
"AH!" teriakku.
BRUK!!! Gerakan tubuh Balok Es membuatku terdorong jatuh dari kursi. Sakit! 😭 Kenapa yang apes malah aku sih? 😭
"Mana tikusnya?!" ucap Balok Es. Dia berdiri sambil melihat ke sekeliling.
Pak, apa tikus lebih penting daripada keadaan Qia? Setidaknya tolongin Qia dulu dong! Balok Es menatap dengan tatapan tajam ke arahku.
"Dasar jahil!" teriaknya.
Oh tidak, dia sudah tahu! Tangan kiri Balok Es memegang mainan tikus yang terjatuh tadi.
"Tingkat keberanianmu sudah meningkat ya, Tikus Kecil! Makanya jangan jahil pada saya!"
Balok Es mengarahkan tangan kirinya ke arahku. Aku meraih tangan itu dan bangun. Pak, Bapak memang baik! 😁
"Maafkan, Qia," aku memeluk tubuh Si Balok Es.
"Ehm," sahut Balok Es. "Hari sudah larut, kamu mandilah dulu. Saya mau mengambil laptop di lantai bawah," Balok Es berlalu pergi.
Kok tumben ya, dia diam aja gitu waktu dijahili. Ehm, mungkin dia baru males membalas kejahilanku. Sudahlah, aku mandi saja.
Kubuka pintu kamar mandi yang ada di kamar tidur ini. Nampak kamar mandi bernuansa serba putih. Hanya lantainya yang berwarna abu-abu cerah. Kututup pintu kamar mandi, lalu kumulai ritual mandiku.
Ada sebuah bathtub besar di kamar mandi ini. Rasanya seperti di rumah, aku bisa berendam dengan air hangat dengan nyaman di sini. Punggungku menyandar ke salah satu tepi bathtub. Aku benar-benar merasa rileks.
CLAP! Tiba-tiba saja lampu di kamar mandi ini mati. Kamar mandi ini gelap seketika. Kurasa lampu kamar tidur juga mati.
Duh, kok suasananya jadi seram sih? 😣 Ini mati listrik atau...jangan-jangan ada hantu! 😣 Tubuhku mulai gemetar karena listrik yang belum juga menyala. Bulu kudukku mulai merinding. Aku tetap membuka mata meski di dalam kegelapan.
"BAAA!!!" terdengar teriakan mengangetkanku.
"AAAAA!!!!" teriakku kencang.
Jantungku rasanya mau copot. Tepat di depanku ada wajah menyeramkan yang terkena pantulan cahaya putih. Itu hantu kepala melayang! 😭
"HAHAHA!!!" terdengar suara tawa. Lampu kamar mandi kembali menyala.
"HAHAHA!!!" terdengar suara tawa lagi. "Dasar penakut! Hahaha!"
Ternyata hantu itu adalah Si Balok Es. Dia tertawa terbahak-bahak. Tangan kirinya dengan santai mematikan senter yang mengeluarkan sorot cahaya putih tadi. Dasar jahat! Jahat! 😭 Tunggu, mau apa Balok Es di dalam kamar mandi ini?
__ADS_1
"Mau apa kemari? Qia bisa mandi sendiri!" teriakku sambil membenamkan tubuhku lebih dalam ke bathtub.
"AAAA!!!" teriakku kencang. Balok Es dengan cepat melepaskan pakaian dan celananya. "Mau apa kemari?!" teriakku sambil menutup mata.
"Tentu, mau mandi lah," terdengar suara Balok Es dari arah belakang.
Astaga, dia sudah ada di belakangku. Dia memaksa masuk ke dalam bathtub. Sekarang diriku terjepit diantara dua kakinya yang panjang.
"Nggak usah lebay. Kita sudah pernah satu kamar mandi dulu, ini bukan yang pertama kalinya!"
"Tapi, kan ada kamar mandi lain! Bapak kan orang kaya. Pasti punya kamar mandi banyak!" ucapku spontan.
"Panggil Bapak sekali lagi, uang sakumu benar-benar melayang bulan depan!" ancam Balok Es.
Ihih, dasar Balok Es menyebalkan! Aku hanya diam saja sambil menatap ke arah depan.
"AH!" tiba-tiba kurasakan ada tangan melingkar di pinggangku.
"Kamar mandi lain sedang dipakai," ucap Balok Es.
"EH!" Balok Es menarik tubuhku. Sekarang, tubuhku bersandar di dadanya.
"Peningkatan!" celetuk Balok Es. "Tikus Kecil sudah berani menyebutku dengan sebutan 'kamu'," Balok Es menyandarkan kepalanya di bahu kananku. "Memangnya kenapa jika kita mandi dalam satu bathtub. Kita sudah menikah, tak ada yang akan protes," sahutnya santai.
Duh, aku harus gimana saat ini. Aku jadi canggung dan bingung. Tubuhku rasanya jadi kaku. Mau gerak rasanya malu! 😣
"Ck! Kaku sekali!" celetuk Balok Es. "Kita hanya mandi bersama, Tikus Kecil. Kenapa kau jadi diam dan kaku? Padahal tadi di dalam mobil, kau menempel erat seperti koala di pohon eucalyptus!"
"Itu kan beda! Qia kan ehm...masih malu....." ucapku lirih.
Aku masih malu dan geli jika bersama Balok Es dalam keadaan seperti ini.
"Malu kenapa? Cepat atau lambat saya juga akan melihat semuanya setelah resepsi atau...kamu mau dipercepat...." bisik Balok Es. Ucapan itu membuat pipiku berasa memerah. Aku merasa geli mendengarnya.
"Saya hanya bercanda! Jika kamu belum siap, saya takkan memaksamu!" ucap Balok Es.
Pipi kiri Balok Es menempel di pipi kananku. Astaga, Pak, Bapak beneran jadi makin agresif, deh! Udah berubah banget! 😧
"Jadi, dosen enak nggak, sih?" ucapku tiba-tiba. Entah mengapa pertanyaan itu muncul di kepalaku.
"Memangnya kenapa?" tanya Balok Es sambil menatap ke arahku. "Kamu ingin jadi dosen?"
__ADS_1
"Kalo iya, apa kamu setuju?" tanyaku balik.
Astaga, ini kedua kalinya aku memanggil Balok Es dengan sebutan 'kamu'.
"Qia ingin sekolah lagi. Pengen lanjut S2."
"Tak masalah, jika kamu ingin sekolah lagi," sahut Balok Es. "Tapi...."
"Tapi, apa?" aku merasa penasaran.
"Tapi, tidak boleh di luar kota apalagi di luar negeri!" ucap Balok Es tegas.
"Kenapa?"
"Saya tak mau menjalani hubungan jarak jauh. Saya sudah terbiasa dengan kehadiranmu, Yaya. Meski kamu nakal dan berisik tapi jika kamu pergi rasanya aneh!" sahut Balok Es. Dia mencengkeram pinggangku semakin erat. Meski ada kata nakal dan berisik tapi aku merasa Balok Es tidak ingin terpisah jauh dariku. Kenapa ya hatiku berasa hangat ketika mendengarnya!😍
"Qia sebenarnya masih bingung mau jadi apa. Dulu sih inginnya lulus kuliah, terus kerja baru nikah."
"Kamu boleh punya karir. Kamu boleh sekolah lagi, tapi saya tak akan mengijinkan jika kamu pergi jauh!" celetuk Balok Es.
"Tapi, kalo yang ada tugas ke luar kota itu Kak Billy gimana?"
"Kamu pasti akan saya bawa, Yaya," Balok Es mencium pipi kananku. "Jangan khawatirkan hal itu." Balok Es menatapku dengan tatapan hangat.
Balok Es, kenapa ya kamu kelihatan manis waktu menatap lembut kayak gini! Entah mengapa kepalaku terus mengarah menuju bibir Si Balok Es. Pak, Bapak tahu kan apa yang Qia inginkan? 😆
"HATCHU!" Balok Es tiba-tiba bersin. DUAK!!! Kepalaku saling berbenturan dengan kepala Balok Es.
"Sakit!" ucapku sambil mengelus kepalaku.
"Kamu mau apa sih sebenarnya?" tanya Balok Es. HUH! Dasar nggak peka! 😑
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
Thank you 😍
__ADS_1