
(Author's Point of View)
Mobil berwarna hitam itu tak terasa sudah sampai di rumah berwarna pink itu. Rumah itu nampak ramai. Nampak beberapa mobil terparkir di halaman depan rumah.
"Ye! Akhirnya sampai!" teriak Qia. Mobil belum berhenti secara sempurna tapi dia sudah membuka pintu mobil dan melompat keluar.
"Yaya!" teriak Billy saat melihat aksi Qia.
Dasar Tikus Kecil! Untung saja jalan di sebelah tak ada kendaraan, gumam Billy. Dia lalu ikut keluar dari dalam mobil.
"Kakak!" teriak Qia kencang sambil menghambur ke pelukan pria bertubuh jangkung di depannya. "Qia, kangen banget, Kak!"
"Ehm....aku juga!" sahut Chan sambil membalas pelukan adik tercintanya itu.
"Kok rame banget di rumah, ada apa sih?" tanya Qia.
"Masak kamu nggak tahu?" Chan menyentil hidung Qia. "Ada pembagian jas sama gaun buat keluarga kita. Kan resepsimu udah dekat!"
"Eh, Qia!" sapa seorang wanita.
"Stevia!" Qia memeluk perempuan itu.
"Duh, lama nggak ketemu!" sahut Stevia. "Aku udah nggak sabar nih. Desain gaun sama jas buat resepsimu bagus banget!"
Kok aku nggak dikasih tahu ya, kalo bakal ada pembagian gaun sama jas hari ini? Ah, mungkin ini kejutan buatku, gumam Qia.
Nampak orang-orang keluar dari rumah itu. Mereka merupakan sanak saudara Qia. Saat berpapasan dengan Billy dan Qia, orang-orang itu tentu menyapa dan memberi selamat.
__ADS_1
"Aku balik dulu ya, Ya," Stevia pamit.
Mobil yang terparkir di halaman rumah itu mulai lenyap satu per satu.
"Kak Billy, kok kamu nggak ngasih tahu aku,sih, kalo ada pembagian jas sama gaun buat keluargaku hari ini?" celetuk Qia sambil menatap mata Billy.
"Aku nggak mau Yayaku Tersayang repot," tangan kiri Billy membelai kepala Qia. "Waktumu yang berharga lebih baik untukku," Billy ingin memgecup pipi kanan Qia.
"Kak Billy!" teriak Qia kaget.
Ih, dia kok jadi nggak malu-malu lagi sih buat kasih kiss, gumam Qia.
"Ehem!" terdengar suara deheman. Hal itu membuat Qia menjauhkan wajahnya dari Billy.
Dasar pengganggu! Apa dia nggak tahu apa yang sedang ingin kulakukan, gumam Billy.
"Benarkah? Ayo, Kak, kita liat!" Qia langsung menarik tangan Chan. Keduanya masuk ke dalam rumah diikuti oleh Billy di belakangnya. Saat sampai di ruang tamu, Chan langsung mengambil koper berwarna biru tua metalik. Qia langsung membuka resleting koper itu.
"Wah!" dia tersenyum ceria. Di dalam koper itu nampak berbagai merchandise boyband K-Pop. "Kakak memang pengertian!" teriak Qoa sambil memeluk Chan. "Bagus banget!" Qia menarik salah satu kaos bergambar boyband K-Pop idolanya. "Qia sayang Kakak!" celetuknya lagi.
Yaya, kok kamu bilang sayang sih ke dia! Aku nggak suka! gumam Billy yang menatap dari kejauhan.
Qia dan Chan asyik mengobrol berdua selama berjam-jam. Bahkan, mereka juga menyempatkan waktu untuk menonton film action produksi Eropa. Qia nampak menyandar manja di bahu Chan sambil sesekali berkomentar tentang film itu. Tangan Qia sesekali menyuapkan cemilan ke mulut Chan. Billy terus menatap sambil duduk di salah satu sofa. Kehadirannya nampak tak dipedulikan oleh Qia.
Yaya, kok kamu nggak pernah sih kayak gitu ke aku. Apa jangan-jangan Chan itu bukan kakak kandungmu ya, gumam Billy.
"Ehm...ehm...." Billy berdehem. Kodenya tidak dipahami oleh Qia. Dia masih asyik menonton film dengan Chan. "Yaya! Yaya!" panggilnya. Qia tetap tak mendengar. "Qiandra!" teriak Billy.
__ADS_1
"Ada apa?" Qia akhirnya tersadar.
"Aku haus, ambilkan minum!" perintah Billy.
Ih, dasar Balok Es menyebalkan! Padahal baru seru nonton, tahu! gumam Qia.
"Iya, iya," Qia beranjak bangkit lalu berjalan menuju dapur. Suasana hening, Chan dan Billy menatap satu sama lain.
"Pasti adikku terpaksa menjalani pernikahan ini," ucap Chan. "Bagiku hanya Narendra yang pantas bersanding dengannya. Aku datang kemari hanya untuk memenuhi permintaan Mamaku. Sampai kapan pun aku tak setuju dengan pernikahan ini!" celetuk Chan.
"Kamu...." Billy terpancing emosi. Tangan kirinya sudah mengepal.
"Ini minumnya!" terdengar suara Qia. Tanganya menyerahkan segelas air berisi teh kepada Billy.
"Ayo, lanjut lagi, Kak!" Qia kembali duduk di sofa dan menyandar manja di bahu Chan.
Yaya, nampaknya ada halangan baru yang memghadang kita, gumam Billy.
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
Thank you 😍
__ADS_1