
Keputusan Pakha ikut dengan makhluk putih seperti guling itu merupakan keputusan yang salah. Pakha terkena tipu daya muslihat makhluk lain yang ingin berniat jahat padanya. Makhluk itu sudah satu minggu mengawasi Pakha dari jauh dan mencoba mencari tau kelemahan Pakha. Sebuah keberuntungan yang di dapatkan makhluk itu ketika matanya menemukan buku diari kecil milik Pakha. Dalam diari itu terdapat puisi yang Pakha tulis dan ada nama Bima yang tergores di dalamnya. Itu merupakan kesempatan emas bagi makhluk jahat itu.
Akhirnya dia menemukan kelemahan Pakha.
Dan hari ini hari di mana makhluk itu melancarkan aksinya, dengan cara mengganggu Pakha melalui suara-suara ketukan atau suara lain. Agar Pakha tidak bisa tidur nyenyak.
Rencana begitu mulus, Pakha akhirnya mau ikut di bawa makhluk astral itu.
Sebenarnya itu bukan rencana Bima melainkan rencana sesosok makhluk tinggi besar yang suka bermain prempuan. Nama lain dari makhluk itu adalah genderuwo. Yah semua kejadian tadi itu asli ide dari genderuwo makhluk jahat yang memanfaatkan Bima sebagai umpannya.
Genderuwo itu tertarik pada Pakha karna Pakha lahir tepat di bulan purnama. Hal itu membawa suatu keistimewaan tersendiri bagi makhluk gaib termasuk Bima yang tertarik pada Pakha sejak umur 5 tahun.
Hanya butuh waktu sepersekian detik Pakha tiba di dunia lain.
"Bima, "kata yang pertama kali ia ucapkan.
Tidak ada Bima yang ia lihat sekarang hanya kegelapan malam di sinari sedikit bulan sabit dan pohon besar yang terlihat di sekitarnya.
"Bimaaaaa. "teriakan Pakha memanggil bima namun bukan sosok bima yang datang melainkan makhluk hitam tinggi besar, bermata merah dengan tubuh di penuhi bulu panjang yang tersebar sampai di wajah,kaki dan tangannya.
Pakha refleks melangkah mundur setelah ia melihat makhluk menyeramkan itu terus berjalan mendekati dirinya.
Kaki Pakha bergetar seakan gempa bumi mengguncang tubuhnya.
Hatinya tak karuan, sebenarnya siapa yang ia lihat sekarang. Bima kah? atau makhluk lain yang sedang menyamar.
Benar sekali bima selama ini tidak pernah menunjukkan wujud seram pada Pakha.
"Siapa kamu, jangan mendekat atau kamu akan menyesal. "ancam Pakha pada makhluk itu yang sudah berada satu langkah di depan Pakha.
Detik semakin cepat begitu juga dengan detak jantung Pakha, rasanya ia ingin mati saat itu juga ketika makhluk tinggi besar itu berhasil mengunci tubuhnya.
Tangan besar itu semakin menjadi-jadi, kini tubuh Pakha mulai di jamah oleh makhluk seram itu. Namun ketika makhluk halus itu ingin sepenuhnya menguasai tubuh Pakha gerakannya tiba-tiba berhenti. Pakha hanya bisa menangis tersedu-sedu dengan kejadian yang saat ini ia alami, maksud hati ingin berteriak sekencang-kencangnya namun mulut terasa terkunci. Pakha hanya mampu menyebut nama Bima beberapa kali di lubuk hati terdalam. Berharap sang pangeran hutan itu bisa menolongnya seperti biasa.
"Bima kumohon selamatkan aku."kata itulah yang sudah Pakha ucapkan beberapa kali di dalam hatinya.
Tepat sebelum pusaka makhluk menyeramkan itu menancap di tubuh Pakha. Ada sebuah bola api tiba-tiba menyambar mengenai tubuh genderuwo itu ,akibatnya seluruh bulu di tubuh makhluk itu terbakar karena bola api yang bertubi-tubi menghantam tubuh makhluk menyeramkan itu.
__ADS_1
Pakha hanya terkulai lemas setelah melihat makhluk yang sedang menyerang dirinya terbakar di depan matanya.
Setelah beberapa menit keadaan terasa sepi, sunyi. Pakha menutup matanya agar tidak melihat kejadian mengenaskan itu. Namun tiba-tiba dari arah belakang tubuhnya di peluk sesosok makhluk. Sosok itu tak berbulu seperti yang ia rasakan sebelumnya namun berkulit bersih yang terasa nyaman dan hangat.
"Ratuku tenanglah aku sudah ada di sini bersamamu. "
Suara yang amat Pakha kenal, tanpa berpikir dua kali ia langsung membuka mata dan memeluk sosok itu.
"Bim aku takut sekali, akaku sangat sangat takut. "kata Pakha sambil menangis di dalam pelukan Bima.
Bima berusaha menenangkan hati Pakha yang sangat terpukul.
Setelah Pakha sedikit tenang Bima melepaskan pelukannya dan berkata.
"Tunggu di sini sebentar aku akan mengurus tuntas makhluk jelek itu, agar dia tidak akan mengganggu mu lagi. "kata Bima sambil menatap mata Pakha.
Pakha mengangguk tanda ia mau menunggu Bima.
Setelah itu Bima menghilang sekejab dari pandangan Pakha dan kembali muncul di sebuah tempat becek dan kotor yang terletak di dalam pohon tempat genderuwo itu bersarang.
"Hay makhluk jelek berani sekali kamu mengganggu calon ratuku, mau mati kau, "teriak Bima pada makhluk menyeramkan itu.
"Hei sia**n kau, sudah jelek banyak tingkah lagi, aku akan menghabisimu. "kata bima kesal.
Dan pertarungan antar makhluk gaib itu pun tak terhindarkan, mereka berdua sama-sama kuat. Level kekuatan mereka berdua sangat imbang hanya saja Bima punya satu keunggulan yaitu bisa mengeluarkan bola api di kedua tangannya.
Kemampuan itu membantunya lebih unggul dari genderuwo jahat itu.
Dengan titik darah penghabisan, akhirnya pertarungan itu di menangkan oleh Bima. Yey kalah juga kau genderuwo jelek.
Kata-kata terakhir yang Bima ucapkan setelah ia berhasil membinasakan makhluk gaib itu.
Cling. Kini ia sudah berada di depan Pakha.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan? "tanya bima berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Pakha yang duduk.
"Iya aku sudah tidak apa-apa bim. "kata Pakha.
__ADS_1
"Tatap mataku. "
Pakha kemudian menatap mata biru Bima.
Mata biru itu seperti menyimpan sejuta misteri yang tak ia ketahui.
Setelah satu menit mereka berdua saling tatap Bima mulai berbicara lagi.
"Sayang ingat kata-kata terakhir ku ini, makhluk apa pun, dengan wujud apa pun jika menggunakan namaku, ku mohon jangan percaya itu, karna wujudku hanya satu ini seperti yang kau lihat sekarang. Jika aku merindukan mu aku akan berusaha tampil seperti ini di depanmu. Aku janji akan melindungi mu sampai akhir hidupmu karna aku mencintaimu Pakha."kata Bima panjang lebar menjelaskan.
Pakha hanya mampu mendengar kan dan sesekali mengangguk mengerti, dia hanya bisa menangis dan terus menangis.
"Bim aku rindu. "jawab Pakha saat tangisnya mulai mereda.
"Aku juga sangat merindukan mu ratuku. "kata Bima sambil memberikan sebuah benda.
Pakha menerima benda itu kemudian dia menghilang.
Cling, akhirnya Pakha kembali lagi di kehidupannya yang nyata. Kejadian itu hanya memakan waktu dua jam di kehidupan nyata. Dan sekarang waktu sudah menunjukan pukul tujuh pagi, ia baru saja terbangun dari mimpi panjangnya. Mimpi yang baru saja ia alami begitu nyata. Namun anehnya saat ia bangun tangannya sudah menggenggam kalung liontin berwarna merah darah. Jadi dapat di simpulkan kejadian yang baru ia alami bukan mimpi namun benar-benar terjadi.
Kalung itu di berikan Bima sebagai pelindung Pakha. Sesungguhnya Bima tidak bisa sewaktu-waktu terus bersama Pakha karna dia juga punya kehidupan meskipun hanya makhluk gaib, meski begitu Bima juga sesosok penguasa di kerajaan hutan kelam. Kalung itu di berikan untuk melindungi Pakha dari makhluk gaib lainnya yang mampu memperdaya manusia untuk bisa ikut ke alamnya yah termasuk genderuwo tadi. Bima memang sama-sama makhluk tak kasat mata namun ia juga memiliki kelemahan yaitu tidak bisa sewaktu-waktu menunjukkan wujudnya di kehidupan manusia termasuk di hadapan Pakha , karna kekuatannya hanya mampu di tunjukan dengan wujud aslinya yaitu wajah buruk rupa hal itu yang membuat Bima tidak ingin menunjukkan wujud aslinya di depan Pakha agar Pakha tidak takut padanya.
Bima sedikit berbeda dengan makhluk lainnya, dia punya yang namanya hati dan perasaan sama seperti manusia biasa namun tak bisa di pungkiri ia juga tergolong makhluk tak kasat mata.
Tok tok tok pintu kosan Pakha di ketuk Boy karna ini sudah waktunya ia menjemput Pakha. Karna sejak tadi ia sudah beberapa kali menelfon hp Pakha namun sama sekali tidak ada jawaban.
"Pakha apa kamu di dalam? "tanya Boy cemas.
"Iya tunggu sebentar. "suara dari dalam kamar Pakha.
Ceklek. Pintu terbuka menampakkan wajah kusut Pakha beserta baju tidur yang lusuh, tak kalah lusuhnya dengan kantung mata panda yang melingkar di sekitar matanya.
"Sayang kamu sakit? "tanya Boy sambil menempelkan tangannya di kening Pakha.
"Sayang aku tidak apa-apa kok, hanya kurang tidur saja. "kata Pakha kemudian pingsan dalam pelukan Boy.
Boy langsung menangkap tubuh Pakha di pelukannya.
__ADS_1
Hari matkul si dosen killer akhirnya tidak bisa Pakha hadiri, kacau sudah semua usaha belajarnya tadi malam, dan sekarang dia malah jatuh pingsan dalam pelukan Boy.
Cukup dulu ya, gimana sih nasib Pakha jika ia tidak jadi ikut presentasi matkul dosen killer itu? keseruan apalagi yang menyelimuti hidup Pakha?? temukan jawabannya di episode selanjutnya. Semangat membaca.