Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)

Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)
Episode 67 - Dingin tapi Hangat


__ADS_3

Aku hanya diam saja, tak berbicara meski wahana ini sudah memutari tiang yang ada di puncak tertinggi tempat ini. Jantungku masih saja berdetak kencang saat wahana ini turun menuju ke sisi yang lebih rendah. Bibirku masih terasa berbekas sensasi aneh.


Pak, Bapak kasih kode dulu gitu! Qia kan sekarang jadi berasa salah tingkah! 😔


"Ayo, turun!" Balok Es menggandeng tanganku.


Tak terasa wahana ini sudah sampai di tempat semula. Petugas melepaskan besi penghalang di depan kursi. Aku dan Balok Es pun turun dari kursi itu. Aku masih diam tertunduk.


"Kamu kenapa?" Balok Es menghentikan langkah kakinya. "Saya bisa menghangatkan wajahmu lagi jika masih kurang!" bisiknya di telingaku.


"Cukup! Cukup!" teriakku spontan.


Pak, Bapak kok sekarang jadi semakin pandai memggoda Qia, sih? Aku harus segera mencari topik untuk mengalihkan pembicaraan.


"Ayo, naik itu!" kutunjuk sebuah wahana lagi.


"Ehm," sahut Balok Es. Dia memggandengku berjalan ke arah wahana itu.


Nampak berpasang-pasang papan ski tergantung di salah satu dinding. Warna papan ski itu didominasi warna hitam.


"Silahkan Kak, ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang petugas pria.


"Istri saya mau naik wahana ini! Tolong bantu pasangkan alat ski dan beri arahan padanya!" ucap Balok Es sambil melepas gandengan tangannya.

__ADS_1


"Qia nggak jadi naik!" aku menggandeng tangan Balok Es lagi. "Kalo Kak Billy nggak naik, Qia juga nggak naik!"


"Kamu naik saja! Tangan saya masih sakit, Yaya. Nanti saya tetap di dekatmu untuk memotretmu," Balok Es membelai kepalaku. "Sudah sana, naik!" ucap Balok Es.


Ya sudah, aku naik saja! 😁


Petugas itu membantuku memakai papan ski. Ternyata harus memakai sepatu khusus dulu setelah itu baru kaki yang berlapisi sepatu ditempelkan ke papan ski. Petugas itu membantuku berdiri. Susah juga menopang tubuh setelah memakai papan ski ini.


Kata petugas itu untuk pemula sepertiku sebaiknya posisi kedua kaki membentuk huruf V saat akan meluncur. Aku pun mulai berdiri lalu mencoba meluncur.


"AAAA!!!!" teriakku. Aku tetap saja tak bisa menyeimbangkan tubuhku. Padahal aku mencoba meluncur dari titik yang paling rendah.


"Hati-hati!" ucap Balok Es. Tangan kirinya menopang bahu kiriku dari arah depan. Aku menegakkan tubuhku lagi lalu berjalan ke dekatnya.


"Ayo kita foto berdua!" pintaku.


Kamera smartphone Balok Es pasti lebih bagus daripada punyaku. Balok Es pun semakin mendekat ke arahku. Wajah kami berdua nampak di layar smartphone itu.


"Satu....dua...." Balok Es menghitung.


Pak, terima ini! Tanpa aba-aba kucium pipi kanan Balok Es. Tentu saja, adegan ini yang terjepret di kamera itu. Lipstick merahku jelas menempel di pipi kanan Balok Es.


"Dasar curang!" keluh Balok Es.

__ADS_1


"Qia sayang Kak Billy!" aku memeluk Balok Es.


"Saya baru bisa membawamu kemari, suatu saat nanti saya akan membawamu ke tempat yang ada salju sungguhan!" Balok Es membalas pelukanku.


Pak, ternyata Bapak itu dingin di luar tetapi sebenarnya hangat di dalam. Wajah Bapak dingin tapi semakin Qia kenal Bapak, ternyata Bapak bisa ya menghangatkan hati Qia. Salju nampak turun dari atas. Salju itu mengenai rambutku dan rambut Si Balok Es. Tapi tak masalah, kecupan lembut dari Balok Es di dahiku membuatku merasa hangat.


KRUK!!! Terdengar suara perut yang nyaring. Tunggu, itu bukan suara perutku. Balok Es melepas pelukannya.


"Itu suara perut saya. Saya lapar! Ayo, makan!" Balok Es menggandeng tanganku menuju ke suatu tempat makan di pinggir area wahana dunia salju ini.


"Kak!" panggilku. "Kita mau pesan apa?" tanyaku. Balok Es tak menjawab, dia langsung duduk di salah satu stand makanan. Aku pun mengikutinya.


"Mbak, pesan bakso, ya!" ucap Balok Es. "Jadikan dua porsi jadi satu mangkok!" perintah Balok Es pada pegawai stand makanan ini.


Pak, Bapak kok sekarang jadi makin bucin, sih! 😂


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel

__ADS_1


Thank you 😍


__ADS_2