
Air mata pakha jatuh tak tertahankan dia menutup wajahnya dengan selimut untuk menyembunyikan wajah bersedihnya agar tidak di ketahui oleh siapapun.
"Pakha aku pamit pulang ya, kamu sudah tidur? "bisik boy di telinga pakha.
Ia hanya terdiam tanpa memberi jawaban apapun dan hanya mendengarkan perkataan boy.
Pakha merasa malu jika memperlihatkan wajahnya yang menangis dan dia merasa tidak percaya diri.
Boy melangkah keluar dari kamar pakha untuk kembali ke rumahnya.Terdengar suara mobil boy meninggalkan kediaman pakha.
Setelah tidak ada suara apapun pakha membuka selimut nya, dia beranjak dari ranjangnya menuju jendela dan membuka nya untuk menghirup angin malam.
Pakha menangis sesegukan entah kenapa hatinya terasa sesak, semilir angin malam mengiringi tangisan pakha.
Lagu rindu yang di rasakan pakha untuk bima dalam bahasa jawa.
*tresno ra bakal ilang kangen sang soyo bekas, tembang rindu kanggo riko janji suci tekaning pati,salam tresno di jogo senajan adoh panggonanmu salam rindu mring tresnamu*artinya rasa suka tidak akan hilang, rindu semakin membekas, lagu rindu untuk dia, janji suci sampai mati,salam suka di jaga walaupun keberadaan mu jauh salam rindu untuk kamu.
Terangnya bulan menyinari malam menemani hati yang sepi perasaan semakin membara menahan rasa rindu kepada bima, meskipun banyak cobaan tidak bisa menghalangi cinta yang tumbuh dengan sendirinya ,ada pepatah yang mengatakan bahwa cinta itu buta, tidak bertemu sehari seperti setahun dan masih banyak petatah lainnya.
Tubuhnya yang dingin entah kenapa tiba-tiba merasa hangat. Dari belakang terdapat tangan kekar yang memeluk pinggang rampingnya. Rasa nyaman di tubuh pakha seakan tidak bisa menolak kehangatan itu.
Pakha menoleh ke belakang ternyata ada bima yang sedang memeluk dirinya.
"Bim kok kamu ada disini, maaf aku tidak menyadari kehadiranmu "ucap pakha sembari menghapus sisa air matanya.
"iya tidak apa-apa,kenapa kamu hari ini kok kelihatan bersedih begitu,ada masalah apa ?kamu boleh cerita padaku"jawab bima dengan melepaskan pelukannya.
Pakha tersenyum melihat kehadiran laki-laki yang ada di depannya ini, karna rindu yang ia pendam akhirnya mencair juga.
"Terima kasih engkau telah datang mengobati hati ini bima, apa ini yang di namakan cinta,namun aku belum mengetahui perasaan apa terhadapmu"gumam pakha namun tak terdengar.
"Hai kok malah melamun aku sedang bertanya pakha"jawab boy menekankan kata-katanya.
Pakha tersadar dari lamunannya kemudian tersenyum menatap wajah bima.
"ah maaf aku sedang banyak pikiran akhir-akhir ini tugas sekolahku menumpuk"jawab pakha dengan berbohong.
__ADS_1
"Aku akan datang saat kamu merindukanku pakha,aku tau kamu sedang berbohong padaku"kata bima dengan mendekatkan wajahnya.
Blush wajah pakha tiba-tiba merona melihat ketampanan bima.
Brak pintu kamar pakha tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan kakaknya yang datang menghampirinya dengan membawa sepiring makanan.
Pakha sangat terkejut dengan kedatangan kakaknya yang tiba-tiba itu.
"Haduh gawat kenapa kakak malah kemari ,aku pasti akan di marahi bapak jika ketahuan memasukkan laki-laki di kamar"pakha berbicara dalam hati.
keringat turun di sekitar wajah yang membuatnya merasa tegang di hadapan situasi yang tidak bisa ia jelaskan.
Kak nawang hanya melihat pakha berdiri di dekat pintu dan menaruh piring yang ia bawa di meja kamar pakha.
"ini ada makanan kamu pasti lapar dari tadi kakak lihat kamu pingsan dan belum makan sama sekali"kata kak nawang.
Setelah menaruh piring ia langsung keluar dari kamar pakha.
"aneh kenapa kak nawang tidak bertanya tentang bima, dia seperti tidak melihat kehadiran bima"kata pakha dalam hatinya.
Namun pakha tidak terlalu memikirkan hal tersebut, dia hanya merasa lega karna tidak mendapatkan masalah.
"Baik, tapi kamu jangan pergi ya"jawab pakha dengan hati senang.
"aku tidak akan pergi darimu, karna kamu itu bintang di hatiku"jawab bima dengan tersenyum.
Lama-kelamaan mata pakha terpejam dan mulai memasuki dunia mimpi.
Bima menatap wajah pakha yang menurutnya semakin menggemaskan. Disentuhlah wajah yang tertidur dengan tenang itu, kemudian mengecup kening pakha .
Suara burung berkicau di pagi hari membangunkan pakha yang sedang tertidur pulas. Pakha mulai membuka mata namun wajah yang kemarin menemaninya sudah tidak terlihat lagi.
"Kenapa dia pergi tanpa pamit padaku sih, padahal aku belum mengizinkannya pergi dariku"kata pakha dengan memonyongkan mulutnya.
Pakha melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket itu.
Setelah selesai dengan segala macam kegiatannya, pakha berencana ingin pergi mengunjungi anak panti asuhan untuk memberikan sedikit sumbangan. Kegiatan tersebut ia lakukan sebulan sekali jika dia punya waktu luang. Entah kenapa dia merasa nyaman dekat dengan anak-anak panti itu. Pakha merasa senasib dengan mereka, meskipun sekarang keluarganya terlihat masih lengkap namun kenyataannya tak seperti itu.
__ADS_1
Sore itu pakha sedang bermain dengan anak-anak panti dia melihat ada kakek tua yang lewat dengan pakaian compang-camping seperti pengemis.
Pakha menghampiri kakek itu dan memberikan sebotol air putih.
"kek mohon di terima air putih ini, pakha hanya memiliki air dan ini ada sedikit uang yang bisa bapak pakai"ucap pakha sembari menyodorkan botol dan uang.
"Terima kasih nak kamu baik sekali"kata kakek itu sambil menerima botol minuman dan uang yang pakha berikan.
"Nak jangan terlena dengan ketampanan seseorang karna semua itu hanya sebuah ilusi semata,cintailah manusia sesungguhnya dan hiduplah dengan baik"wejangan kakek itu sambil tersenyum dan berjalan menjauh.
Pakha hanya diam memperhatikan punggung kakek tersebut yang semakin jauh.
Dia bingung apa yang di katakan kakek itu, apa maksudnya harus mencintai manusia sesungguhnya bukankah dia sekarang juga mencintai manusia.
Pakha mengacak rambutnya karna bingung dengan perkataan kakek itu.
"aku tidak mengerti apa yang kakek itu bicarakan,kenapa aku selalu bertemu dengan orang-orang yang bicara ngawur sih"kata pakha sambil berjalan kembali ke panti.
Waktu sudah menjelang petang, pakha harus segera pulang dari panti karna dia harus kembali ke kosannya.
"Hari ini sungguh melelahkan kenapa rasanya aku malas untuk kembali ke kosan"kata pakha dengan wajah murung.
Pakha hanya malas melihat laki-laki yang selalu mengganggu nya itu.Entah kenapa dia sebegitu membenci boy ,padahal boy tidak pernah menyakiti perasaannya dan malah selalu baik padanya. Mungkin karna masalah ketidak sengajaan boy yang membuat ciuman pertamanya hilang itu awal mula dia membenci boy.
Sebelum ke kosan pakha mampir ke rumah makan dekat kosnya dulu. Perutnya sedari tadi berbunyi diapun merasakan kering di tenggorokannya. .
Dia memanggil pelayan untuk memesan makanan beserta minuman.
Namun di depan tempat duduknya terlihat segerombolan laki-laki berbadan seperti preman yang sedang tersenyum padanya.
Pakha hanya melihat sekilas tanpa membalas senyuman itu.
Pakha menikmati makanan yang di pesannya dengan lahap tanpa memperdulikan laki-laki di depan yang sedang memperhatikan dirinya.
Tanpa pakha sadari laki-laki itu sekarang berada di samping dirinya,makanan yang di kunyah pun tersembur keluar dari mulutnya dan mengenai baju laki-laki berwajah seram itu.
Wajah yang tadi tersenyum terhadap dirinya sekarang terlihat marah pada pakha.
__ADS_1
hayo apa yang selanjutnya terjadi pada pakha karna tidak sengaja mengotori baju teman itu,, penasaran baca di episode selanjutnya ya. 😁😁