Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)

Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)
Episode 116 - Ski....


__ADS_3

"Aku berjanji akan selalu membuatku bahagia dan aman di sampingku hingga maut memisahkan kita, Yaya,"ucap Billy lembut.


Ih, dia kok makin manis sih mulutnya. Bikin aku jadi nge-fly aja. Jadi, gemes deh, gumam Qia.


"Ih, kamu jadi gemesin!" ucap Qia. Kedua tangannya mencubit kedua pipi Billy.


"Hey, sakit!" protes Billy.


"Eh, gemesnya! Hubby-ku sekarang udah nggak jaim lagi," ejek Qia. "Padahal dulu kamu jaim dan kaku banget, hahaha."


"Huh," Billy membuang muka.


"Ih, kok marah, sih," Qia mencium pipi kanan Billy. "Terima kasih sudah selalu ada untukku, Hubby."


"Ehm," sahut Billy sambil tersenyum. Qia menyandar di bahu kanan Billy. Kereta gantung itu berhenti. Pintu kereta itu dibuka dari arah luar.


"Wah! Keren!" teriak Qia setelah turun dari kereta gantung.


Nampak hamparan lereng pegunungan salju. Seluas mata memandang nampak salju yang putih bersih memesona. Pohon-pohon cemara nampak berjajar dengan rapi, menambah indah pemandangan itu. Dua jalur kereta gantung juga terlihat. Qia hendak melangkah menuju gardu pandang yang berada di dekat pemberhentian kereta gantung itu.


"Hey, hati-hati! Licin! Nanti kamu terpeleset!" Billy menarik tangan Qia. "Ayo, hati-hati jalannya!" Billy menggandeng Qia menuju gardu pandang itu. Nampak pagar besi pembatas sebagai pengaman.


"Hubby," panggil Qia. "Fotoin aku!" ucap Qia sambil menyerahkan smartphone-nya. Dia sudah berpose di dekat pagar pembatas itu.

__ADS_1


"Ehm...." sahut Billy. Dia memenuhi permintaan Qia.


"Lagi! Lagi!" teriak Qia girang. Dia terus melakukan beragam pose. Billy dengan sabar menuruti keinginan Qia. "Ayo foto berdua!" ucap Qia sambil menarik tangan Billy.


"Akhirnya," ucap Billy. "June, kemarilah," nampak Sekretaris June muncul bersama seorang photographer.


"Ayo kita berfoto, Yaya. Kau tak boleh protes apa pun keinginanku," bisik Billy. Dia memeluk Qia dari arah belakang.


"Eh, Hubby," bisik Qia. "Jangan di sini! Malu ah diliatin banyak orang!" bisik Qia saat Billy hendak berpose mencium pipinya.


"Mereka orang asing. Tak kenal dan tak akan bertemu denganku lagi. Untuk apa aku mempedulikannya!" ucap Billy. Dia melakukan pose yang diinginkannya. Cahaya flash kamera menyala beberapa kali.


"Hubby, sudah ya. Aku malu," bisik Qia. Para wisatawan lain sibuk menatap ke arahnya. Billy mengabaikannya. Dia terus melakukan pose yang dia inginkan.


"Sudah, Hubby. Sudah. Eh, ayo kita lihat wahana di sana!" ucap Qia. Nampak sebuah wahana untuk melakukan seluncuran salju. Para wisatawan nampak ramai bermain ski di sana. "Ayo, coba itu!" ucap Qia sambil menarik tangan Billy.


"Baiklah," sahut Billy. "Ayo, sewa peralatannya terlebih dahulu," ajak Billy.


Billy dan Qia sudah memakai peralatan lengkap untuk bermain ski. Mulai dari helm, pelindung siku, pelindung lutut, sepatu khusus ski, papan seluncur, tongkat hingga google glass. Keduanya bermain dengan didampingi oleh seorang instruktur. Sekretaris June dan seorang photographer mengikuti keduanya.


"Ayo, kita mulai, Yaya," ucap Billy. Dia mulai berjalan dengan papan seluncur terikat di kakinya.


"Nggak mau!" ucap Qia.

__ADS_1


"Lho, kenapa? Kau bilang kau ingin main ski. Mengapa sekarang berubah pikiran?" tanya Billy.


"Aku cuma ingin pake peralatan ini buat foto aja, hehehe. Nggak mau main, takut jatuh!" sahut Qia.


"Pak June, ayo mulai potret aku!" pinta Qia. Dia sudah memasang pose sebagus mungkin.


Astaga, jika ingin foto begitu saja di area wahana salju buatan juga bisa, Yaya, gumam Billy sambil menghela napas.


"Ayo, Hubby. Kita foto bareng!" teriak Qia. "Eh, nanti ambil foto sama Pak June juga ya, Hubby," ucap Qia sambil tersenyum lebar.


"Ehm...." sahut Billy singkat.


Sudahlah, yang penting dia bahagia, gumam Billy. Dia mulai berpise di samping Qia.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Mohon doa dan dukungannya ya supaya Billy dan Qia bisa menang di Lomba You Are A Writer #3 😊

__ADS_1


Thank you 😍


__ADS_2