
Mobil yang ditumpangi Billy dan Qia terus melaju membelah jalanan yang padat. Setelah cukup lama melaju, sampailah mobil itu di depan sebuah rumah. Rumah itu sangat familiar bagi Qia.
"Akhirnya sampai!" ucap Qia sambil tersenyum. Tangannya menenteng sebuah totebag berukuran cukp besar. Dia segera membuka pintu mobil itu dan melangkah keluar. "Kak Chan!" teriak Qia. "Aku pulang!" teriaknya lagi. Nampak seorang pria keluar dari dalam rumah.
Dia selalu saja hiperaktif saat pulang ke rumah, gumam Billy sambil melangkah keluar dari dalam mobil.
"Kakak!" teriak Qia. Dia langsung memeluk pria itu. "Aku kangen banget, Kak! Ah, lama nggak ketemu!"
"Aku juga rindu sama kamu, Dik. Ah, ayo masuk kamu pasti rindu rumah kan," ucap Chandra sambil menatap tajam ke arah Billy. "Rumah ini memang tempat yang paling nyaman kan, Dik!," ucap Chandra lagi.
Apa maksudmu, Chan? Kau mau memprovokasiku lagi. Aku takkan terpancing provokasimu, gumam Billy.
"Eh, Billy, Qia," sapa seorang wanita.
"Bunda Lia," panggil Billy. Dia segera mencium tangan Bunda Lia.
"Aduh, ayo masuk, Billy, Qia," ucap Bunda Lia.
"Ehm, iya, Kak," sahut Qia. "Kak, ini oleh-oleh untuk Kakak!" ucap Qia sambil menunjukkan isi totebag itu.
"Ayo kita buka di dalam saja," ajak Chandra.
Qia dan Chandra masuk ke dalam. Billy dan Mama Lia turut masuk ke dalam. Qia duduk bersebelahan dengan Chandra.
"Dik, aku udah beli game terbaru lho! Kita main yuk! Udah lama nih, kita nggak main. Kamu kan jarang banget pulang ke rumah semenjak menikah," ucap Chandra sambil mencuri pandang ke arah Qia.
"Boleh, Kak. Boleh!" sahut Qia.
__ADS_1
Chandra segera menyiapkan alat elektronik permainan game itu dan juga dua buah joystick. Layar televisi datar itu sudah menyala. Nampak tayangan game yang dimaksud Chandra.
"Nih, Dik. Ayo, kita bertarung!" ucap Chandra sambil menyerahkan joystick itu pada Qia.
"Ayok, Kak! Aku nggak bakal kalah! Hahaha!" Qia mulai menekan-nekan tombol pada joystick itu. Qia dan Chandra nampak asyik bermain game bersama.
"Ini minumannya, Billy," ucap Mama Lia. Di tangannya nampak nampak yang berisi beberapa gelas minuman serta cemilan.
"Nggak usah repot-repot, Bunda," ucap Billy.
"Nggak papa, santai aja," balas Ma Lia sambil meletakkan nampan itu di atas meja.
"Yak! Aku nggak bakal kalah!" teriak Qia. Dia nampak bersemangat menekan tombol pada joystick itu.
"Coba aja kalahin aku kalau bisa!" teriak Chandra.
"Iya, Bunda. Nggak papa kok. Ehm, Billy ijin buat istirahat di kamar Qia boleh?" tanya Billy.
"Boleh, boleh. Masuk aja," sahut Mama Lia sambil melangkah pergi.
"Makasih, Bunda," ucap Billy sambil melangkah menuju kamar Qia.
Kamarnya masih terawat dengan baik. Aku tak mau berdebat denganmu Chan. Lebih baik aku main halus saja, gumam Billy. Dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Selimut tebal ditarik untuk menyekimuti tubuhnya. Aku tak bilang pada Yaya. Dia pasti akan segera menyusulku kemari, gumam Billy sambil memejamkan matanya. Terdengar suara pintu kamar terbuka.
"Hubby," terdengar suara Qia. "Kamu kenapa? Kamu sakit?"
Tuh, kan. Rencanaku berhasil, gumam Billy sambil membuka matanya.
__ADS_1
Nampak Qia sudah duduk di tepi ranjang. Mata Billy menatap ke arah pintu kamar yang sedikit terbuka. Nampak Chandra mengintip dari balik celah pintu itu.
Lihat ini, Chan. Adikmu sendiri ya memilih pergi kemari. Dia sudah sepenuhnya menyerahkan hatinya padaku, gumam Billy.
"Kamu sakit, ya? Kok selimutan," ucap Qia. Tangan kanannya menempel di dahi Billy.
"Aku nggak papa, Yaya," sahut Billy. Dia menarik Qia ke dalam pelukannya.
"Bohong! Mana mungkin orang sehat minta ijin buat tiduran di kamar! Kamu ngerasa nggak enak badan, ya?" tanya Qia lagi.
"Nggak, aku cuma pengen tiduran di kamarmu aja. Nostalgia. Oh ya, mana janjimu?" tanya Billy.
"Janji? Janji apa?" tanya Qia. Dia mencoba mengingat-ingat. "Oh iya, hehehe. Sebentar, aku cari dulu, Hubby," sahut Qia sambi membuka lemarinya.
Aku ini lebih cerdik darimu, Chan. Kau bukan apa-apa bagiku. Lihat dan buktikan sendiri jika adikmu sudah bertekuk lutut di hadapanku, gumam Billy.
Jangan lupa like dan vote ya 😄 biar author tambah semangat buat nulis dan update
Cara vote dan like gampang kok 😄
Tinggal pencet tanda jempol 👍 di pojok kiri bawah untuk like 😄
Untuk vote tinggal pencet tanda 'Vote' di halaman sampul novel
Mohon doa dan dukungannya ya supaya Billy dan Qia bisa menang di Lomba You Are A Writer #3 😊
Thank you 😍
__ADS_1