Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)

Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)
Epiaode 123 - Tunggu Aku!


__ADS_3

"Apa? Kecelakaan?!" teriak Billy. "Dimana Qia sekarang?!" tanya Billy.


"Mama dan keluarganya Qia sedang menuju ke Rumah Sakit XWZ. Cepat, Billy! Segeralah ke sana!" ucap Nyonya Belvana. Sambungan telepon itu berakhir. Billy jatuh terduduk ke lantai. Kedua kakinya seolah tak mampu menopang berat tubuhnya.


"TUAN!" teriak Sekretaris May. "Tuan, ada apa? Kenapa Anda ...."


"Yaya, June. Yaya!" ucap Billy. Suaranya bergetar.


"Nona Qia? Ada apa dengan Nona Qia?" tanya Sekretaris June.


"Istriku kecelakaan! Cepat, June! Cepat! Kita pergi ke Rumah Sakit XWZ!" perintah Billy.


"Ba ... baik, Tuan. Mari saya bantu berdiri!" Sekretaris June membantu Billy berdiri.


Billy dan Sekretaris June segera berlari menuju mobil yang sudah menanti di depan lobi kantor itu.


"Pergi ke Rumah Sakit XWZ! CEPAT!" teriak Billy.


"Baik, Tuan," sahut Pak Sopir.


Mobil itu segera melaju dengan kencang meninggalkan komplek perkantoran itu. Mobil itu melaju kencang menembus gelapnya malam yang pekat. Billy tak bisa mengalihkan pandangannya dari kaca jendela mobil. Dia terus saja menatap ke arah kaca jendela.


Yaya, mengapa ini harus terjadi? Apa ucapanmu tadi adalah sebuah salam perpisahan? Tidak! Tidak! Kau pasti baik-baik saja. Kau pasti selamat! Yaya, jangan tinggalkan aku. Aku tak ingin berpisah denganmu, gumam Billy.

__ADS_1


"Kenapa mobilnya berhenti?!" teriak Billy geram.


"Tuan, ini saat jam pulang kantor. Jalanan pasti macet ...." sahut Sekretaris June.


"Aku tak peduli, June! Ambil jalan memutar cepat!" perintah Billy.


"Maaf, Tuan. Kita tak bisa memutar," sahut Pak Sopir itu lirih.


"TAK BERGUNA!" teriak Billy geram. Dia segera keluar dari dalam mobil. Pintu mobil itu dibanting dengan kencang.


"Tuan, Anda mau kemana?" tanya Sektetaris June. Billy tak menjawab, dia segera berjalan ke tepi jalan. Nampak beberapa ojek online (ojol) sedang mangkal di sana.


"Apa kau bisa mengantarku ke Rumah Sakit XWZ?" tanya Billy.


"Bisa, Pak. Bapak bisa order lewat aplikasi," sahut pria pengemudi ojol itu.


Pria pengemudi ojol itu nampak tak percaya pada apa yang baru saja dilihatnya. Dia terus menatap ke arah tangannya. Beberapa lembar uang warna merah yang mungkin tak terbayang bisa didapatnya hari itu.


"Kenapa? Apa kurang?!" tanya Billy dengan nada meninggi.


"Tidak, Pak! Tidak! Mari,Pak! Mari!" sahut pengemudi ojol itu. Dia segera menyerahkan helm kepada Billy.


"Ambil jalan paling cepat! Aku tak peduli meski harus lewat jalan tikus!" perintah Billy.

__ADS_1


"Baik, Pak!" sahut pengemudi ojol itu.


"Kau! Antar aku ke Rumah Sakit XWZ! Ini bayaranmu!" ucap Sekretaris June sambil menyerahkan beberapa lembar uang ratusan ribu pada seorang pengemudi ojol. "Cepat, ikuti motor itu!" perintah Sekretaris June pada seorang pengemudi ojol.


"Baik, Pak! Ini helmnya!" sahut pengemudi ojol itu.


Kedua motor itu segera melaju kencang menembus kemacetan yang tak juga bergerak. Dengan lincah pengemudi ojol menyalip deretan kendaraan yang ada di kanan-kirinya. Bunyi klakson tak berhenti berbunyi di sekitar area kemacetan itu.


"Lebih cepat lagi!" perintah Billy.


"Baik, Pak!" sahut pengemudi ojol itu. Dia segera memacu sepeda motornya lebih cepat lagi.


Yaya, tunggu aku! Aku segera tiba! gumam Billy.


"Pak, hujan!" seru pengemudi ojol itu.


Tiba-tiba saja hujan deras melanda. Hujan itu deras disertai dengan angin yang cukup kencang. Pengemudi ojol itu hendak menepi.


"Jalan terus! Terobos hujan ini!" perintah Billy. "CEPAT! Nanti kutambah bayarannya!" perintah Billy lagi.


"Baik, Pak!" sahut pengemudi ojol itu. Dia segera memacu sepeda motornya di tengah hujan deras itu. Motor itu berjalan kencang, membelah jalanan yang tergenang air. Setelah cukup lama berjalan tibalah di Rumah Sakit XWZ.


"Ini! Ambil semuanya!" ucap Billy sambil menyerahkan beberapa lembar uang warna merah dari dalam dompetnya.

__ADS_1


"Terima kasih, Pak," sahut pengemudi ojol itu.


Billy tak membalas ucapan pengemudi ojol itu. Dia segera berlari menuju ke area Rumah Sakit XWZ. Sekujur tubuh Billy basah kuyup akibat menerobos hujan.


__ADS_2