Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)

Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)
Episode 89 - Kamu....


__ADS_3

(Author's Point of View)


Seorang pria nampak ragu-ragu untuk masuk ke dalam Auditorium Universitas XXX. Teman-temannya sudah masuk sedari tadi. Dia terus berdiri di halaman depan auditorium ini. Dilihatnya berbagai papan bunga ucapan selamat yang berjejer di halaman. Pada papan-papan bunga itu terpampang dengan jelas ucapan 'Turut Berbahagia atas Pernikahan Billy & Qiandra'. Ada juga papan bunga yang bertuliskan 'Turut Berbahagia atas Pernikahan Rexford dan Qiandra'.


Beb, kamu beneran ya jadi nikah sama Pak Billy, gumam Naren. Dia terus menatap ke arah papan bunga. Seharusnya di sini tertulis nama kita, Beb, Narendra dan Qiandra. Tunggu, apa ini? gumam Naren. Matanya nampak melihat ke arah papan-papan bunga itu dengan lebih detail. Ada satu papan bunga yang mencuri perhatiannya. Papan bunga itu bertuliskan pesan 'Turut Berbahagia atas Pernikahan CEO Alpha Ava Jaya Tech Company, Bapak Rexford....tertanda Persatuan Karyawan A2J Tech Company.


A2J Tech Company? Itu kan salah satu perusahaan yang terkemuka. Jadi, Pak Billy adalah CEO A2J Tech Company? Dia adalah Tuan Rexford? Astaga! gumam Naren.


"Ren!" seseorang menepuk punggung Naren.


"EH!" Naren terlonjak kaget. Dia terbangun dari alam khayalnya. "Ternyata kamu, No!" ucap Naren.


"Kamu masih di sini aja? Ayo, masuk!" ajak Rino.


"Nggak ah, aku...." Naren tak sanggup melanjutkan ucapannya.


"Yang tabah dan sabar, Bro!" ucap Rino. "Aku tahu ini berat buat kamu. Apalagi aku udah menyaksikan sendiri kalo kamu dan Qia udah lama pacarannya. Tapi...mau gimana lagi, Ren. Mungkin ini udah jalan takdir...." hibur Rino.


Tapi, ini nggak benar! Qia direbut dariku. Aku tetap belum rela untuk melepasnya, gumam Naren.


"Udah, ayo masuk! Anggap aja makan gratis, hehehe! Pak Billy kan nggak menerima sumbangan," celetuk Rino sambil merangkul bahu Naren.

__ADS_1


Oke, aku masuk tapi bukan karena udah menyerah tapi karena ini permintaan darimu, No, gumam Naren.


Kedua orang ini masuk ke dalam auditorium itu. Setelah mengantri cukup lama untuk menulis di buku tamu, tibalah giliran Naren.


"Giliran kamu, Ren," ucap Rino sambil menyerahkan pulpen kepada Naren. Naren mengisi buku tamu itu.


Nama kekasih yang belum menyerah untuk memperjuangkan Qia, alamat tunggu di masa depan, gumam Naren sambil menulis di buku tamu itu.


Saat memasuki area resepsi, nampak suasana masih ramai dan meriah. Alunan musik dari band semakin memeriahkan acara.


Aku benci liat pemandangan ini, gumam Naren.


Dari kejauhan nampak Billy dan Qia sibuk bersalaman dengan para tamu. Sesekali, para tamu berfoto dengan Billy dan Qia. Tangan Naren nampak mengepal melihat pemandangan itu dari jauh.


Aku akan menyumbangkan lagu dengan senang hati, gumam Naren. Dia segera beranjak pergi menuju ke panggung tempat band itu.


"Aku mau nyanyi dulu, No," ucap Naren kepada Rino. Naren segera berjalan menuju panggung itu.


"Sudah ada yang bersedia untuk menyumbangkan suara emasnya," ucap MC. "Seperti ungkapan tak kenal maka tak sayang. Sebelum bernyanyi, bolehlah Kak memperkenalkan diri dulu," pinta MC itu.


Qia, Pak Billy, kalian pasti sangat mengenalku kan, gumam Naren sambil menerima microphone dari MC.

__ADS_1


"Saya Narendra, mahasiswi dari Fakultas Ekonomi Universitas XXX," ucap Naren lantang. Suara Naren menyita perhatian semua tamu termasuk dua orang yang ada di pelaminan.


"Naren...." ucap Qia tanpa sadar. Dia melepaskan genggaman tangannya dari bahu Billy. Tatapannya mengarah ke atas panggung.


Narendra! Apa yang ingin kamu lakukan, hah?! gumam Billy. Dia menatap Naren dengan tatapan yang amat tajam seperti tatapan seekor elang. Kedua tangan Billy sudah mengepal.


"Wah, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas XXX. Berarti mahasiswanya Pak Rexford?" tanya MC itu.


"Iya,benar," sahut Naren singkat.


" Wah, Pak, mahasiswa Bapak mau menyumbangkan lagu," ucap MC itu.


Narendra! Apa yang sebenarnya ingin kau perbuat, hah? Jika kau berani macam-macam aku takkan mengampunimu! gumam Billy.


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel

__ADS_1


Thank you 😍


__ADS_2