Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)

Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)
Episode 22 - Siasat Si Tikus Kecil


__ADS_3

"Balok Es, ternyata kau tampan juga, ya!" tanpa sadar tanganku membelai dahi kirinya. Tiba-tiba mata elangnya terbuka. Aku kaget dan seketika tubuhku terhuyung ke belakang ke arah kolam renang. "AAAA!!!!" teriakku ketakutan. Gawat, aku kan tak bisa berenang! Apa aku akan mati tenggelam?


"QIYA!!!" panggil Balok Es. Seketika dia menarik tanganku. BYUR!!! Aku tetap saja terjatuh ke dalam kolam renang, Balok Es itu ikut tertarik jatuh ke dalam kolam. "Bertahanlah, Yaya!" Balok Es ini berusaha menolongku. Kurasakan dia memegangi pinggangku sambil berenang ke tepi kolam renang. Aku sebenarnya masih sadar dan bisa mendengar suaranya. Suhu air yang dingin membuat tubuhku menggigil sehingga mataku terpejam. "Bertahanlah, Yaya!" bisik Balok Es itu. Dia menggendongku dengan lembut.


"Tuan, Nona!" terdengar suara Bibi Ava. "Apa yang terjadi?"


"Cepat, Bi!" terdengar suara Balok Es. "Ikut aku ke kamar Yaya!" kurasa Balok Es ini menggendongku ke kamarku. "Ganti pakaiannya! Hangatkan tubuhnya! Jika dia masih menggigil panggil dokter!" perintah Balok Es. "Aku akan mandi dan berganti pakaian!" terdengar langkah Balok Es berlalu pergi. Kuberanikan diri membuka mataku.


"Aduh, Non!" Bibi Ava sudah siap membantuku berganti pakaian. Ia membantuku berganti pakaian berupa piyama tebal warna biru muda. "Non, membuat Bibi kaget saja! Bibi kira ada apa. Bibi, kira Non dimarahi karena membuat Tuan Muda terbangun dari tidurnya," Bibi Ava dibantu seorang pelayan wanita membantu mengeringkan rambutku yang basah kuyup. Tubuhku diselimuti dengan selimut tebal.


"Ini, Non, minum dulu!" seorang pelayan wanita lainnya menyerahkan segelas susu hangat padaku.


"Non, gimana keadaannya? Perlu Bibi panggilkan dokter?" Bibi Ava nampak khawatir.


"Tak perlu, Bi. Ehm, aku hanya kaget saja tadi. Balok Es, eh maksudku Tuan Rexford bangun tiba-tib jadi aku tercebur ke kolam. Ehm, aku tak bisa berenang."


"Ya, sudah, Non. Sekarang Non Qia istirahat saja," Bibi Ava merapikan bantalku. "Bibi, temani di sini. Jika butuh apa-apa tinggal bilang, Bibi saja," aku menggangguk. Saat aku terlelap kurasakan tangan hangat menyentuh dahiku. Saat kubuka mataku ternyata itu Si Balok Es.


"Bapak, ngapain di sini?" aku segera bangkit dan duduk menyandar di tepi tempat tidurku.


"Saya mengecek keadaanmu. Kamu tidak bisa berenang kan? Apa tubuhmu terasa sakit?" tanya Balok Es. Aku hanya menggeleng. "Ya, sudah. Apa kamu lapar? Makan malam sudah siap di bawah, atau kamu ingin makanan dibawa kemari?"


"Tidak, Pak. Saya tidak lapar. Tadi sore sudah jajan makanan berat," kurapikan selimutku menutupi kepalaku sambil memeluk Cici, boneka kelinciku. Balok Es itu hendak berlalu pergi tapi sesuatu teringat di kepalaku.


"Pak," panggilku lirih. Dia nampak berhenti melangkah dan menatap ke arahku.


"Apa? Kau ingin makan?" aku menggeleng.


"Apa Bapak sakit? Bapak kenapa? Mengapa mengajukan cuti dua minggu?"


"Cuti adalah hak saya. Kamu tak perlu memikirkannya, Tikus Kecil!" jawabnya ketus.


"Tapi, kunjungan ormawa jadi terancam batal! Kemana tanggung jawab Bapak sebagai dosen pembina! Sudah tanggungjawab Bapak kan membina UKM Penelitian!"

__ADS_1


"Apa kamu hanya memandang saya sebagai dosenmu saja? Kamu menanyakan keadaan saya hanya karena ormawa?" ia menatapku dengan tajam lewat mata elangnya itu.


"Iya! Bapak adalah dosen saya! Tak kurang dan tak lebih!" teriakku.


"Jangan membawa urusan kampus ke rumah! Rumah adalah rumah! Kampus adalah kampus! Semua memiliki porsi masing-masing! Jangan bahas hal ini lagi! Titik!" ia nampak kesal.


"Bapak tidak bertanggung jawab!" teriakku saat dia berbalik membelakangiku menuju pintu.


"Kau tak punya hak bicara tentang tanggung jawab saya!" ia menatapku tajam. "Sebelum bicara tanggung jawab orang lain! Pikirkanlah dulu tanggung jawabmu di rumah ini, Tikus Kecil" ia menutup pintu. BRAK!!! Terdengar suara pintu kamarku dibanting.


Tanggung jawab di rumah ini? Apa maksudnya? Apa dia memintaku bertanggungjawab sebagai istrinya? Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di kepalaku. Tak terasa aku tertidur pulas.


Hari sudah pagi. Aku menjalani kuliah seperti biasanya. Hari ini hanya ada satu mata kuliah sebanyak 2 SKS (SKS \= Sistem Kredit Semester; 1 SKS \= 50 menit waktu kuliah perminggu untuk jenjang S1). Karena kelas dimulai pada pagi hari dan tak ada tugas kelompok maka sekarang aku gabut. Naren sedang sibuk mempersiapkan diri untuk kampanye menjadi pengurus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) tingkat universitas. Aku tak berminat untuk mengganggunya, biarlah dia mengejar apa yang dia inginkan.


Sekretariat UKM Penelitian sedang kosong dan terkunci. Anak-anak tak bersemangat hari ini karena program kerja kunjungan ilmiah yang terancam gagal. Tak ada lagi yang membahas hal tersebut di grup chatting UKM Penelitian FE atau grup chatting Departemen Media dan Jaringan. Grup sepi, kurasa semua sudah menyerah untuk membujuk Si Balok Es.


Aku menghela napas sambil masuk kembali ke mobilku untuk pulang. Balok Es, mengapa kau harus mempersulit ormawa yang kunaungi? Ada urusan apa hingga kau mengajukan cuti dadakan 2 minggu? Aku tahu mungkin baginya bekerja sebagai dosen hanya sebagai pekerjaan sampingan saja. Jika dibandingkan dengan pendapatannya sebagai seorang CEO mungkin gaji dosen tak seberapa. Apa dia sedang ada masalah? Atau apa dia cemburu sehingga sangat marah karena duet mautku kemarin?


Baiklah, baik. Aku akan mencoba membujuknya agar membatalkan cutinya. Aku tak mau program kerja utama departemenku gagal begitu saja. Setidaknya jika dia tidak bisa ikut saat kujungan ilmiah, dia bisa memberi acc pada proposal yang diajukan dan menunjuk dosen pengganti untuk mendampingi ormawa saat kunjungan ilmiah. Tapi, bagaimana cara membujuknya? Suatu ide gila terlintas di pikiranku. Baiklah, akan kucoba ide gila ini.


"Bibi Ava!" panggilku sekencang mungkin sesampainya di rumah Si Balok Es.


"Ada apa, Non? Non, butuh sesuatu?"


"Bi, apa makanan kesukaan Tuan Rexford? Sebutkan juga minuman kesukaannya!" Bibi Ava terlihat bingung.


"Non, mau ngapain?"


"Aku ingin menjadi istri yang baik. Aku ingin memasak makan siang untuk Tuan Rexford," aku berpura-pura tersenyum. Dia berbicara tentang tanggungjawab seorang istri. Jika aku ingin memiliki hal untuk berbicara tentang tanggung jawab yang dimilikinya maka aku harus memenuhi kewajibanku terlebih dahulu. Aku menghela napas. Jika bukan karena kunjungan ilmiah mungkin aku lebih memilih memasak popcorn dan menghabiskan sisa hari ini untuk menonton drama korea.


"Tuan Muda menyukai segala jenis makanan, Non. Baik itu western maupun eastern. Yang penting makanan itu sehat, organik dan bersih."


"Oh begitu, apa dia tidak memiliki makanan favorit khusus?" tanyaku lagi. Bibi Ava menggeleng. Dia ternyata menyukai segala jenis makanan ya. Sehat, organik dan bersih. Kulihat jam tanganku, hanya tersisa sedikit waktu sebelum jam makan siang. Kurasa aku tahu apa yang harus kumasak.

__ADS_1


Setelah memasak, aku pergi ke kamarku. Aku segera mandi dalam waktu singkat. Aku harus pergi ke kantor Balok Es untuk mengantarkan makan siang. Tapi, baju apa yang harus kupakai? Saat kulihat lemari pakaianku sudah ada berbagai macam gaun tergantung di sana. Kapan mereka ada? Kurasa Balok Es sengaja memberikannya.


Saat kulihat ke bawah lemari ternyata ada sebuah kotak make up warna perak yang ukurannya cukup besar. Saat kubuka isinya, WOW!!! Jiwa missqueen-ku meronta. Ada peralatan make up seharga jutaaan rupiah di dalamnya. Mengapa dia tak pernah bilang jika memberikan semua ini padaku? Di sebelah kotak make up itu ada sebuah kotak warna emas. Saat kubuka ternyata di dalamnya berisi banyak aksesoris. Ada kacamata hitam, gelang, anting, kalung dan aksesoris lainnya. Apa kemarahannya tadi malam adalah sebuah kode agar aku memakai semua benda ini? Balok Es! Menerka hatimu lebih rumit daripada memperkirakan saldo penyusutan aset tetap dalam akuntansi.


Sebentar lagi jam makan siang. Aku segera berdandan menor dan bold seperti waktu itu. Kurasa aku akan bermain peran menjadi Kalya lagi. Aku memilih celana kain model pensil warna hitam ketat dipadukan dengan blazer merah tua. Kacamata hitam kupilih sebagai aksesoris. Tak lupa kubawa tas merah pemberiannya. Rambutku yang masih berwarna pirang-pink neon kuberi tambahan hiasan berupa bando mewah yang kurasa dari perak yang berhiaskan mutiara asli.


Aku sudah menenteng sekotak bekal makan siang untuk Si Balok Es di tangan kananku. Tapi, aku kan tidak tahu dimana letak kantornya. Tunggu, bukankah ada para pelayan dan penjaga!


"Bibi Ava!" panggilku begitu tiba di ruang tamu.


"I...iya, Non?" Bibi Ava nampak heran dengan penampilanku.


"Tolong panggilkan Pak March, katakan padanya untuk menyiapkan mobil! Si Cantik Kalya ingin mengunjungi Tuan Rexford!" ucapku sambil mengibaskan rambut. Mau tak mau aku harus menjiwai peran sebagai Kalya jika ingin sukses menjalankan misiku.


"Nona, saya sudah menyiapkan mobil sesuai perintah Anda!" Pak March menghadapku.


"Nona?!" teriakku. "Panggil aku Nyonya Rexford, Pak March!" protesku galak. "Jika kau salah sebut lagi di depan umum, akan kuadukan kau pada Tuan Rexford untuk memecatmu!"


"I...i...ya, ma...af, Nona...ehm...maksudku...Nyonya...." Pak March membukakan pintu mobil untukku. Ini cukup menyenangkan. Aku seperti berperan sebagai istri seorang CEO di dalam film.


Mobil melaju melalui jalan tol. Kurasa mobil ini masuk ke dalam kawasan industri. Aku seperti masuk ke dalam drama korea lagi. Aku naik di dalam mobil mewah yang dikawal dari depan dan belakang. Mobil akhirnya sampai di depan sebuah gedung bertingkat yang besar sekali. Mungkin mencapai 100 tingkat lebih. Gedung itu berwarna biru muda dengan salah satu sisi gedung tertutup panel surya seluruhnya. Sisi-sisi lainnya berupa jendela kaca bening. Nampak tulisan logo besar dengan bunyi 'A2J Tech Company' di bagian depan gedung.


"Nyonya, kita sudah sampai!" Pak March membukakan pintu mobil untukku. Aku turun sambil membawa kotak bekal itu. Mengapa aku jadi deg-degan? Apakah Balok Es mau menemuiku?


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍

__ADS_1


__ADS_2