
Suatu pagi yang cerah di bulan April, di pinggiran jalan sempit di sebuah gang, sebuah area perbelanjaan dekat dengan daerah kosan, pakha berjalan melewati seorang pria berjaket hitam dengan wajah bermasker dan berkaca mata hitam. Semilir angin sejuk menerpa wajah yang sejak kemarin murung merindukan seorang pria. Burung-burung bernyanyi seolah sedang menghibur hati pakha yang sedih. Satu masalah sudah selesai namun masalah baru datang silih berganti.
"Bim sedang apa kamu sekarang?aku rindu"batin pakha sambil menundukkan kepala.
Grep mulut pakha tiba-tiba di bungkam sebuah tangan di arah belakangnya, hati berteriak namun mulut tak bersuara. Air mata menetes tak tertahan menjadi saksi kepiluan hati dan sebuah bahaya yang sedang mengancam dirinya. Ingin berteriak minta tolong namun keadaan tak memungkinkan melakukan itu. Pasrah hanya itu yang pakha lakukan saat ini. Siapa yang tega menculik dirinya di pagi hari begini pikir pakha berkecamuk.
Mungkinkah dia akan di mutilasi, atau di jual, lebih parahnya di perkosa lalu tubuhnya di buang di pinggir jalan semua itu yang pakha duga saat ini. Tubuhnya seperti melayang namun mata dan mulutnya tertutup sehingga tidak tau sama sekali akan di bawa kemana. Hidungnya hanya mencium aroma bunga di sekitar ia berada.
Dilepaslah penutup mata dan mulutnya bersamaan saat ia sudah sampai di tempat tujuan.
Matanya menatap keindahan Istana kerajaan yang megah lengkap dengan berbagai macam bunga bermekaran di depannya, salah satunya mawar putih bunga kesukaannya. Bunga pun ikut tersenyum menyambut pakha saat ini. Bagai seorang ratu yang di sambut enam orang pelayan yang menundukkan kepala di samping kanan kiri dirinya berdiri saat ini. Sebuah karpet merah terbentang di atas pijakan kakinya, di ujungnya terdapat seseorang misterius yang barusan ia lewati saat jalan di sebuah gang kosannya.
"Orang itu kan yang tadi, apa maksud dari semua ini"batin pakha yang bingung dengan keadaannya saat ini.
Perlahan-lahan orang misterius itu mulai membuka jaket hitamnya. Tampaklah baju kerajaan yang di pakai laki-laki itu, kemudian membuka kaca mata hitam yang di gunakannya. Kini mata biru yang menatapnya dari kejauhan mulai pakha kenali, setelah itu masker yang menempel terlepas dan menampakkan seorang laki-laki tampan berbaju layaknya seorang pangeran sedang tersenyum padanya.
__ADS_1
Ketidak percayaan itulah yang sekarang pakha rasakan, ia mengucek kedua matanya untuk memastikan ini mimpi atau tidak. Dan ternyata laki-laki di depannya masih tersenyum padanya, senyum hangat dari seorang laki-laki yang sudah lama menghilang tanpa sedikitpun kabar. Laki-laki yang selama ini ia rindukan, bima itulah nama yang ia panggil pada laki-laki yang sekarang sedang berdiri di ujung karpet merah itu.
Sinar wajahnya bagai aroma penghapus pilu di hati pakha yang selama ini terasa hampa. Bak mentari yang mencairkan kebekuan hati, hangatnya seperti candu. Senyum kembali merekak di wajah cantik itu. Pakha langsung berlari menuju seorang laki-laki yang merentangkan kedua tangannya di ujung karpet merah yang menghubungkan dengan dirinya saat ini. Di ujung pelariannya kini di sambut dengan tangan yang hangat sedang merangkul tubuh kecil pakha saat ini.
"Bim aku merindukanmu"kata pakha di dalam pelukan bima.
"Aku juga sangat sangat merindukan mu sayang"jawab bima sambil mengelus kepala pakha.
Setelah lima menit berpelukan pakha melepas pelukan rindu itu dan menatap wajah yang membuat dirinya merasa hampa beberapa minggu ini.
"Bim kemana saja kamu selama ini? aku tak suka kamu sering menghilang semaumu seperti ini"kata pakha sambil cemberut.
Bima langsung mempersilakan pakha masuk ke dalam istana yang megah itu, para pelayan pun mengikuti mereka berdua dari arah belakang. Keadaan pakha sekarang bagai seorang ratu di situasi yang baru pertama kali di lihatnya ini. Perlu kalian ketahui tubuh dan jiwa pakha saat ini sedang di bawa bima di alam goib, alam yang di tempati makhluk tak kasat mata. Pakha sekarang sedang berada di kerajaan hutan kelam yang di pangerani oleh bima sendiri, dan di pimpin oleh seorang ratu jin yang setiap tahun meminta nyawa manusia. Bak negeri dongeng yang pakha lihat saat ini, sebuah bangunan besar kanan kirinya terdapat banyak permata dan emas yang melekat di dinding bangunan itu.
Pakha seperti terhipnotis tanpa sadar ia hanya menuruti kata hatinya yang saat ini sedang bermekaran. Tanpa rasa curiga apapun pakha menghadapi situasi di luar nalar manusia itu. Cinta itu buta itulah yang menggambarkan perasaan pakha. Ini adalah waktu yang tepat bagi bima untuk menjemput pakha , manusia yang sudah ia tandai saat masih berumur 5 tahun. Bukan waktu sebentar menunggu pakha sampai umur 18 tahun dan lulus SMA. Bima sekarang tidak akan melepaskan pakha kali ini.
__ADS_1
Sementara itu di sebuah kamar yang cukup luas, seorang laki-laki sedang berbaring di kamarnya dengan raut wajah cemas. Dia sedang menunggu perempuan yang selama ini mengisi hatinya, mentari sudah naik di atas peraduan namun perempuan itu belum muncul juga. Di dalam chat terakhir dengannya ia akan datang pagi untuk menjenguk dirinya yang tubuhnya masih terasa lemas dan masih ada beberapa perban di atas kepala.
"Pakha kemana sih, sudah jam segini belum datang juga"gumam boy sambil memencet hpnya beberapa kali. Hanya suara operator yang terdengar di hp boy saat ini, kecemasan mulai muncul lagi di saat sang wanita yang dicintainya tidak ada kabar. Rasa hati ingin pergi menjemput pakha di kosannya namun tubuhnya belum benar-benar pulih.
"Pak mar siapkan sebuah mobil, aku ingin pergi ke kosan pakha"teriak boy memanggil sopir pribadinya.
"Baik den "jawab sopir itu tak kalah kerasnya.
Mobil hitam sudah menyala dan sudah siap di depan rumah majikannya, beberapa menit keluarlah boy di atas kursi roda yang di belakangnya di dorong oleh seorang wanita paruh baya.
"Makasih ya bi, jangan lupa bilang ke mama, papa, kalau boy keluar sebentar untuk mencari buku referensi kuliah ya bi"kata boy berbohong .
"Baik den"jawab pembantu boy.
Jika boy berkata jujur orangtuanya pasti marah padanya dan belum mengizinkan boy keluar kamar karna tubuhnya masih perlu istirahat.
__ADS_1
Boy terpaksa berbohong untuk mencegah masalah baru yang akan terjadi pada dirinya, orangtuanya pasti bisa memaklumi jika tentang kuliahnya. Karna ia anak satu-satunya yang akan mewarisi semua harta keluarganya saat ini. Dan dia di tuntut oleh orang tuanya kuliah tentang bisnis padahal keinginannya ingin kuliah kedokteran bersama pakha. Karna orang tuanya yang keras kepala akhirnya boy menyetujui keinginan orangtuanya itu, tapi dengan syarat apa yang ia lakukan tidak boleh di batasi dan di larang. Termasuk dengan siapa dia berpacaran atau melakukan kegiatan apapun yang ia senangi. Orang tua boy menyetujui perjanjian itu yang penting bagi mereka boy bisa meneruskan bisnis keluarga nya.
Cukup dulu ya gays, apa yang akan terjadi pada boy jika ia mengetahui pakha menghilang lagi?? Temukan jawabannya di apisode selanjutnya semangat membaca. Like ๐ jika kalian menyukai cerita ini, komen di bawah ๐untuk memberi masukan atau dukungan untuk author.