Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Perasaan yang sama


__ADS_3

Hari berganti dengan cepat. Oci berharap suasana hatinya yang amburadul kemarin di rumah nawang tidak terjadi lagi hari ini. Karna hari ini tepat H-1 pernikahannya dengan nawang. Minggu adalah hari posesi khidmad dalam hidupnya. Benar-benar sepenuhnya hari milik oci dan nawang tanpa membawa kesedihan yang sehari-hari mereka rasakan. Setelah menjalani jadwal padat untuk mempersiapakan pernikahan, oci menyempatkan diri untuk menjenguk sahabatnya.


"Assalamualaikum ,"suara yang muncul di balik pintu kamar.


Tanpa ada jawaban namun sang penghuni kamar sudah bangun dari ranjangnya. Pemilik kamar itu sedang menikmati pemandangan di luar jendela dengan tatapan kosong.


"Aku ingin meminta doa restumu boy, aku akan sangat bahagia jika kamu bisa hadir di acara pernikahanku besok,"kata oci di samping boy .


Tak ada jawaban lagi yang keluar di mulut boy yang sudah lama tidak berbicara pada orang lain itu.


Oci berharap sahabatnya segera sembuh dari penyakit kejiwaannya, dan semoga bisa move on dari pakha yang sudah tidak ada kabar sama sekali seperti hilang di telan bumi.


"Aku pamit dulu boy semoga kamu cepat sembuh,"kata oci berpamitan sambil menepuk punggung boy, kemudian berjalan keluar kamar.


Setelah pintu kamar tertutup manusia patung itu mulai bergerak dari tempatnya menghampiri sebuah laci dan mengambil sesuatu di dalamnya.


"Pakha apa aku terlalu menyedihkan? "kata boy di depan foto kecil pakha. Peluh bening itu menetes tak tertahan mengenai foto di tangannya.


Ibu boy baru saja merebahkan tubuhnya di tempat tidur saat mendengar suara tangisan yang begitu dikenalnya. Dia bangkit menuju pintu depan. Di balik pintu itu ada anak laki-laki satu-satunya duduk di pojok kamar dengan air mata yang membasahi pipi lembutnya. Boy tak pernah lelah menangis untuk satu alasan. Dia selalu punya kekuatan untuk itu, Entah sampai kapan.


“Nak lihatlah matahari bersinar cerah di luar,,apa kamu akan terus seperti ini” ibu boy menuntun anaknya berdiri dan mendudukkannya di ranjang. Lalu menghilang ke dapur mengambilkannya segelas air. Ibu boy menyerahkan air itu. Boy mengusap air matanya dan meneguk segelas air itu tanpa bersisa.


“Maafkan aku bu, hiks hiks ,” kata boy dengan sisa kekuatannya.


“Ibu bersyukur kamu sekarang sudah tidak mendiamkan ibu lagi nak,"kata ibu boy terharu mendengar suara anaknya yang sudah lama terdiam itu. Ibu boy merangkul anak kesayangannya untuk melepaskan rindu antara ibu dan anak. Boy selalu punya energi tapi untuk urusan asmaranya entahlah apa dia masih punya itu.


"Aku sangat merindukan pakha bu, apa ibu bisa mempertemukan aku dengannya meskipun yang terakhir kali,”kata boy memohon kepada ibunya lalu tangisnya kembali pecah.


“Apa yang harus aku lakukan nak? ibu bahkan tidak tau keberadaan pakha, ” kata ibu boy kalut.


Ada rasa takut dalam suaranya. Pakha cinta pertamanya, mereka sudah bersahabat lama dan bagi boy pakha dan oci adalah dunianya. Tapi dunia itu sekarang berhenti berputar dan dia tak tahu bagaimana harus menghadapi mimpi buruk yang selalu ia alami saat ini.


Ibu boy mengusap bahu anaknya. “Sudahlah jangan menangis lagi, ibu percaya kamu itu laki-laki kuat boy, jika pakha memang di takdirkan untuk mu dia pasti kembali. "

__ADS_1


Wejangan seorang ibu itu mampu membuat anaknya kembali mempunyai sedikit harapan. Perasaan antara ibu dan anak mempunyai ikatan benang yang mampu memengaruhi satu sama lain. Sejak keadaan boy yang menyedihkan ibunya jarang meninggalkan anaknya itu sendirian di rumah dan sekarang ibu boy lebih meluangkan waktunya untuk mengurus anaknya itu. Padahal dari dulu boy jarang di perhatikan oleh orang tuanya, hanya materi berlimpah yang boy dapat namun tidak ada kasih sayang di dalamnya. Pada akhirnya semua kejadian pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya.


Ya seperti saat ini ,penyakit yang di derita boy saat ini semakin mempererat hubungannya dengan ibunya. Akhirnya ia kembali mendapatkan kasih sayang yang sudah lama hilang itu.


Lari-lari kecil di sebuah taman bunga menghadirkan suara riang yang terlihat di wajah cantik itu. Dengan senyuman khas pakha menggoda lelaki yang duduk terdiam sambil melihatnya berlarian di sekitar taman.


"Bim ayo kejar aku, dari tadi kamu hanya duduk terdiam di situ,"kata pakha dengan suara lantang agar bima mendengar suaranya dengan jelas.


"Iya sayang"jawab bima langsung berdiri dari duduknya dan berlari mengejar pakha kemudian menggelitiki pakha hingga tertawa terbahak-bahak.


Setelah capek dengan semua kegiatannya, pakha dan bima istirahat di bawah pohon yang rindang. Mereka berdua menikmati angin sejuk yang menerpa tubuh.


Tiba-tiba ada tetesan air yang mengenai kepala pakha.


"Bim air apa ini, apakah akan turun hujan? "tanya pakha penasaran.


"Tidak sepertinya tidak ada awan yang menutupi langit"jawab bima.


"Sayang aku punya sebuah puisi untukmu loh, coba dengarkan ya"kata bima langsung berdiri di hadapan pakha.


Pakha menganggukan kepala karna sangat antusias ingin mendengar puisi bima.


...Prempuan Pilihanku...


...Sehalus wajah nan indah berkilau...


...Kau tercipta untuk ku jaga...


...Pakha engkaulah bidadariku...


...Terimakasih telah menjadi sandaran di jiwa...


...Wahai kekasih hatiku...

__ADS_1


...Tak kubiarkan hatimu hampa...


...Dewi permata cinta suciku...


...Pelipur lara saat hati pengap rasa dunia...


...Engkaulah penggenap separuh dienku...


...Penggenap jiwa raga...


...Beradalah selalu di sampingku...


...Sampai ajal menjemput nyawa...


"Wow bagus banget bim, aku sangat mencintaimu"kata pakha bertepuk tangan kemudian berdiri memeluk bima.


Senyum laki-laki itu pun merekah di kedua bibirnya.


"Kamu harus jatuh cinta padaku, hingga kamu tak bisa hidup tanpaku pakha"batin bima di sela senyumannya. Makhluk licik itu mampu membuat hati pakha bahagia, hingga pakha melupakan dunia nyatanya.


Perempuan manapun pasti luluh jika setiap hari slalu di racuni dengan cinta. Bahagia kata-kata yang ada di setiap senyum dan tawa.


Sementara itu di kediaman kak nawang sudah banyak orang berlalu lalang mempersiapkan dekor pernikahan nawang. Namun sang pemilik acara malah terlihat murung dengan suasana ramai di rumahnya. Kak nawang hanya duduk berdiam diri di depan rumahnya. Apalagi kalau tidak memikirkan adiknya yang hilang itu, semua keluarga pasti merasakan hal yang sama jika salah satu keluarganya tidak lengkap. Mungkin kalian pernah mengalami perasaan itu.


Di sisi lain ada sepasang mata yang sedang memperhatikan hiruk pikuknya keramaian di dalam rumah pakha.


"Apakah si itik akan menikah?"kata orang itu yang bersembunyi di semak-semak sedang memantau situasi sekitar.


"Jika itu benar kamu yang akan menikah aku akan membuatkan hadiah yang tak akan pernah kau lupa seumur hidupmu, tak akan ku biarkan kamu bahagia bersama pria lain "gumam pria itu lagi sambil mengepalkan tangannya.


Siapa pria itu?? kira-kira siapa yang di panggil itik oleh pria itu? kak nawang kah ?temukan jawaban di episode selanjutnya ya.


Like 👍 jika kalian menyukai cerita ini, komen di bawah 👇untuk memberi masukan atau dukungan untuk author.

__ADS_1


__ADS_2