Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)

Sang Malam Memeluk Bintang (Misteri Hantu Hutan Kelam)
Masih Sama


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama, akhirnya kucing dan tikus itu bertemu.


"KAU"kata mereka berdua bersamaan.


"Ngapain kamu di sini. "ucapan mereka berdua kembali bersamaan.


"Cih"kata Dandi kesal saat ucapannya slalu berbarengan dengan Oci.


Oci juga tak kalah kesalnya melihat wajah yang ingin ia lahap hidup-hidup itu, bahkan jika ia berhasil memakannya Oci akan segera langsung memuntahkannya.


Kini tatapan mereka berdua seperti sudah bersiap turnamen dan yang jadi wasitnya adalah Nawang karna ia berada di tengah-tengah mereka berdua.


"Masih berani ya kamu muncul di depan wajahku, setelah dulu ku berikan pelajaran untukmu, aku bisa saja menuntut mu pada pihak berwajib jika kamu slalu mengikuti istriku dan mengganggu kenyamanannya. "kata Oci memperingatkan.


"HWAHAHA coba saja kalau bisa, atas dasar apa kamu bisa menuntutku?"kata Dandi pas di wajah Oci.


kemudian melanjutkan kata-katanya.


"Emang punya uang untuk menyewa pengacara? bisa-bisa kamu yang kalah telak dan malah masuk penjara sendiri karna sudah mencemarkan nama baik ku. "kata Dandi di wajah Oci, nafasnya langsung menerpa wajah Oci.


Setelah Dandi berkata seperti itu, Oci mendorong tubuh Dandi dari hadapannya. Oci hanya bisa terdiam setelah mendengar perkataan Dandi barusan karna semua itu benar, Oci tak akan mampu melawan Dandi.


Kini tawa Dandi semakin keras setelah melihat ekspresi Oci yang tidak bisa berkata-kata lagi. Seketika tangan Oci mengepal ingin sekali menghabisi wajah perisor(perebut istri orang) itu sampai berkeping-keping. Namun ia urungkan melihat kondisinya sekarang yang masih berada di rumah sakit dan takut mengganggu pasien yang lain.


"DANDI...MAS OCI cukup jangan bertengkar di sini, kalian itu sudah dewasa bukan anak kecil lagi seharusnya bisa menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin bukan malah bertengkar seperti itu. Dan kamu Dandi aku sudah sangat muak melihat kelakuanmu selama ini yang slalu mengikuti kemana pun aku pergi. Dan untuk kamu mas, jangan terus terusan meladeni orang tak penting seperti dia. "ucap Nawang sambil menunjuk Dandi, kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


Masa bodoh deh mau berantem sampai benyok pun Nawang tidak peduli.


"Naee tunggu. "


"Mau apa kamu? "kata Oci sambil memegang tangan Dandi yang akan mengejar Nawang.

__ADS_1


"lepaskan tangan kotormu itu dari tanganku, "kata Dandi marah pada Oci kemudian menghentakan dengan keras agar terlepas.


"Ku peringatkan sekali lagi, jika engkau masih berani mengganggu istriku akan ku beri pelajaran lebih berat dari waktu lalu. "kata Oci kemudian berlari mengejar Nawang.


"Cih tidak takut. "teriak Dandi agar Oci mendengarnya.


"aku akan tetap mengejar Nawang sampai dapat, dan akan kau rasakan sakit hati karna Nawang akan berada di pelukan ku kembali. "batin Dandi sambil mengepalkan tangannya melihat Oci mengejar Nawang.


Hari ini hari terakhir Pakha di rawat di rumah sakit, karna kondisi nya sudah membaik, akhirnya dokter mengijinkan dia untuk pulang besok pagi. Dan ia akan menjalani rawat jalan di rumah Kak Nawang untuk sementara.


Jika ia berada di kosan pasti apa-apa sendiri dan kak Nawang menawarkan Pakha untuk sementara tinggal dulu bersama dirinya sampai Pakha benar-benar pulih dan mampu menjalani aktivitas diri sendiri seperti dulu.


"Selamat Pagi sayang"kata Boy di depan pintu kemudian menghampiri Pakha yang sudah duduk di ranjangnya.


"Pagi juga Boy. "jawab Pakha.


"Loh kok sendirian Kak Nawang mana?"tanya Boy.


"Sudah lama aku tidak kuliah atau ke kantor sejak kamu kecelakaan dua minggu yang lalu. "jawab Boy dengan santainya.


"terus siapa yang mengurusi perusahaan mu jika ada kepentingan? "tanya Pakha sedikit kwartir.


"Tenang saja, sudah aku atur semuanya, untuk sementara ayah yang menghandle semua kepentingan di kantor sampai aku bisa lagi mengurusnya sendiri, dan jika tidak terlalu penting wakilku mampu mengatasinya. "jawab Boy sambil tersenyum ke arah Pakha.


Memang tidak perlu kwatir sih jika tentang Boy yang punya segalanya itu, namun yang perlu di pertanyakan gimana nasib Pakha yang sudah bolos kuliah selama itu?


Pasti sudah banyak mata kuliah yang ia lewati, hal itu bisa berpengaruh dengan beasiswa prestasi yang ia dapat. Entahlah mungkin ada pilihan lain yang akan mengatasi masalah itu. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya bukan begitu?


"Sayang ini aku bawakan makanan kesukaan mu. "kata Boy kemudian membuka kotak makanan yang isinya semur jengkol pedas kesukaan Pakha.


"Boy makanan itu sepertinya enak, tapi apa sudah boleh aku makan makanan pedas seperti itu. "kata Pakha ragu-ragu dengan makanan lezat kesukaannya yang sudah menabrak hidungnya dengan bau khasnya. Pakha melihat dengan tatapan ingin segera melahap makanan di depannya namun dengan kondisinya sekarang itu tidak mungkin.

__ADS_1


"Aku makan satu sendok saja kan tidak apa-apa kalau tidak berlebihan. "kata Pakha kemudian menyendok semur itu yang mampu membuat air liurnya menetes.


"Iya makanlah aku akan mengawasimu. "kata Boy tersenyum.


Sebelum sendok pertama masuk ke mulut Pakha, tiba-tiba Dokter sudah berada di belakang Boy dengan menggelengkan kepalanya.


"Ehem nyonya Pakha apa yang kamu lakukan sekarang? "kata Dokter itu sambil melihat Pakha yang hampir melahap makanan itu.


"Ehh. "kata Pakha kaget mulutnya sudah terbuka lebar dan sendok yang hampir masuk ke dalam mulutnya berhenti di tengah jalan. Naasnya satu sendok pun dia belum merasakan makanan kesukaan nya itu malah Dokter sudah memergoki nya, Pakha harus merelakan makanan lezat itu.


"Dokter... hehehe. "kata Pakha kemudian menaruh kembali sendok pertamanya.


"Jangan makan pedas dulu, itu berbahaya bagi jaitan luka di tubuhmu, yah jika kamu tidak menuruti perkataanku dengan terpaksa besok tidak aku ijinkan pulang karna kondisi mu masih harus di pantau karna makan makanan pedas. "kata Dokter sambil menatap makanan yang masih berada di pangkuan Pakha.


"Ehh jangan seperti itu dong dok, sumpah aku tadi tidak jadi makan makanan pedas, dan ijinkan aku pulang besok pagi ya plise"kata Pakha kemudian memberikan makanan kesukaannya pada Boy, namun dengan tatapan eman-eman.


"Hemm,"kata Dokter kemudian memeriksa kembali keadaan Pakha.


"Keadaan mu sudah membaik dan besok di perbolehkan untuk pulang, tapi.... "kata Dokter.


"Tapi apa dok? "tanya Pakha penasaran.


"Tapi kamu belum boleh dulu makan makanan yang pedas. "Dokter itu kembali melanjutkan kata-kata nya yang tadi menggantung.


"Siap dok Pakha janji. "kata Pakha antusias.


"Yaudah aku pergi dulu, perbanyak istirahat agar cepat pulih. "kata Dokter itu sebelum meninggalkan ruangan Pakha.


Kemudian Pakha menatap Boy dengan tajam karna sudah membawakan makanan yang akan membuatnya menginap lagi di rumah sakit.


Boy tersenyum sambil menangkupkan kedua tangannya untuk mengisyaratkan permintaan maaf.

__ADS_1


Masih banyak kejutan lainnya yang author siapkan di episode selanjutnya untuk kalian baca. Tetap semangat.


__ADS_2