Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)

Rektorku, Dosenku, Suamiku (Di Paksa Menikah Dengan Balok Es)
Episode 44 - Tempat Spesial...


__ADS_3

Kecupan yang membuatku berbunga-bunga. Jantungku deg-degan tapi aku merasa ehm, senanglah pokoknya. Seiring mentari yang merangkak ke ufuk barat, selama itulah kecupan ini berlangsung. Balok Es melepaskan cengkeraman daguku. Pak, Bapak masih ada rasa kasihan ya sama saya? 😂 Padahal di novel dan film yang kubaca biasanya pria dewasa itu ganas saat menyerang wanita.


Setelah kecupan itu keadaan jadi agak terasa aneh. Balok Es malah tak berani menatapku. Apa ini pertama kalinya dia mencium wanita? Ini pertama kali sih bagiku dicium di bagian ehm...bibir.


Langit sudah beranjak gelap. Bintang-bintang kecil mulai terlihat. Bintang itu seperti serpihan debu pecahan kaca di gelapnya langit malam. Balok Es duduk sambil menatap langit. Bapak, Bapak tadi agresif sekarang malu-malu 😧. Saya kan jadi canggung lagi, tahu! 😳


"Ehm," ucapku sambil memeluk tubuh Si Balok Es. Dia mengangkat wajahku. Kurasa dia melihat bibirku.


"Sepertinya masih batas wajar," ucapnya lirih.


Apa maksudnya? Dia melihat apakah aku merasa tersakiti saat dicium? Sudahlah, mungkin ini bentuk perhatiannya padaku.


"Oh ya, kau mau makan apa?"


"Makan bibir Bapak lagi boleh?" aku menggodanya. Dia justru membuang muka.


"Ibumu ada di rumah saya. Jika bibirmu sampai terluka saya yang kena marah," dia merendahkan kepalanya. "Saat ibumu tak lagi menginap, saya pastikan kamu akan puas sampai tak berani memintanya lagi," ia tersenyum licik.


Pak, Anda makin pintar menggoda saya ya! 😂


"Sudah, kau mau makan apa? Ini menunya!" kulihat menu di meja itu.


"Terserah Bapak, saya jadi anak baik kok sekarang. Asal Bapak senang Qia juga senang," aku semakin menjilat Si Balok Es.


"Ya sudah, saya pesan makanan ehm, ini sajalah," ucap Si Balok Es.


Aku tak peduli makanan apa yang dipilihnya. Aku hanya ingin memeluk Si Balok Es saja. Apa aku sedang mabuk cinta, ya? 😐 Entahlah, dia kan suamiku apa pun itu memang ini yang benar.


"Silahkan Tuan," tak berselang lama beberapa pelayang datang. Mereka membawakan beberapa piring besar berisi hidangan.


"Saya sedang ingin makan sushi," ucap Balok Es. "Ini!" ia menyerahkan sumpit kepadaku. "Kamu tetap harus...."


"Iya, Pak. Saya harus menyuapi Bapak kan?" sahutku.


Aku pun segera mengambil sushi itu. Kuarahkan ke mulut Si Balok Es. Saat hampir tiba di mulutnya, dengan cepat kuarahkan suapan itu ke mulutku. Hihihi, Pak, saya juga bisa jahil tahu. Mulut Balok Es padahal sudah terbuka lebar. Kalau dia sedang hangat dan jinak seperti ini, dia semakin manis dan memesona.


"Hey, apa yang kau lakukan?" protesnya saat tanganku melepas kacamata miliknya.


"Saya cuma pengen liat Bapak aja!" sahutku. Dia tentu lebih tampan tanpa kacamata. Aku jadi ingin menciumnya.


"Jangan di sini! Kau bisa melakukannya sepuasmu nanti!" ia mengambil kacamatanya. "Saya akan mengajakmu ke suatu tempat lagi," aku jadi makin antusias. "Ayo, sekarang kita makan malam dulu, Yaya."

__ADS_1


"Iya, T-Rex Tersayang," jawabku. Kurasa kali ini aku memanggilnya dengan tulus.


***


Balok Es menyuruhku mandi dan berganti pakaian di restoran itu juga. Piyama pink yang masih baru bahkan masih tertempel tag pabrik pembuatnya diberikan padaku. Pak, Bapak mau apa, sih? Apa ini kode dia ingin mengajakku menginap di suatu tempat. Berbagai pikiran beterbangan di pikiranku. Saat pikiranku agak kotor, aku tertawa-tawa geli tak jelas.


"Apa yang kau tertawakan? Kau menertawakanku?" tanya Balok Es. Dia memakai piyama warna biru muda. "Jangan berpikir yang aneh-aneh. Ini sudah malam, wajar kan jika saya menyuruhmu mandi dan berganti pakaian!" ucapnya dengan nada meninggi. Aura killer itu masih saja kurasakan.


"Iya, Pak. Wajar kok," sahutku singkat.


Mobil ini melaju masih juga melaju. Aku tak tahu kemana rahnya. Kiri dan kanan pemandangan dari jendela mobil terlihat gelap.


"Ayo, turun!" ucap Balok Es.


Pintu mobil sudah terbuka. Aku pun turun dari pintu yang sama dengannya. Kupegang tangan kiri Balok Es dengan inisiatifku sendiri lalu kututup mataku.


"Apa yang kau lakukan? Kau bisa jatuh jika matamu tepejam!"


"Bapak, saya kan ingin menikmati kejutan dari Bapak!" protesku.


"Ya sudah, tutup terus matamu!" perintah Balok Es. Dia menggandengku dan menuntunku berjalan. Aku merasakan hawa dingin dari angin yang bertiup. Apa ini penginapan outdoor? Aku semakin penasaran. "Sudah sampai, kau bisa membuka matamu sekarang!"


Aku takjub dengan pemandangan di depanku. Ada sebuah bangunan setengah lingkaran yang transparan. Bentuknya seperti gelembung atau bubble. Ada sebuah ranjang kayu warna coklat di dalam bangunan itu. Kasur, sprei, selimut, bantal dan gulingnya berwarna putih. Apa aku dan Balok Es akan menginap di sini?


Pemandangan di sekitarku nampak sepi. Kurasa di sekitar bangunan merupakan taman rumput yang hijau. Aku pernah mendengar ada penginapan bubble dari sosial media tapi tak pernah bermimpi bisa tidur di sini. Bagaimana ya rasanya. Di dekat bangunan ini ada sebuah bangunan kecil.


"Nah, kita akan menginap di sini malam ini!" ucap Si Balok Es. Dia melangkahkan kakinya masuk ke pintu bangunan gelembung ini. Pintunya menyatu dengan bangunan ini. Jadi, pintunya memakai sistem resleting sama seperti sistem yang ada di sebuah tenda kemah.


"Pak, itu kamar mandi ya?" tanyaku sambil menunjuk bangunan kecil berwarna putih itu.


"Iya, kamu mau ke sana?" tanya Balok Es.


"Nggak, cuma kepo aja," sahutku. Aku hanya memastikan dimana toiletnya.


"Ya, sudah masuklah dahulu. Saya mau ke kamar mandi dulu," ucap Balok Es sambil berjalan menuju bangunan kecil itu.


Aku segera masuk ke dalam bangunan itu. Kurebahkan badanku di atas ranjang itu. Kupasang selimut itu di tubuhku. Pemandangannya indah. Bangunan gelembung ini transparan terbuat dari plastik bening. Jadi, pemandangan bintang di angkasa terlihat sangat cantik. Mereka berkerlap-kerlip tiada henti. Di sini tenang dan sunyi, hanya terdengar suara jangkrik saja.


Balok Es mengajakku menginap di tempat yang ehm, menurutku spesial dan romantis, sih. Pikiranku kembali terbang melayang. Apa dia ingin benar-benar ingin melakukan hal itu sekarang? Tapi, itu kan memang haknya. Jika aku ingin jadi istri sungguhan maka aku harus mematuhinya. Apa yang harus kulakukan? Aku jadi merasa deg-degan. Jantungku berdebar kencang. Aku terus tidur terlentang sambil menatap bintang.


"Kau belum tidur?" terdengar suara. Balok Es merebahkan diri di sebelah kananku. Dia masuk ke selimut yang sama denganku. "Apa kau suka penginapan ini?" tanyanya. Aku menggangguk. "Apa kau...." ucap Balok Es. Apa dia ingin segera melakukan hal itu?

__ADS_1


"Pak, Bapak boleh melakukan ehm...hal itu. Saya siap....ehm...tapi eh...pelan-pelan...saya takut," ucapku lirih. "Katanya di film dan novel ehm... kalau melakukan itu rasanya sakit, Pak...."


"Apa yang kau pikirkan?" Balok Es menyentil dahiku. "Saya belum ingin melakukan hal itu sekarang!"


"Tapi, Bapak mengajak saya ke tempat menginap yang menurut saya spesial...."


"Saya hanya ingin berlibur bersamamu, besok tanggal merah. Ada libur hari besar nasional," sahut Balok Es sambil memasang guling di bagian tengah diantara kami.


"Tapi, Pak," ucapku sambil berbaring menghadap ke arahnya. "Jika itu dilakukan sekarang kan nggak papa, mumpung saya nggak takut lho, Pak."


Entah mengapa mulutku justru berkata seperti ini.


"Iya, saya tahu. Kita sudah sah dan takkan ada masalah jika melakukan itu. Tapi kita belum mengumumkan ke publik soal hubungan kita dengan resepsi. Saya tak mau jika kamu nanti terkena gosip murahan," jawab Balok Es. Dia sangat peduli padaku sampai seperti ini. Hatiku jadi merasa hangat dan tenang.


"Makasih sudah memaafkan dan selalu mengerti Qia, Pak," ucapku sambi memeluk tubuh Si Balok Es. Dia membelai rambutku.


"Jaga dirimu baik-baik. Jangan nakal lagi saat kuliah. Saya kemungkinan besar harus pindah...." ucap Balok Es.


Pindah? Jadi, kita tak kan bersama? 😢 Pak, Bapak kok tega sih ninggalin Qia. Padahal Qia baru saja mulai sedikit lebih dekat dengan Bapak.


"Bapak, kok tega, sih!" protesku. "Bapak, mau pindah kemana?"


Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update


Cara vote dan like gampang kok 😄


Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄


Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel


Thank you 😍


________________________________________


Kunjungi juga karya saya lainnya 😄


Judulnya :


Istri CEO Muda


Ceritanya dijamin seru 😄 bikin gemes dan baper 😂😍

__ADS_1


__ADS_2