Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)

Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)
Episode 23 - Memulai Misi


__ADS_3

"Nyonya, kita sudah sampai!" Pak March membukakan pintu mobil untukku. Aku turun sambil membawa kotak bekal itu. Mengapa aku jadi deg-degan? Apakah Balok Es mau menemuiku?


Kantor ini lebih besar dari yang kuperkirakan sebelumnya. Saat pintu mobil terbuka kurasa semua mata yang ada di lobi gedung ini tertuju padaku. Jujur saja, jantungku yang mungil berdebar sangat kencang. Aku belum pernah masuk ke gedung sebesar ini seorang diri. Kantor Papa saja tak sebesar ini.


"Selamat datang, Nyonya," sapa pegawai lelaki yang bertugas membuka pintu. Mataku jelalatan mengagumi kemegahan gedung ini. Untung saja mataku tersembunyi di balik kacamata hitam ini.


"Selamat siang, Nyonya. Ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang resepsionis wanita. Dia cukup cantik, putih tinggi semampai.


"Ehm..." apa yang harus kukatakan? Otakku sedang berpikir. Ucapkan saja seperti di film-film. "Saya ingin bertemu Tuan Rexford. Saya belum membuat janji. Ehm...katakan saja istri tercintanya kemari untuk mengantarkan makan siang," ucapku manja sambil memainkan rambutku.


"Baiklah, tunggu sebentar, Nyonya," ucap resepsionis itu. Belum selesai dia berbicara, ada seorang pegawai pria datang dan berbisik padanya. "Mohon maaf, Nyonya...." ucap Resepsionis itu. Maaf? Jadi aku tak bisa menemuinya? Ya sudahlah, setidaknya aku sudah menunjukkan usahaku.


"Ya sudah, jika dia sedang ada janji saya titip bekalnya saja. Saya akan pulang saja ke rumah...." aku hendak pergi.


"Nyonya, Tuan Rexford sudah menunggu Anda," pegawai pria itu mencegatku. "Kami mohon maaf karena sudah membuat Anda menunggu," dia mempersilahkanku mengikutinya.


WHAT? Balok Es menungguku? Darimana dia tahu? Kurasa para pegawai di rumah yang memberitahunya. Aku berjalan sok cool saat para pegawai sibuk menatapku. Sejujurnya aku deg-degan! Apa yang harus kukatakan saat di hadapan Balok Es nanti?


Gila! Arsitektur gedung ini membuatku ternganga. Nuansanya dominan warna kuning cerah. Aku bisa melihat para pegawai sedang bekerja dari balik dinding-dinding kaca. Kurasa mereka sedikit melirikku sebentar saat aku lewat tadi.


"Silahkan, Nyonya," pegawai itu menuntunku menaiki sebuah lift. Jantungku ingin keluar dari tempatnya. Apa yang harus kukatakan saat bertemu dengannya? Aku malu dan bingung. "Nyonya, kita sudah sampai!" pegawai itu menuntunku menuju sebuah pintu ruangan warna perak. Di atas pintu ada tulisan 'Ruang CEO A2J Tech Company'. Di depan pintu itu nampak Sekretaris June.

__ADS_1


"Selamat datang, Nyonya," ia menyambutku. "Silahkan masuk," pintu itu terbuka. Bolehkan aku pingsan saja? Aku takut dan bingung.


Saat aku masuk ke ruangan itu, nampak seseorang sedang membelakangiku. Orang itu sedang menatap ke arah jendela kaca di belakang meja kerja itu. Kurasa itu Si Balok Es. Dia memakai setelah jas warna abu-abu keperakan. Saat pintu tertutup aku hanya berani mematung di sambil menunduk.


"Kau datang kemari, Tikus Kecil!" suara Balok Es itu masih saja dingin dan menyeramkan. Dia masih saja membelakangiku.


"Ehm...iya, Pak," jawabku singkat.


"Kau bolos kuliah?!" suaranya semakin meninggi membuatku semakin merinding.


"Ehm...tidak, Pak...ehm...tadi hanya ada satu mata kuliah saja...." aku masih saja tertunduk.


"Ehm...saya kemari untuk mengantarkan makan siang untuk Bapak...." aku masih menunduk.


Rasanya seperti berhadapan dengan dosen saat di kelas. Dia masih saja tak berbalik, Balok Es, sebenarnya apa yang kau inginkan? Seperti apa aku harus merayumu?


"Saya...ehm...." mungkin ini kata-kata tergila yang pernah kuucapkan. "Saya...ingin menjadi istri yang ba...ik...untuk...Ba...pak..." ucapku lirih sambil menunduk. Jika ini tak berhasil lebih baik aku pura-pura pergi ke kamar mandi dan pulang bersembunyi di rumah.


"Ehm...baiklah, saya akan mencoba masakanmu, Tikus Kecil!" ia akhirnya berbalik. Mata elangnya menatapku tajam dan dingin. Aku masih saja tertunduk dan tak bergerak dari posisiku. "Mengapa kau masih mematung? Sini! Duduk dan layani saya!" perintahnya. Aku hanya menggangguk-anggun lalu duduk di sofa ruangan itu. Kubuka kotak bekal itu dan kukeluarkan dengan hati-hati. Jika bukan demi kunjungan ilmiah aku lebih memilih sembunyi di rumah saja. Kulepas kacamata hitamku.


"Apa yang kau masak?" mata elang Balok Es mulai melirik masakanku. Saat kubuka kotak bekal itu, ada berbagai macam sayuran di sana. Aku memasak menu yang sederhana.

__ADS_1


"Tradisional Vegetable Salad with Peanut Sauce!" aku tersenyum nyengir.


"Bilang saja kau memasak lotek, Tikus Kecil!" ia melirikku tajam. "Suapi saya!" perintahnya. HUH!!! Dasar manja! Aku pun melakukannya, "Lumayan, meski rasa bumbunya sedikit terlalu asin," aku menghentikan suapanku. Balok Es ini sulit sekali ditaklukkan. "Apa yang kau lihat? Ayo, suapi lagi!" ia memerintahku lagi.


Anggap saja aku sedang melayaninya saat makan siang. Suapan demi suapan telah kulakukan. Selama itu Si Balok Es diam saja, wajahnya datar dan dingin seperti es. Mata elangnya menatapku datar. Tapi bagiku ini sangat menakutkan. Tak terasa masakanku habis dimakan olehnya hampir tak bersisa. Sekarang apa yang harus kulakukan? Aku canggung untuk memulai pembicaraan.


"PAK!!!" tiba-tiba saja Si Balok Es berpindah di kursi yang kududuki. Dia menempatkan dirinya di sebelahku. Sebelum sempat aku mengelak, kepalanya sudah terbaring di pangkuanku. Aku tetap tertunduk, dia juga diam saja. Matanya tak terpejam, mata elangnya seakan tak berkedip ketika memandangiku. Mengapa jantung mungilku berdetak sangat kencang?


Tangannya yang dingin tiba-tiba membelai pipi kiriku. Wajahku tiba-tiba saja dicengkeram olehnya.


PAK!!! Aku ingin berteriak tapi tak bisa. Apa dia ingin menciumku? Tangannya menuntun wajahku supaya mendekat ke wajah dinginnya. Wajahku semakin dekat semakin dekat. Dekat, dekat sekali tinggal beberapa mili saja. Mataku otomatis terpejam. Mengapa aku tak melawan? Apakah aku mulai terbiasa dengan sentuhannya?


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2