Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Naee


__ADS_3

Seperti halnya puisi dan cerita epik, perjalanan cinta Nawang dan Oci penuh dengan rintangan yang tampaknya tidak dapat diatasi. Mereka menghadapi semua jenis cobaan dan situasi yang tak mendukung. Mampukah mereka menghadapi rintangan demi rintangan di dalam rumah tangganya?


Saat berada di tengah badai pasca kehilangan calon buah hatinya Oci di hadapan salah satu tantangan besar lagi yang harus ia selesaikan yaitu penculikan Nawang oleh Dandi, sang perisor(perebut istri orang). Dandi menginginkan Nawang untuk dipersunting sebagai istri. Namun, ia harus berjuang super ekstra untuk mendapatkan Nawang karna sudah berstatus sebagai istri orang.


Di kediaman Dandi yang begitu sepi tiba-tiba Dandi berkata serius di hadapan Nawang.


"Naee dari dulu hingga sekarang aku masih mencintaimu, aku tau perbuatan ini salah tapi aku tidak bisa memungkiri hatiku sendiri. "kata Dandi sambil memegang tangan Nawang.


Dandi pun mengawali percakapan itu dengan sangat serius.


Nawang terpana dan hanya menjawab dengan raut wajah yang memerah. Tampak keringat yang ke luar dari sela-sela hijab yang menutupi kepala nya.


“ Naee apa kau mau jadi istriku, emm maksudku pacar ?”kata Dandi di hadapan Nawang.


"Aku tidak bisa Dan, tolong sadar lah aku sudah menjadi istri orang lain. "kata Nawang tegas.


Selang dengan jawaban Nawang kepada Dandi, tiba-tiba terdengar suara yang memanggil Dandi.


“Bos!” Suara pelayan memanggil Dandi. Mendengar pelayan itu, Keduanya pun membuka mata mereka dan melepaskan kedua tangannya yang saling menggenggam dan kembali pada situasi terakhir mereka. Yaitu di sebuah taman.


“Bos! Situasi sudah tidak aman.”kata pria berbaju hitam seperti ninja.


“Maksudmu?”tanya Dandi serius.


“Iya. Di luar polisi sudah mengepung kita.”jawab pria itu dengan tubuh bergetar.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar dari arah gerbang suara yang menggunakan pengeras suara.


“Saudara Dandi. Sebaiknya anda menyerah. Kami tahu anda berada di dalam bersama seorang perempuan bernama Nawang, gadis yang anda culik siang kemarin. Kami diberi tahu saksi. Bahwa anda beserta anak buah anda, membekap dan memasukkan seorang gadis ke dalam mobil hitam dan membawanya ke dalam sana.”


Sementara itu Oci dengan cemas menunggu kabar dari dalam sebuah villa mewah.


"Ummi semoga kamu tidak apa-apa. "batin Oci sambil menggigit bibir karna cemas.


Satu menit, dua menit tak ada jawaban di dalam sana. Polisi sudah tak sabar dan langsung berpencar untuk mengepung villa itu. Setelah sepuluh menit berjuang akhirnya polisi mampu membekuk Dandi beserta anak buahnya sebanyak 10 orang.


PLAKK


Tamparan begitu keras mengenai wajah Dandi setelah keluar dari villa bersama dua orang polisi di sisi kanan kirinya.


"Sudah cukup biar kami yang melakukan pengadilan pada tersangka. "kata polisi kepada Oci yang amarahnya sudah memuncak.


cuiih... Tiba-tiba air liur Dandi mendarat di baju Oci. Lantas Oci tidak terima dan ingin memukul Dandi kembali namun matanya melihat sang istri keluar dari villa sambil di tuntun seorang polisi wanita. Oci mengurung kan niatnya kemudian menghampiri Nawang.


"Ummi gapapa kan? "tanya Oci kwatir kemudian memeluk Nawang yang sudah basah oleh air mata.


"Abii aku takut. "kata Nawang di sela tangisnya.


"Tenanglah abi sekarang sudah di sini bersama ummi. "kata Oci mencoba menenangkan Nawang sambil menepuk-nepuk punggungnya.


Nawang semakin mempererat pelukannya dan semakin menangis dengan keras.

__ADS_1


Sementara itu Dandi di bawa polisi untuk diadili.


Sementara itu di sebuah perpustakaan kampus terdapat dua orang yang saling curi pandang. Dua orang itu sedang sibuk mencari buku untuk tugas makalah mereka. Karena kebetulan mereka berdua sama-sama mengambil tema KKN yang hampir sama meskipun beda jurusan. Pakha tetap menjalankan kuliah saat kakaknya belum ada kabar soal penculikan yang baru saja terjadi. Dia hanya menjalankan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa dan percaya bahwa Oci dan polisi pasti bisa menemukan kakaknya.


Saat Pakha mengambil satu buku, terlihat wajah Jidan dari sela-sela rak buku yang terbuka. Mereka saling memandang.


“Hai…” Jidan menggoda Pakha sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Apaan sih jid."kata Pakha heran.


Sementara Pakha tampak cuek dan terus mencari buku yang ia cari. Mereka telah mendapatkan buku mereka masing-masing. Jidan mengambil banyak sekali buku. Sementara Pakha hanya mengambil dua buah buku saja, karena tubuhnya belum boleh mengangkat beban berat. Mereka duduk berdekatan di bangku panjang yang sama dan menaruh buku-bukunya di meja. Pakha serius sekali membaca buku. Sementara Jidan terus saja memandangi wajah Pakha yang manis dan memakai bandu berwarna putih di kepalanya.


Dia malah semakin mendekatkan tubuhnya pada Pakha. Pakha terus saja membaca buku sambil sesekali memperhatikan gerak-gerik Jidan. Tak terduga oleh Pakha, Jidan meraih tangan Pakha dengan tangan kirinya. Suasana yang tadinya penuh dengan kegaduhan yang terdengar dari luar perpusatakaan, tiba-tiba berubah menjadi sunyi seiring dengan suasana di dalam perpustakan yang sepi. Sementara tangan yang lainnya mencoba mengambil buku dari genggamannya. Akhirnya Jidan meraih kedua tangan Pakha dan mereka saling menggengam. Sontak Pakha kaget. Dalam hatinya ia hanya bisa bicara, “Apa yang akan dia lakukan padaku?”


Perlahan Jidan meremas jari-jemari Pakha dengan keras. Kemudian dia tertawa terbahak-bahak melihat wajah Pakha yang memerah.


"Apaan sih sakit tau Jid. "kata Pakha sambil manyun.


"Haha iya sorry aku sengaja. "jawab Jidan kemudian tertawa lagi.


"Cih... "jawab Pakha kemudian memukul punggung Jidan.


"Pakha aku hanya menjailimu tapi kenapa wajahmu memerah seperti badut, lucu sekali. "kata Jidan sambil mengusap air matanya karna terlalu banyak tertawa.


Pakha hanya diam kemudian berlari meninggalkan Jidan sendirian di perpustakaan. Jidan langsung diam dari tertawanya kemudian ia mengejar Pakha yang sudah berada di luar perpustakaan kampus.

__ADS_1


"Aduh pakha kenapa sih kamu tadi sangat malu-maluin, jidan sih pernah suka segala pada ku jadi aku merasa canggung kan. "batin Pakha kemudian berjalan cepat ketika matanya melihat Jidan mengejar dari belakang.


Sekian dulu ya, kira-kira hukuman apa yang akan Perisor trima? temukan jawabannya di episode selanjutnya. Semangat membaca.


__ADS_2