Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)

Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)
Episode 25 - Balok Es Menggodaku?


__ADS_3

"Kamu tadi kenapa, Ya?" Naren tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. Apa maksud Naren? Apa dia ingin menanyakan lagi tentang kejadian memalukan tadi? Atau dia sudah mulai curiga tentang hubunganku dan Balok Es.


"Ehm...apa maksudmu, Ren?" aku pura-pura tak tahu.


"Kamu bisa-bisanya bilang mencium waktu presentasi. Aku tahu presentasi itu bikin grogi tapi kan kalau misal keceplosan atau salah sebutkan. Ehm, kalau langsung bilang kata mencium kan aneh, Ya. Jangan-jangan kamu suka ya sama Pak T-Rex?" Naren menunjuk ke arahku.


"WHAT? Suka?!" sahutku. "Kok kamu bisa mikir gitu?" aku kembali menunjuk ke arah Naren.


"Kamu kan tetap perempuan, Beb. Pak T-Rex itu laki-laki, siapa tahu kamu terpesona sama dia terus mikir pengen mencium dia! Makanya kamu jadi keceplosan bilang kata 'mencium'," Naren hampir benar menebak pikiranku. Bukan pengen, Ren, aku memang sudah menciumnya. Meski cuma mencium pipinya. "Hayo! Iya, kan kamu pengen mencium Pak T-Rex?"


"Siapa bilang!" teriakku tak mau kalah. "Aku tadi mau bilang mencium kecurangan kok, tapi nervous jadinya malah salah!"


"Yang bener? Jangan-jangan kamu mulai suka sama om-om?" Naren mengejekku. Kau harus melihat Balok Es saat di rumah, dia itu masih muda. Tubuhnya saja lebih baik darimu, Ren! Dia itu cuma pura-pura jadi om-om waktu di kampus! Tunggu! Mengapa aku jadi seakan-akan membela Balok Es? Pikiranku mungkin sedang tidak waras karena presentasi tadi.


"Hey, kalian di sini?" Rino menghampiriku, dia nampak membawa sebuah map kertas warna biru. "Nih, tolong temui Pak Rexford. Kalian bujuklah biar acc proposal kunjungan ilmiah kita! Ini keajaiban lho, beliau masuk hari ini! Tolong ya, Ren, Ya! Aku ada rapat kepala ormawa nih," map biru itu disodorkan kepada Naren.


"Ya, udah. Apa boleh buat, harus kita yang menemui Pak T-Rex," Naren menggandeng tanganku. Tak bisakah aku menghindari Balok Es itu sebentar saja. Naren dan aku berjalan menuju ruang dosen untuk menemui Si Balok Es. "Permisi, Pak," Naren membuka pintu ruang dosen itu.


"Cari siapa, Mas, Mbak?" tanya Bapak admin jurusan yang duduk di dekat pintu.


"Pak T-Rex...." aku segera menepuk punggung Naren. Naren, please jangan keceplosan di sini. "Ehm...maksud saya, apa Pak Rexford ada?"

__ADS_1


"Oh, Pak Rexford? Masuk saja, Mas, Mbak. Pak Rexford ada di dalam. Itu meja beliau ada di pojokan," Bapak admin jurusan menunjuk pojokan yang dimaksud.


"Terima kasih, Pak," Naren masuk ke dalam, aku mengikutinya dari belakang. Ruang dosen ini sudah sepi, kurasa para dosen masih mengajar kuliah atau bersiap makan siang. Akhirnya, aku dan Naren sampai di hadapan Si Balok Es. Balok Es ternyata sedang membaca sebuah buku. "Pak!" panggil Naren sambil mencium tangan Si Balok Es. Aku juga melakukan hal yang sama. Ketika giliranku, Si Balok Es sengaja menempelkan punggung tangannya hingga menempel di wajahku.


"Ada apa?" tanyanya tanpa basa-basi. "Pasti dari UKM Penelitian, ya? Kunjungan ilmiah kan?"


"I...i...ya, Pak!" jawabku singkat.


"Percuma, saya tak bisa ikut!" ia berkata hal itu dengan wajah datar tanpa rasa bersalah. Apa usahaku kemarin sia-sia? Balok Es tetap menolak menyetujui proposal kunjungan ilmiah karena dia tak bisa ikut? Naren sudah tertunduk pasrah. "Saya bisa menunjuk Kis, sebagai pengganti saya...." ucapnya tiba-tiba.


"Apa, Pak? Ciuman?!" ucapku tiba-tiba secara reflek. Naren langsung menyikutku. Astaga, aku lupa, Kis itu kan nama salah satu dosen. Namanya Bapak Kiswarjanu, sering disapa Pak Kis. Kudengar karena dia paling muda diantara para dosen jadi dia sering dipanggil Kis oleh dosen lainnya.


"Apa maksudmu? Siapa yang ingin kamu cium?!" Balok Es menatapku tajam. Aku malu! 😣


"Ehm, apa judul drama koreanya?" tanya Si Balok Es. Mengapa dia jadi bertanya hal itu? "Apa adegan kiss-nya sangat menarik sehingga terngiang terus di kepalamu?"


"Ehm...i...ya, Pak. Adegannya fenomenal sampai jadi obrolan trending di sosial media," jawabku asal.


"Apa judul drama koreanya? Nampaknya bagus sebagai referensi saya untuk memberikan kejutan pada istri saya di rumah!" ia menatapku dengan tatapan licik. Apa maksudmu Balok Es Gila? Apa kau sedang menggodaku?


"Maaf, Pak. Jika boleh tahu kapan Bapak menikah?" tanya Naren. Mengapa jadi membahas hal ini?

__ADS_1


"Iya, saya sudah menikah. Tapi karena saya berasal dari kampung, ya, acaranya diadakan kecil-kecilan saja. Yang penting sudah sah secara agama dan hukum negara," jawab Balok Es datar. "Mana proposal kunjungan ilmiahnya? Biar saya lihat dulu," Naren menyerahkan proposal itu. Balok Es nampak membolak-balik proposal itu. "Saya akan memberi persetujuan dengan persyaratan tentunya."


"Persyaratan?!" ucapku heran. Balok Es, tak bisakah kau tidak mempersulit hal ini lagi!


"Apa Pak syaratnya?" Naren nampak penasaran.


"Kalian harus mengadakan acara diseminasi karya saat studi banding ke UKM penelitian yang kalian kunjungi. Saya ingin karya mahasiswa fakultas kita juga diketahui oleh fakultas bahkan universitas lain! Kalian sanggup?"


"Sanggup, Pak! Sanggup!" jawab Naren menyakinkan. Syukurlah, Balok Es ini masih waras. Dia tak meminta syarat-syarat aneh. Diseminasi karya adalah proses mempublikasikan dan menyebarluaskan suatu karya ilmiah agar diketahui khalayak luas. Syarat ini tak sulit sih.


"Ya, sudah proposal ini saya setujui," ucap Balok Es sambil menandatangani proposal itu.Naren dan aku saling berpandangan. "Segera minta tanda tangan wakil dekan bagian kemahasiswaan agar dana program kerja bisa segera cair," ia menyerahkan proposal itu kembali.


"Terima kasih, Pak," Naren menyalami tangan Balok Es itu. "Kami permisi dulu," Naren beranjak bangkit. Aku pun bangkit berdiri dan menyalami tangan Balok Es lagi. Saat aku menyalami tangan Balok Es itu....


"Jangan khawatir, aku pasti akan segera membalas kiss darimu, Tikus Kecil!" ucapnya sangat lirih. Dasar Balok Es Gila! Mengapa kau terus menggodaku?


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄

__ADS_1


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍


__ADS_2