Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Berkunjung


__ADS_3

Setelah dia sampai di kampung halamannya pakha segera membersihkan diri yang tercium bau kecut di tubuhnya. Tak berapa lama kak pakha masuk di dalam kamarnya.


"pakha mau kemana kok terlihat wangi begini"tanya kak pakha sambil menatap pakha.


"ada deh"jawab pakha dengan senyum di wajahnya.


Setelah semua persiapan selesai dia meminta izin kak nawang untuk pergi keluar, kak nawang hanya mengiyakan dan memberi pesan untuk adik satu-satunya itu agar berhati-hati.


Pakha segera melangkah meninggalkan kediamannya, angin malam yang semilir menyambut kedatangan pakha. Burung gagak berjajar seperti sedang mengawasi pakha malam itu. Entah kenapa hatinya terasa dag dig dug mendengar lolongan anjing malam itu. Dia sudah tak sabar ingin bertemu bima lelaki kesayangannya.


Malam gelap hanya bintang kecil berkelap-kelip di langit yang menemani langkahnya kala itu. Suasana hutan yang berkabut menambah nuansa mencekam, hanya langkah kaki yang terdengar malam itu.


Setelah sekian langkah pakha berjalan dia tiba-tiba menghentikan langkahnya. Di depan terlihat sebuah penampakan yang membuat bulu kuduk nya berdiri.


Ada sesosok kepala tanpa tubuh yang tergantung di atas pohon beringin,matanya melotot menatap dirinya. Kaki yang ingin di gerakkan terasa kaku, sudah lama dia tidak melihat penampakan seperti itu lagi.


Rasa hati ingin berlari menjauh namun kaki tidak berpihak padanya. Pakha hanya bisa menunggu penampakan itu hilang di hadapannya, bukannya hilang malah terbang semakin mendekatinya. Refleks tubuh pakha kembali bisa di gerakkan, dia berlari kalang kabut menghindari kejaran kepala tanpa tubuh itu.


Duk kepalanya terbentur pohon yang berdiri di depannya, setelah dia sudah tidak di kejar hantu itu dia berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya tanpa ia sadari malah tersesat di dalam hutan itu. Jalan yang seharusnya dia lewati tadi ke arah kanan namun karna ada penampakan itu dia akhirnya berlari ke arah kiri.


"Gimana ini aku sudah berlari terlalu jauh dari jalur seharusnya "gumam pakha.


Dia segera mengambil hpnya untuk mencari petunjuk arah, namun tiba-tiba di atas kepalanya ada hantu yang tadi mengejarnya. Pakha kaget ,hp yang berada di tangannya terjatuh ke tanah ,dia langsung berlari sekuat tenaga bahkan hp nya tidak ia pedulikan.


Yang ada di pikirannya saat itu hanya melarikan diri dari makhluk menyeramkan itu.


Di depan mata memandang ada sebuah gubuk kecil yang terlihat reot, dia berjalan ke arah gubuk itu. Karna tubuh terasa, letih, lemas dan tenaganya juga sudah terkuras habis, pakha akhirnya dia beristirahat sebentar di gubug itu.


Pakha sekarang sudah tersesat semakin jauh ke dalam hutan, dia tidak tau harus gimana lagi. Tatapannya terasa kosong,hanya langit yang bertaburan bintang yang menemani kesepiannya saat itu.

__ADS_1


"Bima tolong aku"gumam pakha.


Mata yang tadi kering sekarang basah membanjiri gubug reot itu.


Karna kelelahan berlari dia tertidur di gubug tersebut . Dalam mimpinya dia melihat seorang anak laki-laki yang di usir dari kampung halaman. Keadaan anak itu sedang sakit parah namun warga memperlakukan anak itu dengan kejam, pakha ingin sekali menolong anak itu namun dia tidak bisa menyentuh sedikit pun. pakha melihat anak itu sudah memejamkan mata dan pergi dari dunia ini. Sekilas dia seperti mengenali wajah anak itu, jika di perhatikan seperti wajah bima namun anak itu di penuhi penyakit kulit di seluruh wajahnya sehingga tidak terlalu kelihatan wajahnya. Dalam mimpinya itu dia menangis histeris karna kasian dengan anak laki-laki yang mati mengenaskan itu.


Pakha tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan anehnya dia sekarang berada di dalam kamar yang terlihat mewah.


"Dimana aku? "batin pakha.


Setelah dia melihat sekitarnya sepertinya dia pernah berada di kamar itu namun ia tak ingat.


Ceklek suara pintu kamar terbuka memperlihatkan wajah laki-laki yang ia rindukan selama ini.


Tanpa ada yang suruh pakha langsung berlari ke arah laki-laki itu dan memeluknya.


Dia sangat bahagia saat itu, laki-laki yang menghilang selama ini sudah berada di depan wajahnya.


"Tenanglah aku tidak akan pergi"jawab bima sambil menepuk punggung pakha untuk menenangkan.


Pakha melepaskan pelukannya,dan kembali menatap wajah tampan yang selama ini selalu melayang-layang dalam pikirannya itu.


Bima menarik tangan pakha untuk mengajaknya keluar dari kamar. Di depan pandangan wajah pakha ada sebuah meja besar yang menyajikan berbagai jenis makanan.


"Makanlah kamu pasti lapar"kata bima sambil menarik kursi untuk pakha duduki.


Pakha menuruti perintah bima dia segera melahap makanan yang ada di depannya itu, dari tadi perutnya sudah minta untuk di isi.


Setelah makan malam itu selesai bima mengajak pakha ke sebuah tempat rahasia.

__ADS_1


Bima menyiapkan tempat yang begitu romantis untuk sepasang kekasih sama seperti yang di film-film.


Bima menyodorkan sebuah cincin untuk pakha.


"Maukah kamu menikah denganku "kata bima dengan tulus.


Lilin yang berjejer rapi berbentuk love yang mengelilingi mereka berdua saat ini adalah saksi atas lamaran bima.


Pakha menerima cincin itu, kemudian di pakaikan cincin itu di jari manisnya.


"Makasih ya bim kamu sudah berada di sisiku selama aku membutuhkanmu"kata pakha sambil meneteskan air mata kebahagiaan.


Sementara itu di kediaman pakha ada seorang wanita yang sedari tadi mondar-mandir di depan pintu rumahnya.


"pakha di mana ya ,jam segini belum pulang juga"kata wanita itu dengan wajah kwatir.


Dia langsung mengambil HP dan menelpon pakha namun HP pakha tidak aktif.


Kemudian dia mencari kontak lain dan menelponnya.


Dret drett drett suara HP yang bergetar di dalam saku seorang pria.


Siapa yang menelepon malam-malam begini, pikir laki-laki itu sambil membuka HP dan muncul nama kak nawang.


"Hallo kak ada perlu apa ya malam-malam telfon"tanya boy.


"Maaf boy kakak mengganggu , apa kamu sekarang sedang bersama pakha? "pertanyaan yang sedang di lontarkan kak nawang.


"tidak, aku sekarang sedang di rumah sendirian "jawab boy bingung.

__ADS_1


Kak nawang memberi tahu kepada boy bahwa sampai saat ini pakha belum pulang kerumah. Dia meminta bantuan boy untuk mencari adiknya itu. Tanpa pikir panjang boy langsung meraih kunci mobil yang berada di meja dan segera keluar mencari pakha. Terbesit rasa kuatir yang mengelilingi kepala boy saat ini. Dia takut jika kehilangan pakha untuk kedua kalinya, dulu pakha pingsan saja sudah membuatnya tidak berdaya. Padahal saat itu dia masih bisa melihat wajah pakha namun saat ini jangankan untuk melihat saja dia tidak bisa.


"pakha kamu di mana,jangan membuat ku kwartir seperti ini, bagaimana bisa aku hidup tanpamu"gumam boy sambil matanya menoleh ke kanan dan ke kiri jalan. Jalan yang begitu sepi rela boy telusuri hanya untuk menemukan pakha. Dia mencari pakha seperti kesetanan. Bahkan waktu sudah menunjukkan pukul 03:00 pagi dia tetap saja mencari pakha. Mata yang sedari tadi mengantuk ia tahan hanya untuk mencari pakha.


__ADS_2