
Kadang manusia harus sampai pada titik kehilangan untuk mengerti arti sebuah kehadiran, kasih sayang dan kesetiaan.
Perpisahan memang nampak seperti akhir dan selamat tinggal mungkin akan nampak selamanya, tapi ada satu jiwa yang sampai saat ini tidak percaya dengan yang namanya perpisahan.
"Pakha lihatlah aku saat ini, apakah engkau benar-benar tenang di alam sana. Tidak kamu tidak boleh tenang setelah meninggalkan aku seperti ini. "Boy melamun di dalam sebuah gubuk reot yang terletak jauh di tengah hutan.
Angin malam berhembus kencang, hawa dingin menyeruak di seluruh penjuru gelanggang. Seketika menambah kebekuan jiwa yang merindukan kekasihnya.
KWAK... KWAK... KWAK...
Suara burung gagak seperti memberi sinyal pada malam yang panjang.
Boy beranjak dari gubuk reot itu untuk melanjutkan perburuan hantu yang masih ia geluti sampai sekarang.
Tidak perlu menunggu waktu lama, kini ki ageng Boy telah menemukan buruannya.
"Syamisita antalamaratahu....."Boy mengucapkan mantra untuk mendapatkan hantu di hutan itu.
Hantu yang tak lain sesosok anak kecil itu terus berlari menghindari jebakan-jebakan yang Boy buat. Namun hal itu membuat Boy tersenyum, jiwa perburuannya semakin tertantang, bagaimana mungkin ia tak mampu menangkap hantu anak kecil yang menurutnya sangat mudah. Ia pun terus mengejar hantu anak kecil itu, tanpa sadar ia malah sampai pada sebuah pemukiman yang sangat aneh. Pemukiman penduduk namun tanpa seorang manusia pun di dalamnya, hanya aura mistis yang menyerubungi kawasan itu. Hal yang membuatnya membelalakkan mata adalah penglihatannya mulai muncul sosok-sosok menyeramkan yang ternyata sedang berkeliaran di sekitarnya. Termasuk anak kecil tadi yang menghilang di bawah sosok-sosok yang lain.
"Aneh baru kali ini aku melihat pemukiman penduduk elit di dalam hutan, tapi ini bukan pemukiman namun titik pusat pemerintahan sosok astral. "batin Boy matanya tak henti-hentinya melihat sekelilingnya yang penuh dengan berbagai makhluk aneh.
Perhatiannya teralihkan pada satu kawasan rumah elit yang sangat besar dari bangunan lainnya. Boy tanpa ragu berjalan mendekati bangunan megah bak istana itu, matanya benar-benar terpaku setelah melihat sesuatu yang sangat berharga menempel di semua dinding bangunan megah itu. Sesuatu itu tak lain adalah emas dan permata yang jumlahnya banyak sekali bahkan semua lantai di dalam bangunan di depannya saat ini adalah emas kuning yang menyilaukan mata.
Apa benar ini yang namanya istana gaib? atau ini yang namanya surga?
pikirannya bertanya-tanya namun ia tak bisa menerka-nerka dengan semua kemewahan yang baru ia lihat, bahkan rumahnya yang besar tidak bisa menandingi kemewahan yang ada di depan matanya sekarang.
"Aneh istana sebesar ini sangat lengang sekali. "gumam Boy sambil mengitari sebuah istana kosong.
Namun sebenarnya istana itu tidak kosong, istana itu adalah titik pusat pengendalian para arwah penunggu hutan kelam. Di istana itu pula Bima dan Pakha memerintah ribuan makhluk halus penghuni kawasan hutan itu. Boy memang punya mata batin ke enam namun ia tidak bisa menembus para arwah yang sudah di lindungi dengan aura kekuasaan Bima. Boy hanya bisa melihat istana yang sekarang ia telusuri saja, namun sebenarnya ia tidak berjalan sendirian di istana itu, melainkan banyak arwah yang membuntutinya dari belakang, karna aura manusia yang sangat kuat yang bercampur dengan aura magis dalam diri Boy membuat para hantu penghuni istana hutan kelam tertarik dan ingin memakan Boy.
Sementara itu ratu Pakha sedang tersenyum kecil bersama raja Bima yang sedang asik menikmati makanannya.
"Yang mulia jangan terus menggodaku seperti ini, aku malu. "ucap Pakha sambil mencubit pipi Bima.
"Panggil aku seperti biasanya saja sayang, jangan panggil aku seperti itu karna kamu sekarang sudah menjadi istriku. "Goda Bima sambil memajukan badannya, kini wajah Pakha dan Bima hanya berjarak beberapa senti saja.
__ADS_1
Deg... Deg... Deg..
Entah mengapa ia sangat berdebar debar melihat mata biru Bima yang sangat indah seperti sinar bolam lampu di bawah gelapnya malam.
"Bima ja..jangan terlalu dekat. "kata Pakha sambil mendorong tubuh Bima dengan wajah memerah persis seperti kepiting rebus yang siap di santap.
"Semenjak kita sudah resmi menjadi suami istri, bukankah kamu belum melaksanakan kewajibanmu. "kata Bima sambil mendekatkan bibirnya.
Namun ketika ia ingin bermanja dengan Pakha tiba-tiba hidungnya mencium aroma tubuh manusia di sekitar istananya.
"Bim ada apa kenapa kamu berhenti?. "tanya Pakha bingung karna Bima berhenti ketika ia sudah siap di beri kenikmatan.
"Sayang kamu tunggu sebentar di sini, aku akan segera kembali. "ucap Bima sedetik kemudian dia langsung menghilang.
"Ah sial kenapa dia malah berhenti saat aku ingin di manja sih. "gumam Pakha dengan kesal kemudian menaikkan gaun mewah yang ia kenakan.
Di satu sisi Bima sudah berada di depan Boy yang kaget melihat kehadiran Bima di depannya yang muncul secara tiba-tiba.
"Astaga naga... si.. siapa kamu? "ucap Boy panik.
"Benar ada manusia yang berani berkeliaran di istanaku dan berani menggangguku dengan Pakha, aku tidak akan melepaskanmu. "batin Bima.
"Woy biasa aja dong, mentang-mentang hantu kamu galak sekali, aku tidak takut padamu."ejek Boy sambil menjulurkan lidahnya.
Bima benar-benar emosi melihat kelakuan manusia seperti Boy saat ini, tanpa aba-aba ia langsung menyerang Boy dengan kekuatannya.
"Aiss... sialan kau bilang-bilang dong kalau mau bertarung denganku, hahaha ayo kita bertarung sebagai sesama lelaki. "kata Boy sambil menepis serangan Bima yang membabi buta.
Boy dengan lincah menghindar dari serangan Bima, dan saat lawannya sedikit lengah ia baru meluncurkan serangan balik.
BUAKK
Bima lengah akhirnya serangan Boy mendarat di perutnya, Emosinya benar-benar tersulut. Bima langsung mengeluarkan pusaka yang sedari tadi belum ia gunakan, sebuah pedang kerajaan yang mampu membasmi manusia manapun.
Boy melotot tubuhnya bergetar namun dia tidak menyerah begitu saja, ia tetap berusaha menghindari serangan Bima yang bertubi-tubi tanpa bisa bernafas sedetik pun. Kini peluh di sekujur tubuhnya mengucur keluar, tubuhnya sudah kehilangan banyak cairan dan kehilangan banyak kekuatan kanuragan yang ia miliki.
Tenaga dalam Boy sudah terkuras habis, ia tidak mampu lagi melawan serangan Bima, akhirnya dadanya terkena serangan Bima.
__ADS_1
HUOOOK
Kini mulut Boy mengeluarkan banyak darah, tubuhnya jatuh terkapar di bawah lantai emas yang berkilauan dengan banyak darah Boy di atasnya.
"BERANI SEKALI SEORANG MANUSIA MELAWAN PENGUASA DI ISTANAKU, AKU AKAN MEMBUNUHMU SEKARANG DAN MENJADIKANMU PELAYAN RENDAHAN DI ISTANA INI. " Teriak Bima sambil mengacungkan pedang kerajaan di tangannya.
Ketika pedang itu ingin menghabisi Boy untuk terakhir kalinya, ada sebuah suara yang menghentikan pedang Bima.
"TUNGGU...HENTIKAN BIM. "
Tiba-tiba Pakha muncul di depan Boy yang terkapar lemas menghalangi pedang Bima yang ingin mengahabisi nyawa Boy untuk terakhir kalinya.
Dan hal yang membuat Bima kaget Pakha muncul dengan banyak darah di pakaian dan mulutnya.
"Sayang apa yang terjadi padamu, kenapa kamu banyak darah seperti itu? "tanya Bima kwatir.
"Aku tidak apa-apa Bim, kamu jangan bertindak gegabah seperti ini, jangan sembarangan menghilangkan nyawa manusia tidak berdosa, kita tanya dahulu apa keperluannya ke sini. "kata Pakha kemudian membantu Boy duduk.
"Baiklah aku menyutujuinya. "jawab Bima kemudian memasukkan pedang kerajaannya.
FLASHBACK
Pakha gusar dengan perasaannya, dia berjalan bolak-balik seperti orang yang sedang cemas.
Tiba-tiba dadanya terasa sakit dan mulutnya juga langsung mengeluarkan darah segar di saat bersamaan dengan Boy yang juga mengeluarkan darah di mulutnya. Ikatan batin di antara keduanya masih terjalin hingga saat ini.
"Kenapa mulutku tiba-tiba mengeluarkan darah seperti ini. "batin Pakha gusar kemudian mencari Bima.
Dan dia tersenyum ketika menemukan Bima, di saat itu Bima sedang mengacungkan pedangnya pada sosok manusia yang terkulai lemas di atas lantai dengan banyak darah. Entah mengapa hatinya seperti tidak ingin manusia di depannya itu kesakitan. Dengan tekat Pakha pun menghentikan Bima saat itu dengan cara melindungi manusia yang tidak ia kenal itu.
Back to beginning
"Biar aku yang bawa manusia itu, jangan berani menyentuh dia sangat berbahaya. "kata Bima pada Pakha.
"Baiklah."jawab Pakha putus asa.
Sedangkan Boy belum sempat melihat wanita di depannya yang sudah menyelamatkan hidupnya, ia malah keburu pingsan karna terlalu banyak kehilangan tenaga.
__ADS_1
Wow. akhirnya Pakha dan Boy di temukan oleh takdir dan ternyata ikatan mereka berdua tidak putus bahkan setelah kematian menjemput. Nantikan kisah seru lainnya di episode selanjutnya. Semangat membaca.