Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)

Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)
Episode 120 - Buku Diari


__ADS_3

Aku ini lebih cerdik darimu, Chan. Kau bukan apa-apa bagiku. Lihat dan buktikan sendiri jika adikmu sudah bertekuk kutut di hadapanku, gumam Billy.


"Mana ya benda itu!" ucap Qia sambil menatap ke arah bawah rak lemari itu. "Nah, ini dia!" ucap Qia sambil mengambil sebuah buku. Buku itu berbentuk persegi panjang. Sampulnya tebal dan berwarna pink. Nampak glitter berwarna putih bertaburan di sampul itu. Qia menyerahkan buku itu kepada Billy.


Jadi ini buku yang berisi para mantan Yaya? Lucu juga, dia mengumpulkannya menjadi satu dalam sebuah buku. Tunggu, siapa tahu aku bisa juga membaca isi buku hariannya, gumam Billy. Dia hendak membuka buku itu. Ternyata masih ada gembok kecil dengan password. Password-nya berupa tiga buah angka yang harus diputar sebagai kombiasi.


"Masih dikunci!" protes Billy.


"Eh, iya lupa, hehehe. Aku udah lama nggak nulis buku harian," sahut Qia sambil membuka gembok kecil itu. "Nah, sudah!" Qia menyerahkan buku itu kepada Billy.


Waktunya membaca masa lalu. Yaya ngapain di sini? Apa dia mau mencegahku membuka suatu bagian dari diari ini? gumam Billy. Dia menatap ke arah Qia. Qia sudah berbaring di sampimg Billy, kedua tanggannya memeluk tubuh Billy.


"Aku nggak papa, Yaya. Aku beneran nggak sakit. Kamu kalo mau main sama kakakmu nggak papa, aku tungguin di sini," ucap Billy.


"Aku mau di sini aja sama kamu, Hubby," sahut Qia.


"Kenapa? Aku nggak masalah jika kamu mau bermain dengan kakakmu," ucap Billy.


"Aku pengen jadi istri yang baik. Istri yang baik itu harus ikut kemana pun suaminya pergi dan patuh sama suami. Aku kan pernah nakal dulu, ehm .... aku nggak mau bikin kesalahan lagi. Apalagi kamu selalu memaafkanku ...." sahut Qia lirih. Billy menarik Qia ke pelukannya. Dahi Qia dicium oleh Billy.


"Kamu sudah semakin baik. Jangan terlalu memikirkan masa lalu. Jika kamu ingin menghabiskan waktu dengan keluargamu, aku tak masalah," sahut Billy.


Kau lihat, Chan. Adikmu sendiri yang memilih kemari. Kau mungkin menggapku sebagai ancaman karena belum mengenalku lebih dalam. Aku bukan orang yang akan menyakiti adikmu. Aku justru akan melindunginya. Aku mengerti jika sebagai kakak mungkin kau mengkhawatirkannya, sekarang kau bisa lihat sendiri seperti apa hubunganku dan Yaya, gumam Billy.


"Hubby, aku penasaran. Bisakah kau menjawab pertanyaanku?" tanya Qia.

__ADS_1


"Kau mau tanya apa? Pasti aku akan memjawabnya, Yaya," sahut Billy.


"Saat aku kembali nakal di masa lalu, kenapa kau tak memukulku? Ehm, aku kan sama saja selingkuh di depanmu dengan mengingkari janjiku waktu itu ...." tanya Qia.


"Kau masih saja selalu mengingat masa lalu. Apa tak ada lagi hal yang ingin kau bicarakan?" sahut Billy.


"Kau kan juga sedang mengingat masa lalu! Kau menanyakan siapa mantan-mantanku. Sudah, jawab pertanyaanku. Itu bukan hal yang sulit kan?" sahut Qia balik.


"Baiklah, baiklah. Kau adalah gadis yang dibesarkan dan dirawat dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan oleh keluargamu, Yaya. Ibarat kata, orang tuamu bahkan mungkin membesarkanmu dengan mengorbankan darah dan air mata. Aku yakin orang tuamu tak pernah memukulmu, sebesar apa pun kenakalanmu. Emosi dan pikiranmu masih labil saat kau nakal. Kau butuh waktu mencerna semua yang terjadi begitu cepat di hidupmu. Kenapa aku harus memukulmu jika itu hanya akan membuatmu menderita? Kau diserahkan kepadaku oleh orang tuamu untuk mendapat perlindungan dan kasih sayang, aku tak mau merusak hal itu. Lagipula, satu kejelekan lebih mudah diingat daripada seribu kebaikan. Lebih baik kau selalu mengingatku sebagai sosok yang baik daripada sosok yang pernah memukulmu. Bukankah itu akan lebih membuatmu betah di sampingku? Kau ibarat berlian yang diserahkan padaku. Aku takkan tega menggores berlian yang berharga," jawab Billy.


"Hubby, jawabanmu manis sekali,," ucap Qia.


"Tidak juga," sahut Billy. Tangannya hendak membuka buku itu.


"Tunggu!" celetuk Qia sambil menahan tangan Billy untuk membuka buku itu.


Apa dia sengaja ingin menutupi sesuatu dariku, gumam Billy.


" Buku ini belum lengkap! Yang terakhir fotonya belum kupasang," ucap Qia.


"Tak usah dipasang, itu hanya akan membawa memori buruk untukmu," sahut Billy. Dia ingin membuka buku itu.


"Hubby, udah siang! Ayo, makan dulu saja! Baca bukunya nanti saja ya," ucap Qia.


Kenapa dia seolah ingin menutupi sesuatu dariku? Apa ada rahasia tersembunyi dalam buku ini? gumam Billy.

__ADS_1


Duh, aku lupa kalo ada catatan alay tentang suami impianku. Bisa malulah kalau dibaca sama dia. Qia, kok kamu baru ingat pas buku itu sudah ada di tangannya, sih. Itu buku dari jaman SD waktu aku masih tergila-gila sama pangeran kuda putih ala-ala film berbi, gumam Qia.


"Sudah, buka aja!" Billy membuka buku itu. Matanya fokus ke halam pertama. "Apa ini? Suami impian?" ucap Billy. "Qia pengen suami kayak pangeran di film berbi dan prinses. Jemput Qia buat berangkat ke sekolah naik kuda putih. Bangunin Qia dari tidur pagi pakai ciuman kayak di dongeng putri tidur. Beliin Qia sepatu kaca. Jemput kencan pakai karpet terbang. Hahaha! Astaga!" Billy tertawa terbahak-bahak saat membaca buku itu.


Tuh, kan diketawain. Ini kan kutulis waktu masih SD. Jadi malu sendiri, gumam Qia.


"Itu kutulis waktu masih SD! Jangan diketawain! Wajar kan kalo masih alay dan aneh!" protes Qia. "Jangan ketawa! Aku kan jadi malu!" protes Qia.


"Pfft!!!!" terdengar suara orang menahan tawa dari balik pintu. "Hahaha! Lucu!"


Suara siapa itu? gumam Qia.


"Siapa itu?" ucap Qia. Dia beranjak bangkit dari tempat tidur.


Chan, aku ingin lihat bagaimana kau akan menghadapi Qia. Kau mengintip sampai terbawa suasana. Sampai memgeluarkan tawa, gumam Billy.


________________________________________


Terima kasih sudah setia membaca, memberi like, vote dan komentar pada novel saya 😍


Mohon maaf selama kurang lebih dua bulan ke depan novel ini hanya akan update setiap hari Mimggu 😊


Hal itu karena author sedang fokus mengejar target wisuda pertengahan tahun ini 😁


Mohon doanya ya agar author diberi kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi 😊

__ADS_1


Mohon doanya juga semoga bulan ini bisa selesai dalam menyusun skripsi 😄 dan semoga bisa segere sidang 😊


Thank you 😍


__ADS_2