
Ckitt suara mobil yang mengerem mendadak karna di depannya ada lampu mobil yang menyilaukan mata.
Boy hampir menambrak kendaraan di depannya karna mengantuk , jam sudah menunjukkan pukul 06:00 waktu setempat. Dari semalam ia belum mengistirahatkan matanya yang terlihat sayu itu. Bukan hanya mata yang lelah namun juga tubuhnya serasa tak bertenaga.
HP yang sedari tadi berbunyi ia acuhkan seakan-akan telinganya tak mendengar apapun. Ia membuka pintu mobilnya dan tiba-tiba matanya terasa buram kemudian tubuhnya terjatuh lemas tak berdaya di halaman rumahnya. Sedari tadi ada oci yang sedang menunggu boy di rumahnya karna semalaman telfonnya tidak pernah di jawab.
Saat oci ingin melangkah keluar rumah boy ia melihat ada seseorang yang sedang tergeletak di halaman rumah.
Ia segera menghampiri orang tersebut. Ternyata yang tergeletak itu wajah yang begitu ia kenal, oci langsung mengangkat tubuh boy menuju ke dalam rumahnya. Di depan pintu sudah di sambut para bibi yang mengkhawatirkan keadaan tuannya itu. Oci langsung merebahkan boy di dalam kamarnya dan menyuruh salah satu bibi untuk menghubungi dokter keluarga.
"Pakhaaa"teriak boy saat pertama kali bangun dari pingsannya. Oci mencoba menenangkan sahabatnya itu dan memberikan segelas air putih agar di minumnya.
"Aku ingin mencari pakha"kata boy lalu berdiri dari tidurnya namun oci mencegah sahabatnya itu.
"Boy tunggu dulu,tubuhmu masih lemah,jika kamu gegabah akan membuat masalah ini semakin rumit,keluarganya sudah memberi tahu kepolisian atas hilangnya pakha ,kita serahkan pada polisi saja "jawab oci menenangkan boy.
Boy tidak bisa melakukan apa-apa lagi karna seluruh kota itu sudah ia telusuri namun tidak bertemu juga. Boy hanya menuruti kata sahabatnya itu. Hatinya sungguh tidak tenang, bahkan pagi yang mendung itu turut menemani hatinya yang gelisah.
Sementara itu di kediaman pakha ada seorang perempuan yang sedang menangis di dalam kamar. Sambil menatap sebuah foto dua anak kecil di tangannya.
"Pakha maafkan kakak karna belum bisa menemukanmu kamu pasti sedang kesulitan hiks hiks"kata kak nawang sambil meneteskan air matanya.
Dirumah tersebut juga ada dua orang yang sedang bersiteru sambil memecahkan piring kaca di atas meja.
"Lihat tu pak anakmu selalu saja menyusahkan orang tuanya kenapa dulu bapak tidak mengizinkan agar di adopsi bu romad tetangga sebelah aja sih"teriak bu sar yang sedang di landa amarah.
"bu sabar , pakha itu juga kan darah daging kita, meskipun dia bukan anak yang baik tapi bapak yakin suatu saat dia akan berguna"kata pak yat menangkan istrinya yang sedang mengamuk itu.
__ADS_1
Pak yat menepuk punggung istrinya agar berhenti marah-marah. Kemudian mengajak bu sar keluar rumah untuk menghirup udara segar.
"Bima sayang bangun udah pagi nih"kata pakha pelan sambil mendusel dusel kepalanya.
"iya sayang, gimana tidurmu nyenyak? "jawab bima sambil mencubit hidung pakha.
"iya, itu semua berkat kamu bim "kata pakha dengan tersipu malu.
"Kapan kamu siap menikah denganku humm"kata bima sambil tersenyum.
"Tunggu aku lulus ya bim, paling sekitar 3 bulan lagi"jawab pakha sambil beranjak duduk dari tidurnya.
Kemudian mereka berdua mandi bersama di dalam kamar mandi. Setelah mereka berdua selesai mandi mereka berdua berencana ingin jalan-jalan bersama untuk melepas rindu yang selama ini mereka pendam.
Bima mengajak pakha di sebuah ruangan yang gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun itu membuat pakha bingung. Kemudian terdengar satu ketukan kaki dan ruangan yang gelap itu menjadi terang.Di depan mata memandang terdapat sebuah rumah kaca yang cantik dengan di kelilingi berbagai macam bunga yang indah.
"Bim apa ini yang di sebut surga itu, indah sekali"gumam pakha.
Dalam hati pakha masih penasaran kenapa keadaan yang tadi gelap bisa menjadi terang , dunia yang ia tempati saat ini seperti ada di dunia negeri dongeng. Dan yang bersamanya saat ini adalah pangeran ajaib yang mempunyai sihir dan dia seperti putri dalam sebuah novel kerajaan yang pernah ia baca.
"Syukurlah kalau kamu menyukainya"jawab bima dengan tersenyum melihat pakha.
Pakha sudah sekitar dua hari menghilang dan sampai sekarang polisi belum menemukan jejak apapun tentang pakha. Dua hari di dunia nyata namun di dunia gaib masih setengah hari karna perbedaan waktu itu hanya Tuhan yang tahu. Saat gps pakha di lacak hp nya sedang tidak aktif itu membuat seluruh pihak yang mencarinya bingung. Begitu juga dengan laki-laki yang saat ini sedang melamun mengkwatirkan orang yang ia sayang. Sudah sekitar dua hari dia tidak mendapat kabar pakha, saat ini dia hanya bisa terdiam di kamar tanpa makan, dan wajahnya sudah pucat seperti mayat hidup. Oci sangat kuatir dengan keadaan sahabatnya itu, selama ini apa yang ia takutkan terjadi lagi. Ia tak tega melihat kesedihan sahabatnya itu, boy hanya mengurung dirinya di dalam kamar.
Oci mencari cara agar bisa menemukan pakha untuk sahabatnya itu. Dan ia ingat akan sesuatu yang berhubungan dengan pakha. Dunia lain itu yang ada di pikirannya saat ini.
Oci segera melangkah pergi dari kediaman boy menuju ke rumah abahnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum abah"kata oci sesampainya di kediaman orang tuanya.
"Waalaikumslm, loh nak tumben pulang ke rumah libur ya? "jawab abah yang keluar di balik pintu kamarnya.
Oci kemudian menghampiri abahnya dan mencium tangannya.
"Oci ada keperluan sama abah"kata oci.
"Baiklah, katakan pada abah apa kepentingan mu nak"jawab abah sambil duduk di kursi ruang tamu.
Oci menjelaskan semua kepada abahnya, dia menyampaikan keinginannya untuk membantu sahabatnya itu. Abah hanya mengangguk mengerti dengan penjelasan anaknya itu.
"Gimana bah apa bisa membantu oci"tanya oci pada abahnya.
"Insyaallah abah akan berusaha nak"jawab abah sambil mengelus kepala anak kesayangannya itu.
Oci sekarang sedikit lega, semoga apa yang ia lakukan ini bisa membantu sahabatnya keluar dari keterpurukan. Dan semoga saja cara yang ia lakukan berjalan lancar.
Oci berangkat bersama ayahnya menuju rumah boy untuk memberi tahu rencana apa yang akan ia lakukan. Boy di beri tahu bibinya bahwa oci kemari bersama abah, tanpa pikir panjang boy langsung beranjak dari kamar tidurnya yang ia jaga selama dua hari itu.
Bagi boy abah oci seperti ayahnya sendiri karna keluarga mereka berdua sudah seperti keluarga sejak lama. Setelah melihat wajah seorang kyai itu boy berjalan menghampiri dan segera mencium tangan abah.
Kemudian oci memberitahu semua yang akan ia rencanakan dengan bantuan ayahnya.
Boy antusias mendengar rencana sahabatnya itu, wajah yang sedari kemarin murung sekarang terlihat ada sedikit cahaya yang muncul.
Terimakasih telah membaca, apa sih rencana oci itu sehingga membuat boy kembali terlihat bersemangat, penasaran ??baca episode selanjutnya ya 😁
__ADS_1