Possesive Man

Possesive Man
part 52


__ADS_3

"Mom itu yang dibelakang siapa? kok banyak banget mobil hitamnya, kayak ngikutin kita mommy," seru Intan yang memperhatikan beberapa mobil yang seperti nya mengikuti taksi yang sedang mereka tumpangi.


"Itu mobil milik Fathan," lirih Sania saat dirinya menoleh kebelakang. Di sangat mengenali salah satu mobil tersebut.


Fathan sering kali membawanya menggunakan mobil itu, tak heran jika Sania langsung mengenalinya.


"Pak bisa dipercepat gak ya pak, tolong pak!" pinta Sania pada supir grab.


Sania panik sekarang, padahal belum ada sehari dia pergi dari rumah milik Fathan dan pria itu bisa-bisanya dengan cepat menemukan dirinya.


"Kenapa mom, mereka orang jahat ya," ucap Intan yang ikut panik saat melihat wajah Sania yang juga terlihat panik.


"Tolong ya pak, ayang akan banyak lebih pak, " mohon Sania pada grab, dan untung saja supir tersebut mau.


"Gapapa sayang, tenang aja oke ada mommy kok, Intan bakalan baik-baik aja." ucap Sania mengelus rambut milik Intan untuk membuat putrinya itu menjadi tenang.


"Tapi mom, mereka siapa?" tanya Intan saat melihat mobil itu hendak mengepung mereka dari berbagai sisi. Mobil tersebut tak memberikan kesempatan pada mobil yang mereka tumpangi.


"Aaa mommy," teriak Intan yang takut saat mobilnya dibawa dengan ugal-ugalan. Intan sekarang benar -bensr sangat takut


Kecepatan yang digunakan oleh grab bisa ditandingi oleh mobil dibelakang. Tentu saja bisa, mobil mereka jauh lebih bagus.


Citttt


Intan dan Sania hampir terjungkal kedepan saat mobil grab itu terhenti secara tiba-tiba.


"Kamu gapapa kan sayang," ucap Sania khawatir pada Intan.


"I'm okayyy mom, mommy juga gak papa kan," ucap nya dan Sania Mengangguk singkat.


"Daddy!!" panggil Intan.


"Ternyata Daddy mom, aku pikir penjahat atau apa," ucap Intan lalu membuka pintu mobil dja berlari kearah Fathan yang baru saja turun dari mobil dengan wajah yang tegas dan gagah.


"Daddy!" ucap Intan menghampiri Fathan.


"Eh, muka Daddy kenapa?"

__ADS_1


"Tidak papa princess, sini hug me,"


Fathan lalu memeluk gadis itu dengan erat. "Princess, i Miss you ,"


"Miss you to dad, ih tadi aku pikir siapa. Aku sama mommy takut tadi dad, soal nya banyak banget yang ikutin,' ucap Intan seraya menatap bodyguard Fathan yang juga sudah keluar dari mobil.


"Iya dong, kan mau jemput Princess yang nakal ini Hem, katanya mau nginep tapi gak kasih tau Daddy. Nakal banget,"


"Hehehe maaf yang dad, aku lupa ," cengir Intan dengan lucu.


"Awas aja lain kali gitu, Daddy bakalan marah sama Intan, Daddy gak mau ngomong sama Intan nanti," ucap Fathan sedikit mengancam.


"Jangan dad, emang Daddy tega marahin Intan yang imut ini," ucap Intan menunjukkan wajah lucu nya."


"Nah karena itu princess, Daddy gak bisa marah lama-lama sama princes. Yaudah, kamu bareng sama om bodyguard ya," ucap Fathan. Dia harus mengurus Sania yang berani hendak pergi dari sisinya.


"Aku mau bareng sama Daddy. Mommy juga masih dimobil. Kok mommy gak turun ya," heran Intan.


"Intan pulang duluan gapapa kan sayang, Daddy ada urusan sebentar smsa mommy. Urusan krmag dewasa." Fathan berusaha memberikan pengertian.


"Pastikan putriku sampai dengan selamat, jika tidak nywamu taruhan nya. Mau mengerti?" desis Fathan lada salah satu bodyguard dengan berbisik agar Intan tak mendengar nya.


"Siap tuan," ucap nya dengan nada yang tegas.


"Biar Dad aja yang bilang sama mommy. Kamu langsung naik aja princess," suruh Fathan.


"Oke deh, bye dad."


"Dah princess," ucap Fathan seraya melambaikan tangan nya.


Fathan lalu berjalan menuju grab yang dikendarai oleh Sania. Grab itu tak bisa maju pasalnya mobil itu masih dikepung oleh bodyguard nya.


"Kau mau tetap disana sayang," ucap Fathan dengan nada yang sangat dingin pada Sania. Pria itu memandang Sania dengan sangat tajam seperti hendak memakan nya secara hidup-hidup.


"Turun!!" desis Fathan lada Sania yang kini membatu tak tau harus melakukan apa.


Pria itu terlalu cepat menemukan nya.

__ADS_1


"Kau tidak mau," tolak Sania lada akhirnya.


"Aku bilang turun Sania, atau aku akan menyeretmu dengan kasar dari sana," peringat Fathan. Ingat, jika sedang dalam mode marah, Fathan tidak akan main-main.


"Aku tidak mau," ucap Sania kembali.


"Kau yang memancing ku," desis Fathan


Dengan kasar Fathan menarik tangan Sania kasar dan membawanya ke mobilnya.


"Fathan pelan, shhh sa...kitt ," rintih Sania yang merasa kesakitan. Sania memang benar-benar merasa tangannya perih karena genggaman nya begitu kuat.Gengamam Fathan ditangannya bukan main-main .


Fathan yang sudah tidak dapat menahan amarahnya mendorong tubuh Sania ke dinding mobil dekat kaca dengan mencegkram bahu Sania. Sedangkan Sania hanya bisa meringis sakit akibat punggungnya yang tertekan kekaca mobil serta cengkraman di pundaknya yang cukup erat.


Belum sempat Sania menetralkan keterkejutan-nya Fathan dengan kasar menciumnya seolah memberi hukuman atas Sania yang memutuskan untuk pergi darinya. Fathan sudah sering memperingatkan agar Sania tak memiliki pemikiran atau pun meninggalkan nya.


Fathan membenci hal yang dilakukan oleh Sania. Teramat benci.


"Lepashh," ronta Sania. Rasanya Sania ingin menangis bahkan Fathan tidak memberinya waktu untuk bernafas.


Melihat Sania yang sudah terengah-engah Fathan dengan terpaksa melepas ciumannya dan mengusap kasar bibir Sania yang sudah bengkak itu.


Belum selesai Sania bernafas dengan lega, Fathan lagi-lagi menariknya kasar agar mendekat kearah pria itu.


"Fathan kamu mau apa," teriak Sania takut Fathan berbuat macam-macam li padanya. Sania mencoba melepaskan cengkraman Fathan namun tak bisa.


Padahal diluar sangat banyak orang namun mereka semua seakan tuli dan tak mendengar kan apapun. Tak ada yang akan menolong nya.


"DIAM"! bentak Fathan kasar sembari Menggulung lengan bajunya ke atas.


"Fathan hiks kau mau apa," cicit Sania. sungguh dia sangat ketakutan sekarang.


"****," umpat Fathan.


"Kita lanjutkan dirumah," ucap Fathan lalu merapikan seluruh pakainya yang terlihat berantakan.


Fathan mengode seluruh anak buah nya agar menyingkir agar dia bisa segera pulang kerumah memberikan pelajaran yang sebenarnya untuk Sania.

__ADS_1


__ADS_2