
"Huh!" celetuk Qia. Dia terus melihat ke arah jendela kaca. Di luar nampak hujan deras sedang mengguyur. "Padahal tadi pagi waktu di museum, cuacanya cerah. Kok dari tadi sore sampai malam hujan deras, sih!" keluh Qia. Dia terus memandang ke arah Menara Eiffel dari dalam jendela kamar. Mulutnya sudah mengkerut sedari tadi.
"Padahal aku pengen banget ke sana hari ini!" keluhnya lagi sambil menyilangkan kedua tangan di dada. Dia melihat ke arah belakang, nampak Billy yang diam sedari tadi. Matanya fokus ke arah buku tebal yang dibacanya sejak kembali ke hotel tadi. Billy nampak sudah bersiap tidur, hal itu nampak dari piyama warna biru tua yang dia kenakan. Dia membaca buku sambil duduk di atas tempat tidur.
Ih, aku daritadi sibuk sama buku terus. Kok betah banget sih baca buku tebal banget kayak gitu. Kayaknya sainganku besok bukan pelakor atau smartphone deh, tapi buku. Ih, dia nggak bisa apa ngelakuin hal yang romantis gitu. Katanya ini quality time atau honeymoon tapi malah sibuk sama buku, gumam Qia.
Qia masih belum memakai piyama, dia masih memakai sweater warna coklat muda dan celana kain panjang warna hitam. Qia berjalan ke arah Billy. Dia berdiri tepat di samping tempat tidur.
Nggak seru, ah. Masak aku diduain sama buku! Sedikit jahil nggak papa kan ya, gumam Qia. Dia langsung melompat ke atas tempat tidur itu.
BRUK!!! Qia mendarat tepat di samping Billy. Badan Qia tentu tak sakit karena dia mendarat di kasur yang empuk. Tapi suara dari lompatan itu tentu nyaring.
"AH!!!" ucap Billy kencang. Dia terlarut dalam buku yang dibacanya sehingga sangat kaget mendengar suara dari lompatan Qia. Buku yang dipegangnya sampai terjatuh. "Yaya, kamu bikin kaget aja!" keluh Billy sambil mengambil buku yang jatuh di lantai itu.
"Pak Billy!" panggil Qia sambil berbaring miring menghadap ke arah Billy.
Dia kenapa, sih? Kenapa manggil aku dengan sebutan Pak lagi? gumam Billy.
__ADS_1
"Ehm...ada apa, Yaya? Kamu mau apa?" tanya Billy.
"Saya sudah ngagetin Bapak. Pak Billy nggak mau kasih hukuman ke saya? Saya sudah jahil lho, Pak," ucap Qia lagi. Billy mencium dahi Qia.
"Sudah, itu hukuman untukmu," ucap Billy. Dia kembali fokus membaca buku tebal itu. Qia menarik-narik ujung piyama Billy. "Ada apa?"
"Aku ngantuk...." ucap Qia manja.
"Ya sudah, bobok!" Billy menutup buku itu. Tangan kirinya masih memegang buku itu. Tangan kanan mengarah ke arah punggung Qia. Dia menepuk-nepuk punggung itu dengan lembut. "Sudah, tidur! Udah di puk-puk seharusnya bisa tidur...." ucap Billy.
"Hoahm...." Qia menguap. Dia memejamkan matanya. Billy menarik selimut lalu menyelimuti tubuh Qia dan sebagian besar kaki miliknya.
Pasti dia yang menjahiliku, gumam Billy. Dia mendekatkan kepalanya ke arah telinga Qia.
"Kecoak!" teriak Billy kencang. Qia nampak tak bereaksi, matanya masih terpejam. "Ck! Mungkin hanya perasaanku saja," Billy kembali menatap buku. Dia menatap ke arah Qia lagi. "Awas saja kalo jahil dan pura-pura tidur!" ucap Billy. Dia kembali membaca buku di tangannya. Buku itu membuat Billy belum juga mengantuk.
"AU! SAKIT!" teriak Billy kencang. "YAYA!" teriaknya sambil menatapke arah Qia. "Kamu nyubit perutku, ya?" ucap Billy dengan nada meninggi. Qia masih nampak tertidur pulas. "Ck! Berhenti pura-pura, Yaya!" ucap Billy lagi. Qia tak menyahut. Matanya masih terpejam. "Huh!" keluh Billy sambil mengambil buku yang terjatuh itu.
__ADS_1
Billy mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan wajah Qia. Embusan napas Billy menerpa wajah Qia. Mata Qia tiba-tiba terbuka.
"Kam...ehm...." ucapan Billy tertahan. Qia langsung menyerang bibir Billy dengan ciuman.
"Ucapan maaf dariku, Hub...eh!" Billy membalas serangan itu. Dia kembali mencium bibir Qia. Ciuman itu dilakulan dengan penuh hasrat.
Kau yang memprovokasiku, Yaya, gumam Billy. Dia mulai melakukan aksinya. Tangannya mulai melucuti pakaian Qia.
Padahal aku tak berniat sampai ke arah sini. Aku ingin melawan, tapi kenapa aku justru terbuai, ya. Tubuhku seolah tak bisa menolak hal ini. Sepertinya ini benar-benar akan jadi malam yang panjang. Aku benar-benar sedang mengalami kegiatan yang biasa dilakukan pasangan saat honeymoon. Ini seperti adegan yang sering kubaca di kisah romance di komik atau pun novel, gumam Qia.
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
__ADS_1
Mohon doa dan dukungannya ya supaya Billy dan Qia bisa menang di Lomba You Are A Writer #3 😊
Thank you 😍