
Seorang laki-laki berjalan mengendap-endap untuk mengikuti seorang perempuan cantik yang memiliki rambut hitam berkilau.
Laki-laki itu berhenti dan kaget dengan apa yang di lihatnya.
Sementara itu pakha sedang keluar kosan untuk membeli kebutuhan bulanannya.
Bruk seorang laki-laki menabrak dirinya, akhirnya belanjaan yang di bawanya pun terjatuh.
"Maaf mbk aku tidak sengaja"kata laki-laki bertopi itu.
"Iya tidak apa-apa lain kali hati-hati ya mas"jawab pakha sembari mengambil belanjaannya yang terjatuh.
Topi yang di pakai laki-laki itu di buka dan memperlihatkan wajah tampan bermata biru yang tidak asing bagi pakha.
"Bima kamu kok bisa ada di sini? "tanya pakha dengan kagetnya.
"iya sekarang aku sekolah di SMA sengkuwan dan tadi aku sedang buru-buru makanya tidak sengaja menabrakmu"kata bima dengan nafas ngos-ngosan.
Sementara itu laki-laki yang mengikuti pakha dari tadi memperhatikan pakha yang mengalami kejadian aneh dan terlihat berbicara sendiri.
Laki-laki yang sedang mengawasi pakha tak lain adalah oci teman boy yang terkadang bisa mengetahui makhluk gaib.Kemampuan yang oci miliki sungguh istimewa,namun kelemahannya dia tak bisa melihat dengan jelas makhluk astral.
Sedari awal bertemu pakha sebenarnya oci sudah merasakan aura magis pada pakha, namun dia tak mempunyai bukti.
Penyelidikan yang di lakukannya tidak di ketahui oleh sahabatnya boy, dia hanya ingin membuktikan kecurigaan terhadap pakha.
Oci sangat menyayangi sahabatnya itu, makanya dia ber inisiatif untuk menyelidiki perempuan yang di sukai sahabatnya itu.
"Ternyata kecurigaan ku benar, wanita itu tidak beres"gumam oci dengan melihat pakha yang berbicara sendiri.
Di depan pusat perbelanjaan sedang terjadi perbincangan dua sejoli yang mengundang perhatian orang yang melihatnya.
"Jadi bima sekarang berada di sekolah sengkuwan, untunglah"jawab pakha dengan mata berbinar-binar.
SMA sengkuwan itu sekolah yang berada tidak jauh dari sekolah pakha dan sekolah itu terkenal bagus dan keren.
Hanya orang elit saja yang berani masuk sma sengkuwan yang terkenal mahal.
"maksud pakha apa? "tanya bima sambil membantu membawa belanjaan pakha yang terlihat berat.
__ADS_1
"ah tidak apa-apa kok"jawab pakha dengan wajah malu.
Orang-orang melihat pakha berbicara sendiri dan di sangka orang gila.
"kenapa orang-orang yang lewat itu selalu memperhatikan aku, apa ada yang salah dengan penampilan ku"batin pakha dalam hati sambil mengecek penampilannya.
Di mobil terlihat seorang pria yang gelisah, tangan yang sedari tadi mengetuk kontak namun selalu di urungkannya dan mata yang fokus memperhatikan hp.
"aku harus memberi tahu boy tentang ini tapi apa yang harus ku katakan padanya"batin oci yang merasa gelisah.
Setelah di pikir kembali oci tidak jadi memberi tahu apa yang di lihatnya itu.
Dia harus mencari bukti yang bisa di percaya oleh sahabatnya itu. Karena boy itu orang yang tidak langsung percaya pada orang lain meskipun sahabatnya sendiri, dia lebih percaya pada bukti nyata.
Pakha sudah sampai di depan gerbang kosnya.
"Bim terima kasih karna kamu sudah repot-repot mengantarku, mau mampir sebentar biar aku buatkan minum? "tawar pakha pada bima.
"sepertinya aku harus segera pulang lain kali saja aku akan mampir di kosmu,masuklah ini sudah malam"jawab bima sambil memberikan kantong belanjaan pakha.
Setelah itu bima melangkah untuk pulang ke kediamannya.
Sedari tadi ada seseorang yang menunggu pakha di dalam mobil. Setelah melihat pakha wajah yang sedari tadi cemberut sekarang menampilkan senyuman.
Puk pundak pakha di tepuk tangan seseorang dari arah belakang.
"Boy ngapain kamu di sini? "tanya pakha sinis karna tidak suka melihat wajah boy.
"Sedari tadi aku menunggu mu, dari mana saja kok baru terlihat sekarang"jawab boy.
"Itu bukan urusanmu "jawaban ketus pakha.
"ah baiklah aku hanya ingin mengajakmu makan malam, apa kamu mau? "tawar boy sambil menatap pakha.
"aku sudah makan,pulanglah aku capek ingin segera istirahat"jawab pakha, langsung meninggalkan boy yang masih berada di depan gerbang kosnya.
"Pakha tunggu"suara boy dari jauh.
Boy berlari mengejar pakha yang sudah berada di depannya.
__ADS_1
Grep tangan pakha di pegang boy ,otomatis langkah pakha berhenti.
"ada apa sih "ucap pakha terlihat kesal.
"aku tadi hanya ingin memberimu ini"kata boy sambil memberi sebuah kalung pada pakha.
"apa maksudmu memberiku ini"jawab pakha sambil menatap tajam boy.
"Simpanlah aku tadi melihat kalung ini dan teringat dirimu"kata boy.
"aku tidak mau menerimanya"jawab pakha dengan malas.
"kalung ini aku beli untuk kamu, terserah saja kamu mau ngapain buanglah jika kamu tidak menyukai nya"kata boy sambil memberikan kalung dan segera pergi meninggalkan pakha.
Pakha tak habis pikir dengan kelakuan boy yang membuatnya menggelengkan kepala.
Dia terpaksa menyimpan kalung itu, karna tidak mungkin juga pakha membuang kalung emas secantik itu. Dia tak rela kalau di buang dan di temukan orang lain.
Mendingan di simpan nanti kalau butuh uang bisa di jual.
Pakha langsung masuk ke dalam kosannya dan merebahkan tubuh yang sangat melelahkan itu.
Setelah dari kosan pakha dia menuju ke rumah sahabatnya yang rencananya ingin main game bersama.
Sedangkan oci masih di luar rumah karna sedari tadi sedang mengintai pakha.
Oci sekarang perjalanan pulang menuju kediamannya.Setelah sampai ternyata temannya sudah berada di dalam rumahnya.
"oci darimana saja kamu biasanya juga jarang keluar rumah, jangan-jangan sekarang kamu sudah punya pacar ya"ledek boy pada oci.
"Jangan bercanda boy, saat ini aku belum memikirkan perempuan aku hanya ingin fokus belajar "jawab oci sambil menaruh tas punggung yang di bawanya tadi.
Oci sebenarnya ingin menceritakan semua kecurigaannya namun dia harus menunggu waktu yang tepat dan harus mengumpulkan bukti terlebih dahulu.Agar sahabat yang selama ini bersamanya tidak salah memilih pasangan.Mereka berdua sudah seperti kakak adik karna mereka sudah dekat sejak balita. Ibu mereka biasanya main bersama karna ibu mereka juga sahabatan sejak mereka belum lahir.
"ci aku hari ini senang tau, pakha menerima kalung yang aku berikan"kata boy dengan bersemangat.
"boy apa kamu yakin dengan perasaanmu itu, bagaimana jika pakha bukan seperti perempuan pada umumnya "kata oci dengan sungguh-sungguh.
"ci dari kemarin bicaramu aneh terus, jangan membuatku kepikiran"kata boy dengan santainya.
__ADS_1
Oci hanya terdiam tanpa melanjutkan kata-kata nya percuma saja dia bicara pada orang yang sudah jatuh cinta itu sama saja bicara pada batu. Karna cinta itu buta tanpa melihat kenyataan yang sebenarnya dan hanya teropsesi ingin memiliki saja tanpa memperhatikan konsekuensi yang terjadi setelahnya.
Setelah pembicaraan itu tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka berdua hanya sepi sunyi dan kesibukan masing-masing yang satu sibuk dengan hpnya dan yang satunya lagi sibuk dengan tugas yang ada di depan mata.