
"Dimana korban kecelakaan mobil yang baru saja tuba di sini?" tanya Billy kepada petugas resepsionis.
"Tuan," terdengar suara. Billy menoleh sejenak ke arah suara itu. Sekretaris June berlari ke arah Billy.
"Apakah Anda keluarga korban?" tanya petugas resepsionis itu.
"Iya, benar! Saya keluarga korban! Saya suami korban!" ucap Billy.
Petugas resepsionis nampak tertegun sejenak. Dia lalu menatap ke arah kawannya yang lain. Keduanya saling berbicara dengan nada suara pelan sejenak. Kawan itu lalu memanggil seorang perawat. Perawat itu nampak berbicara sejenak dengan sang petugas resepsionis dalam nada bicara yang lirih.
Kenapa mereka nampak menyembunyikan sesuatu? Apa penampilanku terlihat sangat lusuh ya sehingga membuat mereka kurang nyaman. Atau, mungkinkah terjadi hal buruk pada Yaya? Tidak! Tidak! Yaya pasti baik-baik saja. Mereka pasti kurang nyaman dengan penampilanku yang lusuh karena hujan, gumam Billy.
"Mari, ikuti saya, Pak," ucap perawat itu. Billy memggangguk.
Perawat itu membawa Billy menuju ke suatu area di rumah sakit itu. Beberapa bangsal perawatan sudah terlewati.
Kenapa perawat ini tak berhenti di bangsal perawatan? gumam Billy.
"Dimana istriku?" tanya Billy.
"Istri Anda ada di sini, Tuan," ucap perawat itu.
"Apa?" teriak Billy tak percaya. Dia langsung jatuh terdusuk di lantai. Nampak ruangan dengan tulisan 'Kamar Jenazah'. "Tidak mungkin! Tidak mungkin! Tidak mungkin!" teriak Billy. "Yaya!" teriaknya lagi. Air mata langsung menetes deras dari kedua matanya. "Yaya!" teriak Billy lagi.
"Tuan, mohon tenangkan diri Anda. Tenangkan diri Anda, Tuan," ucap Sekertaris June.
__ADS_1
"Kau pasti salah! Pasti ini salah!" ucap Billy. "Yaya tak mungkin meninggal! Pasti ini salah!" ucap Billy sambil menatap ke arah perawat itu.
"Mohon maaf, Tuan. Tapi korban kecelakaan mobil memang sudah meninggal. Mobilnya hangus terbakar. Kedua korban di dalam mobil tidak bisa lagi dikenali. Mohon bersabar, Pak," ucap perawat itu sambil berjongkok.
"Apa terbakar?! Yaya!" teriak Billy. Dia menangis semakin kencang.
Yaya, mengapa kau meninggalkanku secepat ini? gumam Billy.
"Tuan, mohon tenangkan diri Anda. Mohon bersabar, Tuan," ucap Sekertaris June. Billy berusaha menenangkan dirinya. Dia berusaha untuk kembali berdiri.
"Tolong antarkan aku melihat wajah istriku," pinta Billy.
"Baik, Pak," sahut perawat itu. Dia segera membuka pintu 'Kamar Jenazah' itu. Nampak beberapa jenazah terbaring di sana. Semuanya ditutupi dengan kain warna putih.
Yaya, aku harus memastikan sendiri jika itu memang kamu, gumam Billy.
"Bunda!" teriak Billy. Dia segera memeluk wanita itu.
"Kamu ngapain di sini? Astaga, Nak. Kamu basah kuyup!" ucap Nyonya Belvana.
"Bunda! Yaya, Bunda ...." ucap Billy. Dia kembali menangis. "Yaya sudah meninggal," ucap Billy.
"HUSH! SEMBARANGAN!" teriak Nyonya Belvana sambil melepaskan pelukan Billy. "Menantuku belum meninggal! Kamu salah, Billy. Qia memang kecelakaan tapi dia belum meninggal!"
"Be ... be ... narkan?" Billy menghapus air matanya.
__ADS_1
"Iya, benar. Kamu sih dipanggil nggak nyahut tadi waktu di lobi. Sudah, ayo kita ke ruang perawatannya Qia," ujar Nyonya Belvana sambil menggandeng tangan Billy.
Astaga! Berarti resepsionis dan perawat tadi salah memberiku informasi. Rumah sakit macam apa ini! Tapi, sudahlah setidaknya Yaya masih hidup, gumam Billy.
"Nah, ini ruag perawatan Qia," celetuk Nyonya Belvana saat tiba di suatu ruangan. Ruangan itu merupakan ruang perawatan kelas VIP. Di dalam ruangan itu nampak Chandra, Bunda Lia dan tentu saja orang yang dicari Billy.
"Hubby," panggil Qia.
Nampak Qia sedang duduk di atas ranjang. Kepalanya dibalut perban. Tangan kanannya nampak dibalut gips.
"Yaya!" teriak Billy. Dia langsung berlari ke arah Qia. Billy langsung memeluk Qia dengan erat.
Aku senang kamu selamat, Yaya, gumam Billy.
________________________________________
Terima kasih sudah setia membaca, memberi like, vote dan komentar pada novel saya 😍
Mohon maaf selama kurang lebih dua bulan ke depan novel ini hanya akan update setiap hari Minggu 😊
Hal itu karena author sedang fokus mengejar target wisuda tahun ini 😁
Mohon doanya ya agar author diberi kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi 😊
Mohon doanya juga semoga bulan ini bisa selesai dalam menyusun skripsi 😄 dan semoga bisa segera sidang dengan lancar dan tak bayak revisi 😊
__ADS_1
Thank you 😍