
Hari-hariku menjadi ratu ternyata begitu menyenangkan, aku di hormati, di layani bahkan di cintai oleh sosok raja yang tampan. Aku mulai mencintai raja itu, entah mengapa di dalam hatiku sudah tertanam rasa sayang yang begitu dalam, seperti aku sudah kenal dirinya semenjak lama.
Hari itu selewat senja di gulung malam, indra pendengaranku menangkap sesuatu yang terdengar ganjil di istana yang besar ini. Suara itu sayup-sayup terbawa angin, terdengar tawa riang anak-anak bermain.
"HA.... HA... HA... "
Tawa yang tak sewajarnya, dari nada penuh dengan keriangan itu, menyusup rasa kesepian dan kegelisahan. Seperti ceria yang di paksakan, kesepian yang di sembunyikan.
Aku pun bertanya kembali pada buku nenek syamsin mengenai arwah anak-anak penuh misteri itu. Dalam buku nenek syamsin tercatatlah kisah pilu mereka. Catatan tentang dua hantu anak-anak yang di buang dari rumah tempat mereka besar.
"Ah... ternyata mereka adalah kakak beradik. "
Entah mengapa setelah mengetahui fakta itu kepala ku merasa pusing, tiba-tiba aku mendapat ilusi tentang seorang wanita cantik yang mengelus lembut kepalaku, dan menggelitiki perutku.
"Kak Nawang geli........ "
Seketika aku langsung tersadar itu hanyalah ilusi atau itu adalah ingatan di otakku, aku benar-benar tidak tau.
"Kak Nawang?? siapa dia? "
Semakin aku memikirkan hal itu, tubuhku semakin sakit, kepalaku semakin berat, aku tidak mau memaksakan ingatan masa laluku. Biarlah waktu yang akan menjawab siapa diriku.
Dua arwah anak kecil tadi adalah arwah-arwah tidak tenang sama halnya dengan diriku saat ini.
Mereka di bunuh oleh orang tua mereka sendiri. Dalam buku milik nenek syamsin memperlihatkan tentang kematian mereka berdua yang sempat menggemparkan berita kriminal nasional yang di muat dalam koran kompos mirdika. Pasalnya ibu kandung mereka yang notabene seorang wanita berpendidikan tinggi. Tega menghabisi nyawa dua anak kandungnya dengan meminumkan racun serangga dan kasus itu menyisakan tanda tanya besar. Dengan bekal rasa penasaran dan tanggung jawabku sebagai ratu yang tak lain adalah pemimpin mereka saat ini, aku pergi menemui sang pelaku utama IBUNYA.
Aku pergi sebagai ratu Pakha, hanya perlu memejamkan mata aku mampu berpindah dimensi hanya dalam satu kedepan mata aku sudah menemukan siapa tujuanku. Entah kekuatan apa yang ada pada diriku, sehingga aku dapat dengan mudah mencapai apa keinginanku, mencapai apa tujuanku dengan tepat. Aku bersyukur mempunyai kekuatan seperti itu sehingga bisa membantuku mengadili jiwa-jiwa yang terkurung kesepian di istana hutan kelam ini.
Namun betapa terkejutnya saat aku menemukan apa yang aku cari. Ibu kedua arwah itu tengah menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit kejiwaan. Kewarasannya sirna bersama dengan saat pembantaian darah dagingnya sendiri.
__ADS_1
Intuisiku berkata lain. Tak sadar air mataku pun jatuh dengan derasnya setelah menyaksikan sendiri sang pelaku utama yang mengenaskan seperti itu.
"Pasti ada yang tidak beres, bagaimana mungkin seorang wanita dengan latar belakang senormal itu bisa menjelma menjadi sesosok iblis dalam waktu sekejab? "
Catatan dalam buku nenek syamsin mengungkap rahasia yang tersembunyi di belakangnya. Kenyataan yang sungguh mengguncang jiwa.
Setelah menjadi ibu, wanita itu tak di perkenankan oleh suaminya untuk bekerja, bahkan untuk sekedar di beri ruang untuk meng aktualisasikan diri. Di saat yang sama, ia justru terus menerus dituntut untuk bisa menjadi ibu dan istri yang sempurna. Selama sepuluh tahun, ia terus menerus hidup di bawah naungan tuntutan itu. Wanita itu telah berjuang membunuh ego dan karsanya sebagai manusia normal.
Suaminya bahkan sering memukulnya jika ia menemukan celah sebagai seorang ibu sekaligus sebagai istrinya. Di puncak keterpurukan itu, ia pun jatuh dalam palung depresi. Namun alih-alih mendapatkan perhatian yang layak, ia justru memperoleh begitu banyak kekerasan. Kesulitannya dalam mengungkapkan isi hatinya di tangkap sebagai kegagalannya dalam menjalankan peran sebagai ibu. Peristiwa itu di pertontonkan pada dua anaknya untuk di jadikan contoh oleh suaminya.
Wanita itu telah di doktrin menjadi wanita yang gagal dan doktrin itu lantas menjadi virus di hatinya. Virus itupun menyebar membutakan hati dan pikirannya. Di dalam hatinya ia hanya berpikiran takut membesarkan darah dagingnya dalam kondisi jiwa itu. Ia pun mengambil jalan sesat dengan cara meracuni kedua anaknya dengan racun serangga sebagai minuman pengantar tidur mereka. Dan yang paling memicu amarahku adalah di saat wanita itu menghabiskan sisa hidupnya dalam ruang ketidakwarasan. Sang suami masih hidup bebas berkeliaran tanpa mendapatkan hukuman yang selayaknya di tanggung.
Tanpa ada sedikit pun penyesalan dan rasa bersalah, ia masih melanjutkan hidupnya dengan memasang tawa genit menggoda wanita lain. Pria itu tidak pernah tahu penderitaan arwah kedua anaknya di alam seberang. Ia pun tidak peduli pada mantan istrinya yang tidak waras lagi.
"Malam ini aku akan menghukumnya karna aku adalah ratu Pakha. "
Dua hantu anak itu sengaja aku bawa ke tengah likuan jalan perbukitan ini untuk menemui ayahnya yang menyetir mobil dan tertawa riang bersama prempuan di sampingnya.
Disisi lain aku ingin lelaki biadab itu melihat hasil kejahatan sikapnya pada dua anaknya saat ini.
"Ha.. ha.. sayang geli tau, jangan mencubit ku seperti ini. "
"Ih kok gitu sih, kamu marah? kamu sudah tidak sayang sama aku lagi. "
"Bukan begitu sayang, jangan ngambek dong, iya aku sayang kok sama kamu muacch. "kata laki-laki itu sambil mencium punggung tangan wanita yang ada di sampingnya.
"Mas lihat depan... a.. apa itu? "teriak cewek itu sambil memunjuk ke depan mereka.
"A.. YAHHH. "
__ADS_1
Dua arwah anak kecil itu menghadang mobilnya sambil tersenyum lebar ke arah ayahnya. Di waktu yang bersamaan ada sebuah truk yang melaju kencang ke arah mobil itu.
BRAKK
Tabrakan tak bisa di hindari mobil yang ia tumpangi di hantam kerasnya truk kontainer sehingga orang di dalam mobil itu terjepit dan tidak bisa di tolong, karna setelah itu mobil langsung terbakar hangus.
Manusia mungkin akan mengatakan ini kejam atau kepuasan membalas dendam tapi buatku inilah yang namanya keadilan.
Sebelum menjemput ajalnya, lelaki itu telah lebih dulu melihat hasil kekejamannya sendiri. Kini dua arwah kakak beradik itu telah mendapatkan gambaran kenyataan akan apa yang telah di perbuat oleh ayahnya selama ini bahkan ibu mereka tidak bersalah .Bahwa mereka berdua adalah korban menyedihkan dari sebuah kedangkalan ego seorang suami yang belum siap menghargai peran pasangannya. Siapa pun yang berani membuang arwah anak-anak tidak berdosa, dia akan berhadapan langsung denganku.
Karna sekarang akulah ratu mereka, penguasa kerajaan hutan kelam ini.
PROK PROK PROK
"Kerja bagus ratuku, aku bangga mempunyai ratu yang baik seperti dirimu. "ucap Bima sambil merangkul pundak istrinya.
"Terima kasih yang mulia, aku sungguh senang bisa memberi keadilan bagi rakyatku. "jawab Pakha dengan tersenyum gembira.
"Tidak sia-sia selama ini aku menunggumu sayang. "
Seribu pertanyaan masih menjadi misteri di dalam kepalaku yang kosong, bagaimana bisa aku menjadi ratu di sini?
Dunia terkadang buta, sudah berapa banyak korban yang jatuh oleh kegagalan manusia dalam melihat gambaran besar sebuah peristiwa?
Banyak. Banyak sekali bahkan tak terhitung jumlahnya.
Yang seharusnya korban justru di salahkan, yang sejatinya penjahat justru di biarkan berkeliaran dan sering kali sesuatu mulai di anggap serius ketika sudah jatuh korban jiwa.
Namun ketika itu terjadi semua sudah terlambat.
__ADS_1
Aku tidak akan membiarkannya, aku tidak bisa tinggal diam melihat nyawa tak berdosa jatuh oleh tangan jahat manusia yang masih seenaknya menikmati hidup tanpa penyesalan. Karna ada aku yang akan memberi pengadilan bagi mereka yang jahat. Tunggu!! aku pasti akan datang padamu, penjahat harus mati!!
Nantikan kisah seru lainnya di episode selanjutnya. Tetap semangat membaca.