
"Aku...." berbagai hal berkecamuk di pikiranku. Jantungku berdebar kencang. Mereka menyuruhku mengambil keputusan saat seolah aku diapit kebuntuan. Aku akan menolaknya! Aku takkan mau menikah dengan Si Balok Es itu. "Aku...me...no...." jawabku terbata-bata. Tunggu, tapi jika aku menolaknya bagaimana nasib Naren? Balok Es dan orang tuaku bisa menyakiti Naren. Tidak, itu tidak boleh terjadi. Sudah kuputuskan.
"A...ku...me...nerimanya!" jawabku setengah berteriak.
"Terima kasih, Sayang!" Nyonya Belvana memelukku. Terdengar suara pintu terbuka. Nampak Dokter keluar dari dalam ruangan.
"Kondisi pasien belum stabil. Beliau sudah cukup lemah kondisinya. Saya harap keluarga bisa memenuhi permintaan beliau secepatnya agar kondisi pasien bisa stabil karena merasa bahagia," ucap Dokter itu.
"Ajudan, panggilkan penghulu kemari! Billy dan Qia akan menikah hari ini juga!" ucapan Tuan Hutama seperti petir yang menyambar telingaku. Hari ini? Secepat ini? Kakiku seakan tak kuat menopang tubuhku.
"Kamu ingin diberi mas kawin apa, Nak?" Nyonya Belvana mendekatiku. Mas kawin? Aku tak menginginkannya, aku hanya ingin bebas dari sini. Kutahan air mataku sebisa mungkin.
"Aku sudah menyiapkan rumah, apartemen, mobil, deposito pendidikan S2 dan S3 serta perhiasan untuk Qia, Ma." Balok Es itu menyahut.
__ADS_1
"Apa kamu ingin yang lain lagi, Nak?" Tuan Hutama berkata dengan lembut. Aku hanya menggeleng. Bisakah waktu diulang? Atau berhenti sebentar saja. Aku ingin lari dari sini. Bagaimana hidupku saat resmi menjadi istri Balok Es itu?
"Penghulu sudah tiba, Tuan!" ajudan Tuan Hutama masuk bersama seorang laki-laki berjas hitam. Duniaku seakan benar-benar terhenti. Aku tak menatap kemana pun sedari tadi. Hanya terus menatap ke arah bawah agar tak ada yang tahu bahwa aku menahan air mata. Naren, maaf, aku melakukan ini demi melindungimu.
Prosesi itu dilakukan di meja yang berada di depan tempat tidur Tuan Adi Hutama. Tuan Adi Hutama kurasa menyadari prosesi ini. Ajudan Tuan Hutama serta Bapak Dokter menjadi saksi. Jantungku serasa berhenti berdetak. Waktu seakan lambat berputar. Saat terdengar kata "SAH!" saat itu rasanya bendungan air mataku runtuh. Kueratkan kepalan kedua tanganku sangat erat sampai bisa kurasakan kuku panjangku menusuk daging di tanganku. Aku tak peduli rasa sakit di tanganku. Yang terpenting jangan sampai air mataku tumpah.
Balok Es itu memasangkan cincin di jariku. Aku masih menatap ke arah bawah saat itu. Saat memasangkan cincin ke jari Si Balok Es, mataku tak menatap wajahnya. Saat kucium tangan Balok Es ini, kurasakan tangannya kasar dan dingin. Dinginnya sedingin tatapannya padaku saat ini.
"Akhirnya kita resmi menjadi keluarga, Jeng!" Nyonya Belvana memeluk Mama-ku.
"Ma, aku ingin ke kamar mandi sebentar!" aku langsung berlari keluar.
Bendungan air mataku yang sudah rapuh sekarang runtuh. Aku menangis di sepanjang lorong rumah sakit. Untung saja lorong ini sepi, jadi tak ada yang akan menggangguku. Aku berlari sejauh mungkin, entah kemana kakiku akan pergi melangkah. Kutumpahkan segala amarah dan kesedihan yang kutahan. Tanpa kusadari, aku sudah berada di sebuah ujung lorong yang gelap. Di ujung lorong itu ada sebuah balkon yang sepi. Kurasa aku butuh udara segar, pikirku sambil berlari menuju balkon itu. Tiba-tiba...BRUK!!! Aku menabrak seseorang, aku dan orang itu terjatuh.
__ADS_1
"Ah, ma...af...." ucapnya sambil bangkit berdiri. Orang ini memakai seragam yang nampaknya seragam petugas cleaning service rumah sakit ini. Dia memakai masker berwarna putih, dia melepas maskernya. Saat ia hendak menolongku, wajahnya terlihat.
Jantungku seakan ingin melompat keluar dari tempatnya. Bagaimana dia bisa ada di sini? Mataku tak mungkin salah mengenali wajah itu. Dia adalah Naren.
"Qia, kamu ngapain di sini? Kamu kenapa? Mengapa kamu menangis?" ia mengusap air mataku. Apa yang harus kulakukan?
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
__ADS_1
Thank you 😍