Fedrick lalu segera bergegas.
Sungguh, yang dipikirkan nya sekarang adalah keadaan Ayara. Apa yang dilakukan oleh mereka pada Ayyara.
Jika saja mereka berani menyakiti Ayyara maka Steven tidak akan membiarkan nya begitu saja.
Padahal salah satu alasan dia memutuskan Ayyara karena hal ini. Dia tidak ingin Ayyara masuk ke dalam lingkup kehidupan nya yang notabene nya memiliki musuh.
Dengan bersusah payah dia mencoba melepaskan hubungan nya dengan Ayyara agar gadis itu tak diganggu.
__ADS_1
Dan sekarang malah sebaliknya, Ayyara malah dijadikan sebagai tahanan untuk memancing nya.
Jika tsu begini, Steven tak akan melepaskan pengawasan nya dari Ayyara. Dia menyesali keputusan nya yang memutuskan hubungan nya dengan Ayyara.
Dia merasa bodoh karena tidak bisa menjaga gadis itu dan malah membawa nya dalam masalah yang sama sekali tidak dimengerti oleh Ayyara.
Suara motor Steven terdengar oleh Fedrick dan yang lain nya.
"Dia sangat tidak sabaran," ucap Fedrick.
"Aku duluan, rencana nya seperti yang aku jelaskan tadi, jangan sampai kalian terluka dalam. Aku juga akan meminta Daddy untuk menyalurkan bodyguard nya untuk membantu kita."
"Disini tujuan nya hanya untuk menyelamatkan kekasih Steven, setelah itu kita bubar tidak ada pertarungan apapun nanti! kalian mengerti maksud ku kan," tegas Fedrick.
"Siapa bos," ucap Mereka.
Fedrick langsung bergegas dan menancap gas motor nya.
Dia tidak ingin Steven hanya sendiri ke markas musuh mereka sendiri.
Fedrick yakin jika Steven akan kalah telak jika melawan mereka hanya dengan tangan kosong dan dengan seorang diri.
__ADS_1
TBC