Possesive Man

Possesive Man
Part 60


__ADS_3

"Non Aya," ucap Pak Ahmad yang berlari panik ke arah Ayyara.


Ayyara menoleh dan mendengar keributan dari arah luar.


"Pak Ahmad kok kesini?" tanya Ayyara.


"Itu non anu, tuan ada dibawah dan lagi bubarin club' ini,"


"Eh itu den Steven nya kenapa?" tanya Pak Ahmad yang melihat Steven meracau tidak jelas dan wajah yang sudah babak belur.


"Hah, kok bisa Daddy kesini?" tanya Ayyara dengan wajah yang tidak tenang.


"Maaf non, tadi saya yang kasih tau," cicit Pak Ahmad takut-takut.


"Bisa ribet nih urusan nya," ucap Marcel yang merangkul Steven yang sudah tak sadarkan diri.


"Semuanya keluar dari sini!!"


Suara itu, Ayyara sangat mengenalnya meski jarang berbicara dengan orang itu.


"Dad," Ayyara menajamkan penglihatan nya dan ternyata benar Arga ada disana dengan wajah tegang nya.


"Saya tegaskan sekali lagi, semuanya keluar dari sini sekarang!" Tekan Arga yang tak mau dibantah.


Jangan tanyakan mengapa Arga bisa dengan seenak jidat menyuruh semua orang pergi. Dengan kekuasaan dan uang nya Arga dapat dengan mudah melakukan nya.


The boys serta anak Devlokar akhirnya keluar meninggalkan Arga dan Ayyara serta Keenan dan juga Marcel dan Daffa yang sedang merangkul Steven.


"Kenapa kalian masih disini, kalian pulang! bukankah kalian masih pada bersekolah," ucap Arga.


"Om," ucap Keenan namun dihentikan oleh Arga.


"Bawakan pria bajingan itu." tunjuk Arga pada Steven.


"Ayyara kamu ikut saya," Arga memandang dingin ke arah Ayyara.


Ayyara meneguk ludah nya dengan kasar. Arga pasti benar-benar marah pada nya, pria itu bahkan memanggil namanya biasanya pria itu selalu memanggil nya dengan sebutan Aya.


Dan apa kata nya tadi, saya. fiks Arga benar-benar akan memberikan nya hukuman kali ini.


Arga berjalan terlebih dahulu dan mengikuti Arga dari belakang.

__ADS_1


Begitu juga dengan Keenan, pria itu memberi kode untuk membawa Steven.


Ayyara menatap ke sekeliling Club, Arga tidak main-main dengan ucapan nya. Pria itu benar-benar mengusir semua pengunjung hingga tempat yang tadinya rame itu kini menjadi sunyi.


"Pak Ahmad tolong bantu bawakan Steven," perintah Arga pada supir Putri nya tersebut.


Pak Ahmad mengangguk dan mengarahkan Marcel dan Daffa untuk memasukkan Steven ke mobil di kursi belakang.


"Terimakasih den," ucap Pak Ahmad.


"Waduh, gimana tuh bang, si Ayyara pasti kena marah tuh," ucap Marcel.


"Siapa yang tahu, ayahnya bakal kesini, mana serem lagi muka bapaknya," balas Keenan dengan pelan. Dia menjadi merasa tidak enak hati pada Ayyara.


Tapi dia hanya ingin memberi tahu pada Ayyara saja soal kelakuan Steven jika tak bersama gadis itu. Steven ingin dengan dia memberitahu pada Ayyara, gadis itu bisa membuat Steven kembali ke jalan yang benar kembali.


Sedangkan Ayyara duduk di kursi depan tepat disamping Daddy nya.


Aura dari Arga sangat dingin, Ayyara dilanda takut saat ini sampai tak sadar dia memilin jari nya sendiri untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Arga kalo sudah marah bisa menyueki nya dalam waktu yang lama. Ayyara pernah membuat Arga kesal dulu dan alhasil pria itu mendiaminya.


Selama perjalanan ke rumah hati Ayyara sama sekali tidak tenang. Arga juga terlihat sangat fokus menyetir tanpa mengubah raut wajah nya.


"Dad," Ayyara mencoba memberanikan diri untuk mengajak pria itu bicara.


Pria itu menoleh dan melempar kan tatapan tajam membuat nyali Ayyara menjadi menciut.


"Daddy tak pernah menyangka, mau menginjak kan kaki ditempat seperti itu Aya," desis Arga menggeram dan mengeratkan pegangannya pada setir mobil.


"Aku tak bermaksud dad, aku punya alasan kesana," cicit Ayyara.


"Jelaskan semuanya nanti dirumah," ucap Arga lalu kembali diam dan fokus menyetir.


Saat mobil Arga sampai didepan rumah, dari kaca mobil Ayyara dapat melihat mommy nya yang sudah menunggu kedatangan mereka.


Wanita paruh baya itu lantas langsung menghampiri mobil dan mengetuk pintu mobil tempat Ayyara duduk.


Ayyara segera membuka pintu dan yang dia dapat kan adalah pelukan hangat dari sang mommy.


Ayyara bahkan sampai ingin terjengkang saat mendapat pelukan yang tiba-tiba itu. Ayyara merindukan nya, sudah sangat lama Ayyara tak mendapat kan nya.

__ADS_1


"Syukurlah kamu tidak kenapa-kenapa sayang, mommy takut sekali, mom khwatir sama kamu," lirih Juli pada putri semata wayangnya nya itu.


Jantung nya serasa mencelos saat Pak Ahmad memberikan kabar pada mereka jika Ayyara sedang berada di dalam Club'.


Juli tentu saja shock mendengar nya, Ayyara berada di dunia malam.


Juli bahkan meninggal kan pekerjaan nya yang sebelumnya belum diselesaikan oleh nya, karena sangking takut nya dia dengan Keadaan Ayyara.


"Kamu ngapain kesitu heum, ngapain sayang," lirih Juli.


"Maaf mommy, maaafin Aya," sendu Ayyara. Gadis itu kini menangis di pundak Juli. Dia merasa sangat bersalah saat mendengar nada lirih dari wanita itu, menandakan betapa khawatir nya wanita itu pada nya


Sedih bercampur senang dirasakan oleh nya. Senang rasanya mengetahui jika mereka masih mengingat dan peduli pada nya. Sempat terlintas di pikiran Ayyara jika kedua orang tuanya tak menyayangi nya dan hanya sibuk dengan pekerjaan mereka.


"It's okey, mom harap kamu gak pernah ketempat kayak gitu lagi ya, bahaya sayang," ucap Juli dengan lembut.


Arga tersenyum melihat kedua wnaita yang dicintainya tengah berpelukan. Pria itu kini ikut bergabung.


Tangis Ayyara malah makin menjadi.


"Maafin Aya," Isak Ayyara semakin menenggelamkan wajahnya pada Juli.


"Hey, sudah jangan menangis lagi atau dad akan benaran marah sama Aya dan gak mau ngomong sama Aya," ancam Arga membuat Ayyara menghentikan tangis nya seraya melepaskan pelukannya.


Ayyara menghapus sisa air mata yang membasahi wajah nya.


Arga tersenyum pedih, ini semua bukan sepenuhnya salah Ayyara, itu ada salah nya. Dia sangat jarang memerhatikan Putri nya itu.


Tak lama mobil Pak Ahmad kini datang.


"Loh Steven?" tanya Juli saat melihat Steven yang kini tengah dirangkul oleh Pak Ahmad dengan susah payah karena Steven belum juga sadar kan diri.


"Hem, kita akan menanyakan nya besok, aku akan memberi nya pelajaran. Padahal aku sudah memberikan dia kepercayaan penuh untuk bersama dengan Ayyara," gumam Arga.


"Apa Steven yang ngajak kamu kesitu sayang?" tanya Juli tak percaya.


"Not now Honey, kita akan selesaikan besok saat pria itu telah sadar." ucap Arga pada sang istri.


"Bawa Ayyara kekamar nya, dia pasti kecapean," pinta Arga pada Juli yang diangguki oleh Ayyara.


"Yuk sayang, mom pengen hari ini tidur bareng kamu," ucap Juli.

__ADS_1


"Benarkah mom, wahh aku senang sekali mom," ucap Ayyara bergelayut manja pada tangan Juli membuat wanita paruh baya itu terkekeh geli.


TBC


__ADS_2