
"Iya, Pak. Jangan pulang," sahutku secepatnya. "Saya mau pergi dengan Bapak."
"Baiklah, berarti saya sudah dimaafkan kan?" ia melirik ke arahku. Aku menggangguk tapi masih membuang muka. "Baguslah," ucap Balok Es.
Mobil ini terus melaju. Pemandangan berupa pohon-pohon hijau yang berjajar semakin terlihat jelas. Nun jauh di sana ada bukit-bukit dengan pohon-pohon hijau nan rimbun tersusun rapi. Ketika mobil melewati daerah tepi jurang, nampak pemandangan kota dari atas sini. Kota itu tertutup awan, mungkin seperti negeri di atas awan. Bisa terlihat gedung-gedung, rumah penduduk, lahan-lahan pertanian di pinggir kota itu dan pepohonan terlihat dari sini. Matahari nampak semakin rendah. Kurasa sebentar lagi dia akan terbenam.
"Ayo, turun!" terdengar suara Balok Es. Ternyata mobil ini sudah berhenti. Pintu mobil di sampingku sudah terbuka. Aku segera melangkah keluar dari mobil.
"WOW!" ucapku takjub.
Balok Es membawaku ke sebuah tempat, kurasa ini restoran. Restoran itu berada di tepi jurang. Bentuk restorannya sangat unik berupa bangunan berdinding kaca berbentuk tabung. Apa dia sengaja membawaku kemari untuk minta maaf atas tindakan tadi? Aku tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Harus kuabadikan diriku di depan bangunan ini. Kurasa tempat ini cocok untuk berfoto dan di upload di sosial media. Segera kukeluarkan smartphone-ku, lalu kunyalakan kamera depan. Aku berhenti berjalan.
"Ck!" terdengar suara tak suka. "Apa yang kau lakukan?" tangan kiriku ditarik begitu saja."Ayo, cepat jalan. Nanti kita terlambat!" teriak Si Balok Es. Terlambat? Terlambat untuk apa? Aku pun melangkahkan kaki masuk ke sana.
Di lantai dasar gedung itu nampak bersusun rapi meja-meja berderet-deret. Meja itu diapit oleh dua kursi. Astaga, kurasa mereka semuanya pasangan. Di setiap meja itu hanya ada seorang perempuan dan seorang laki-laki. Ehm, apa ini tempat untuk kencan? Apa Balok Es mengajakku kencan? 😍
Entah mengapa aku merasa penasaran dan sangat antusias. Hatiku sedikit hangat dan rasanya berbunga-bunga. Karena rasa senang itu mungkin aku seperti terbang di udara. Ehm, apa aku terlalu berharap, ya? 😔
Jika ini hanya salah satu bentuk kejahilannya saja maka aku akan kecewa berat 😢. Kontrol hatimu, Qia! 😤. Jangan terlalu berharap! 😥 Tanganku terus digandeng memasuki area restoran itu. Tak jauh dari sini, nampak Sekretaris June. Kurasa dia berada di depan sebuah lift.
"Ruangan sudah disiapkan, Tuan!" ucapnya sambil memencet tombol pembuka pintu lift.
__ADS_1
"Ehm," sahut Balok Es lirih. Dia terus menarik tanganku masuk ke dalam lift. Kulihat layar di lift itu. Nampak tulisan nomor '15'. Jadi, lift ini menuju puncak tertinggi gedung ini? Aku semakin penasaran.
"Pak, kita mau apa, sih? Bapak, mau memberi kejutan ya buat saya?" tanyaku antusias.
"Kau akan tahu, nanti!" Balok Es cuek. Dia bahkan tak menatapku. Jawabannya semakin membuat pikiranku terbang melayang semakin jauh.
Apa dia ke sini untuk menjahiliku? Apa dia akan melakukan sesuatu, entah dengan metode apa sehingga aku jatuh dari puncak tertinggi? 😨 Atau, apa dia akan mempertemukanku dengan hewan buas lagi di puncak tertinggi sehingga aku panik dan tidak bisa lari? 😱. Aku semakin merasa takut dan deg-degan. Lift ini masih menuju ke atas. Kurasa kaki dan tubuhku mulai gemetar karena tebakan di pikiranku.
"Kau ini kenapa? Kenapa tubuhmu gemetar?" Balok Es menatapku di dingin. "Kau takut naik lift?" tanyanya lagi. Sudahlah, iyakan saja. Aku pun menggangguk.
"Pak!" ucapku spontan.
Astaga, ini reaksi yang tak terduga. Balok Es menarikku ke dalam pelukannya. Aku di dekap dengan erat dengan tangan kirinya. Tubuhnya lebih tinggi daripada tubuhku. Aku merasa aura cool nan memesona dari bawah sini. Dia tak menatapku sih. Kepalanya terus menghadap lurus ke depan. Aku merasa hangat dan nyaman di dekapannya. Aroma parfum yang wangi tapi maskulin semakin membuatku betah berada di sini. Kugerakkan kedua tanganku untuk melingkar di pinggang Si Balok Es. Pak, mengapa ya Qia semakin suka Bapak peluk seperti ini?
"Ayo, jalan!" terdengar suara dingin menyadarkanku kembali. Balok Es masih memeluk tubuhku. Atau, mungkin aku yang sengaja tidak melepaskannya. Tapi dia tak keberatan kurasa.
Astaga, aku terkejut dengan apa yang kulihat. Ada sebuah meja dan sebuah sofa yang tepat menghadap ke arah pemandangan itu. Balok Es melepaskan pelukanku. Tangan kirinya menuntunku menuju ke arah meja itu. Jantungku semakin berdebar kencang saat Balok Es melangkahkan kakinya untuk mengajakku duduk di kursi itu. Dia duduk di sebelah kananku. Aku masih bingung dengan apa yang terjadi. Jadi, aku hanya duduk sambil menunduk.
"Pak!" ucapku spontan.
Balok Es tiba-tiba menggerakan tangannya untuk mengiringku ke dalam dekapannya. Jantungku semakin berdetak kencang. Aku deg-degan tapi rasanya juga senang sih. Tak bisa dipungkuri aku suka dengan kejutan ini. Aku suka suasana sunset saat ini. Ehm, aku merasa ini romantis.
__ADS_1
"Saya ingin melihat matahari terbenam saja," ucap Si Balok Es. Kata-kata itu membuatku kecewa. Jadi, dia tak mengganggap ini hal yang spesial 😔. "Melihat sunset bersamamu!" lanjutnya sambil membelai kepalaku dengan tangan kirinya.
Aku merasa hatiku hangat, ini perasaan yang menyenangkan. Apa ini cara Balok Es menghiburku? Agar aku melupakan kesedihanku karena Naren?
"Tikus Kecil!" teriak Balok Es terkejut. Aku mencium pipi kanannya.
"Qia suka kejutan dari Bapak!" aku kembali memeluk tubuhnya.
"Ehm,"sahut Balok Es lirih. "Hey, Tikus Kecil!" ucap Balok Es.
"Iya, Pak. Ada apa?" tanyaku. Apa dia tak bisa melakukan sesuatu agar suasana ini lebih romantis dan dekat. Dia sangat kaku dan dingin seperti balok es sungguhan.
"Coba tatap ke mata saya!" perintahnya. Aku pun mengarahkan pandanganku ke atas. Tentu saja, kepalaku juga menghadap ke arah atas. Balok Es tiba-tiba saja mencengkeram daguku dengan tangan kirinya.
Kejadian itu sungguh cepat. Aku tak menduga hal ini sebelumnya. Bibirku dan bibir Balok Es bersentuhan secara langsung. Dia menyerang bibir mungilku dengan ganas. Entah mengapa aku menikmati dan tak melawan saat dia melakukan hal ini padaku. Kecupan yang syahdu seperti suasana sunset yang menetramkan hati. Pak, apa ini jawaban dari semua pertanyaan Qia? Apa Qia punya posisi di hati Bapak?
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
__ADS_1
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
Thank you 😍