
Seharusnya pagi ini ada pemotretan tapi karena baru hujan gerimis jadi ditunda dulu. Aku baru saja selesai mandi dan sarapan. Sekarang, aku kembali lagi ke kamar menunggu tukang make up dan photographer datang. Aku benar-benat tak percaya jika tadi malam diriku benar-benar sudah melakukan hal itu dengan Si Balok Es. Ah, sudahlah! Jangan dipikirkan lagi! Lagipula aku dan dia kan sudah menikah jadi takkan ada masalah!
Kubuka smartphone-ku sambil berbaring kembali di atas ranjang. Enaknya nonton video dulu aja lah, nonton drama koreanya nanti lagi aja. Kubuka aplikasi untuk menonton video. Video apa ya yang baru jadi trending? Kubuka menu trending di aplikasi video itu. Ah! Ternyata ada boyband korea idolaku! Mereka jadi video paling populer di aplikasi ini! Kucoba menonton video itu!
"AH! GANTENGNYA!" teriakku histeris. Mereka terlihat sangat tampan di video ini. Bernyanyi sambil menari. Ah! Itu sangat menakjubkan! Ingin rasanya kupeluk dan kucium mereka satu per satu.
"AH! SAYANGKU! KAU MANIS SEKALI!" teriakku kencang. Mana ada sih, cewek yang nggak suka liat cowok cakep, pinter nyanyi dan juga nge-dance? Pasti semua cewek suka.
"MANISNYA! SAYANG, KAU MANIS SEKALI!" aku berteriak kembali. Idolaku terlihat sangat menakjubkan. Mereka menari dan menyanyi dengan sangat keren dan enerjik.
"I LOVE YOU!" teriakku kencang. Aksi mereka yang semakin keren membuat mataku tak bisa beralih dari layar smartphone. "AKU MENCINTAIMU, SAYANG!" teriakku histeris lagi. "EH!" tiba-tiba saja smartphone-ku diambil paksa.
"KAMU VIDCALL SAMA SIAPA?" terdengar suara dingin yang amat mengerikan. Astaga, ternyata itu Si Balok Es. Wajahnya nampak sangat murka.
"MANA COWOK ITU, HAH?!" teriaknya dengan nada meninggi. Kak Billy, Qia takut, tahu! Bisa nggak sih, mukanya jangan serem gitu! 😢
"Ehm...."
Aku hendak menjawab tapi takut. Balok Es nampak sangat menyeramkan.
"CEPAT JAWAB! KAMU VIDCALL SAMA SIAPA? HAH?!" teriak Balok Es.
"Ehm....sebenarnya...." mulutku terasa kaku untuk menjawabnya.
"CEPAT JAWAB, QIA! KAMU VIDCALL SAMA SIAPA TADI, HAH? KAMU BALIKAN SAMA NAREN, HAH?!" teriak Si Balok Es. Kata-kata itu membuat telingaku berasa memerah. Salah paham sih, salah paham tapi nggak usah bawa-bawa masa lalu juga.
"KAK BILLY!" teriakku kencang. "AKU DARITADI NONTON VIDEO, TAHU! AKU NONTON VIDEO BOYBAND IDOLAKU! JADI, JANGAN TUDUH AKU YANG BUKAN-BUKAN!" teriakku kencang.
Aku pun menyembunyikan diri di dalam selimut lagi. Aku berbaring membelakangi Si Balok Es. Ih, dia kok jadi cemburuan, sih? Bikin badmood pagi-pagi aja!😡
"Yaya...." terdengar suara memanggil. Kurasakan tarikan di selimut yang menutupi tubuhku. Terasa tangan menyentuh tubuhku yang tertutup selimut.
__ADS_1
Ih, sana menjauhlah! Salah paham sih, salah paham, tapi nggak usah bawa-bawa mantan juga! Sebel, tahu dengarnya! 😡
"Huh!" aku berbaring menjauh dari jangkauan tangan Si Balok Es.
"Saya minta maaf, Yaya. Maaf sudah berteriak dan menuduhmu sembarangan," ucap Si Balok Es.
Jangan harap amarahku padam semudah itu. Aku tak berbalik dan tetap menyembunyikan diriku di bawah selimut.
"Saya minta maaf,Yaya Sayang. Saya hanya tak ingin kehilangan dirimu. Saya tak ingin kamu kembali ke Naren. Karena saya sangat menyayangimu....." ucapan Balok Es membuatku tertegun.
Jadi, dia sangat mencintaiku, ya? Kenapa hatiku rasanya hangat ya.
"Kembaliin dulu HP punya Qia!" ucapku sambil berbalik menghadap ke arah Si Balok Es. Dia langsung mengembalikannya.
"Kak Billy, sini!" kutunjuk Si Balok Es berbaring di sebelahku. Dia berbaring tanpa protes. Kupandangi wajah Si Balok Es. Wajah itu menatapku dengan mata yang seolah mengaku salah. Kulepaskan kacamata di wajahnya.
"Kamu mau...." ucap Balok Es.
Diamlah! Aku akan membuktikan jika aku sudah berubah. Bibir Balok Es langsung kucium begitu saja. Tetap saja jantungku berdebar ketika melakukannya.
"Ehm, saya juga minta maaf, " sahutnya. Dia membalas pelukanku lalu memberi kecupan di kepalaku. Dia mulai romantis sih, udah lumayan cair. Nggak kayak balok es yang dingin sepenuhnya. Tapi, dia masih kaku banget kalo bicara.
Kuarahkan kepalaku sejajar dengan kepala Si Balok Es. Kutatap matanya, kurasa amarahnya sudah mereda. Aku langsung bergerak sehingga dia ada di bawah tubuhku.
"Kamu mau apa?" tanyanya. "Kamu ketagihan main kayak semalam?" matanya berkilau licik. "Kamu ingin main lagi?" tanyanya lagi.
Ih, kok kamu jadi agresif banget sih, Kak Billy.
"Jangan kaku!" ucapku sambil menekan hidungnya dengan jari telunjukku.
"Apa maksudmu, Yaya? Kamu ingin saya melakukan apa sebenarnya?"
__ADS_1
"Jangan pake kata 'saya', itu kaku banget, tahu!" ucapku sambil menyentuh hidungnya lagi. Ternyata berbaring di atas tubuh Si Balok Es nyaman juga. Tubuhnya terasa hangat.
"Lalu harus gimana?"
"Pake saja kata 'aku'!" jawabku sambil menatapnya.
"Artinya sama saja," tangan kirinya membelai kepalaku.
"Beda! Kalau Kak Billy pake kata 'saya' kesannya formal dan kaku. Pake kata 'aku" saja, kalo pas bucara ama Qia. Biar kesannya nggak kaku dan lebih dekat!"
"Ehm,jika Yaya yang memerintahkan. Aku akan melakukannya, " sahut Balok Es, tangan kirinya terus membelai kepalaku.
Balok Es, jika kau seperti ini rasanya aku ingin menciummu lagi, tahu. Kulakukan kata hatiku.
"Eh!" teriak Balok Es saat kucium dia kembali tepat di bibirnya. "Kamu agresif!"
"Nggak papa, kan Kak Billy itu suaminya Qia!" sahutku.
"Kamu nggak mau cerita tentang boyband idolamu?" celetuk Si Balok Es. Dia masih mengingat kejadian tadi ya.
"Ini!" kutunjukkan video yang kulihat tadi. "Ini video boyband idola Qia. Mereka itu asalnya dari Korea Selatan," kuceritakan boyband itu dengan lengkap. "Nih liat!" kubuka aplikasi chat. "Qia nggak video call siapa-siapa, tahu!"
"Iya, maaf, Yaya," ucap Balok Es.
"Kak Billy, Yaya suka kalo kamu cemburu," kupeluk tubuh Balok Es lagi.
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
__ADS_1
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
Thank you 😍